Connect with us
princessmononoke

10 Cloverfield Lane: Well-Crafted Script of Multi-Layer Events and Startling Turns Brings the Safest Place on Earth Into a Great Danger

10 Cloverfield Lane Movie Review
Paramount Pictures

REVIEWS

10 Cloverfield Lane: Well-Crafted Script of Multi-Layer Events and Startling Turns Brings the Safest Place on Earth Into a Great Danger

This review contains no spoilers

(4/5) 4.0 Stars

Tak ada lagi kamera bergoyang. Tak ada pula alien yang menyerang dari bawah tanah jika MuviBlaster sempat mengira demikian. Terlepas spoiler yang tak bisa bagi, kami pastikan kalau alien di sekuel dari Cloverfield (2008) ini masih datang lewat atmosfer bumi. Namun jangan salah kira kalau 10 Cloverfield Lane melulu berisi teror fiksi ilmiah, karena sinkron dengan grafis posternya, ada sebuah misteri yang tersimpan jauh di bawah rumah itu, misteri tak terduga yang membuat siapapun korbannya berpotensi sakit jiwa.

Kami acungi jempol untuk skrip yang begitu apik menjaga intensitas ketegangan sekaligus rasa penasaran sepanjang durasi. Tidak terburu-buru menggiring si karakter utama menguak pokok permasalahan melainkan memberi lika -liku misteri yang berkali-kali sukses mengecoh.

Dan menariknya, anggap saja MuviBlaster adalah si karakter utama itu. Berkali-kali terkecoh, otomatis Anda gregetan mencari tahu apa, mengapa, dan bagaimana. Seperti Michelle yang diperankan Mary Elizabeth Winstead (Live Free or Die Hard), Anda pun akan nekat melakukan apa saja demi keluar dari jebakan Batman yang tak berujung di rumah tersebut.

MuviBlaster yang berharap 10 Cloverfield Lane akan dihajar babak belur oleh para makhluk asing mungkin akan kecewa namun juga senang karena sekuel debut penyutradaraan Dan Trachtenberg ini memberikan sebuah bonus yang tak mudah Anda tebak apa isinya, bahwa terlepas genre-nya yang memberi premis teror fiksi ilmiah saja, ternyata juga mengandung kadar psikologis thriller tinggi.

Salah satu indikasi yang dapat kami berikan adalah kecurigaan kami terhadap salah satu dari trio manusia penyintas ini sebagai alien yang menyamar. Bahkan kami sempat meyakini bahwa seluruh karakter yang ada hanyalah imajinasi yang diciptakan sebagai twist dari sebuah realita di ujung cerita. Yang mana yang benar, atau justru semuanya salah, kami rekomendasikan Anda mencari tahu jawabannya sendiri.

Ellen Ripley-nya Dunia Cloverfield

Terlepas kami kurang menikmati akting Winstead yang agak kaku dan kurang ekspresif menunjukkan rasa takut serta rasa penasarannya sebagai korban penculikan mendadak, Michelle miliknya sukses memberi kesan bahwa ia pantas memerankan si Ellen Ripley dunia Cloverfield ini.

10 Cloverfield Lane Movie Review

Walau tidak memiliki fisik jangkung, mata dengan sorotan tajam, dan kemampuan mekanika apalagi tarung seperti Ripley, namun Michelle tampil sebagai gadis muda yang cepat beradaptasi dan belajar, terutama dalam situasi genting. Lebih jauh lagi, minat Michelle pada desain busana membantu karakternya berkembang lebih kuat dan wajar, serta menambah konflik baru nan seru yang membuat hubungan ketiga karakter utama sekuel ini kisruh.

Namun, memasuki bagian akhir film, kami melihat adanya keuntungan dari kelemahan akting Winstead di atas. Dengan ekspresi wajah cenderung datar dan gerak-gerik yang kurang meyakinkan, kami dibuat menebak-nebak mengenai segala sesuatunya, termasuk apakah sungguh Howard (John Goodman) mempunyai motif untuk menyakiti Michelle atau justru seorang dewa penolong yang menjadikan Michelle satu-satunya wanita paling beruntung di muka bumi?

Goodman sendiri melakoni perannya dengan amat baik. Entah dia itu adalah seorang pria tua yang kesepian, seorang ayah yang depresi kehilangan anaknya, atau simply seorang pria bermuka dua, semua asumsi mengenai karakter ini konstan berputar-putar sejalan dengan usaha Michelle mencari tahu. Lagi-lagi, kami rekomendasikan Anda mencari tahu jawabannya sendiri.

10 Cloverfield Lane Movie Review

Tak Banyak Kaitan dengan Cloverfield

Digadang-gadang sebagai sekuel dari Cloverfield, faktanya tidak ada koneksi plot yang kami temukan. Tak mengapa karena hal ini bukanlah sebuah degradasi melainkan sebuah peningkatan yang justru mematahkan paradigma bahwa sebuah sekuel harus selalu menyambung pendahulunya secara linear. Itulah mengapa sekuel ini bukan sekedar sekuel, melainkan sekuel spiritual yang notabene berplot mangkir namun dengan gaya dan nafas film milik pendahulunya.

Ibarat sebuah jalan tikus, alur dalam 10 Cloverfield sengaja dirancang berputar, bahkan menembus tanah untuk menghilangkan berbagai kemungkinan tertebak dari radar penontonnya. Sebuah strategi skrip yang kami nilai cerdas, bahkan konsisten menjaga excitement yang sebelumnya hanya ditampilkan lewat trailer. Apalagi jika bicara soal istilah Cloververse yang (kami asumsi) merupakan singkatan dari Cloverfield Universe, elemen-elemen kejut dan tegang seperti ini perlu dilestarikan dan dijadikan trademark.

Sounds like we want more? Yeah … we’re looking forward to more uplifting tension terutama setelah melihat ending filmnya yang membuka banyak potensi alur menarik, jika dibuatkan sekuelnya. Dan kami yakin bahwa sebuah sekuel is worth making jika segenap tim mau bekerja keras memikirkan konsep kreatif yang lebih out-of-the-box dari 10 Cloverfield Lane yang sudah sukses ini.


Director: Dan Trachtenberg

Cast: John Goodman, Mary Elizabeth Winstead, John Gallagher, Jr, Cindy Hogan

Duration: 105 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top