Connect with us
thorragnarok

99 Homes Movie Review: Thrillingly Realistic That Our Heart Easily Goes Out to Those Being Homeless

MUVIBLAST - movie website for movie enthusiasts. Movie reviews, film ,trailers, box office, cinema, japan, korea, Hollywood, horror, heist, found footage, romcom, animation

Home

99 Homes Movie Review: Thrillingly Realistic That Our Heart Easily Goes Out to Those Being Homeless

Overall Rating: 4.0 Stars

Film ini diberi judul demikian karena kisah dalam aksi ilegal yang dilakukan karakter utama film ini berakhir karena sebuah rumah, sebuah rumah yang seharusnya menggenapi proyek penyitaan 100 rumah yang sedang ia jalani. Tinggal sebuah rumah saja yang harusnya bisa dibereskan dan tidak menyebabkan hidup seorang Dennis Nash berakhir di penjara. Namun, apakah sungguh karena sebuah rumah itu, hidup Dennis jadi berantakan?

99 Homes adalah film dengan plot kriminal yang sangat mungkin terjadi di kehidupan nyata. Idenya memang simple namun eksekusinya detail dan runtun, membuat emosi yang dibangun dalam film ini terasa nyata sekaligus wajar.

Terlebih, kedua aktor utamanya mampu membawakan peran masing-masing dengan baik, yang tadinya saling berlawanan, justru saling bahu membahu di tengah cerita. Namun, jangan MuviBlaster tanyakan akhirnya karena itulah yang membuat hidup Dennis lebih berantakan dari yang terlihat di awal cerita.

99 Homes Movie Review

Nash yang diperankan oleh aktor berwajah tampan Andrew Garfield (The Amazing Spider-Man) adalah seorang orang tua tunggal pengangguran yang terancam kehilangan rumah. Namun, Nash bukanlah orang yang bodoh, ia memiliki skill konstruksi mumpuni namun dengan tingkat keberuntungan kecil. Ia jujur dan bekerja keras sehingga sangat tak rela ketika menerima kenyataan bahwa rumah yang belum selesai ia lunasi itu harus sudah disita bank.

Adalah Rick Carver (Michael Shannon), seorang agen real estate manipulatif yang ditunjuk bank untuk melakukan penyitaan ini. Dengan wajah pura-pura simpati terhadap Nash dan keluarganya yang menjadi tuna wisma dadakan, Carver sebenarnya mendulang keuntungan luar biasa besar. Di balik penyitaan ini, adalah sebuah taktik licik demi ambisinya memiliki banyak properti. Every house is Carver’s house.

Kesepakatan Menarik yang Tak Seharusnya Terjadi

Menariknya, belakangan Nash dan Carver justru menemukan sebuah kesepakatan yang membuat mereka menjadi sepasang rekan. Singkat cerita, Nash yang awalnya membantu Carver melakukan pekerjaan konstruksi di beberapa rumah sitaan, akhirnya menjadi staf Carver, bahkan menggantikan Carver menyita beberapa rumah.

Terdorong niat kuat untuk kembali mendapatkan rumahnya serta giuran komisi besar, Nash pun mulai menikmati pekerjaan barunya ini. Namun, pekerjaan yang awalnya tidak terasa berat, belakangan menimbulkan dilema bagi Nash, terutama ketika harus menyita rumah kenalannya, Frank Greene (Tim Guinee).

99 Homes Movie Review

Di sinilah peran Shannon, aktor watak yang terlahir dengan raut wajah galak, mulai bermain. Berperan sebagai seorang bos, Shannon sukses menampilkan aura seorang mentor yang sedang mendidik Nash yang bermental lembek.

Tanpa kekerasan fisik, Carver dengan tegas mengingatkan Nash atas tujuan dilakukannya semua hal ini, terlepas Nash suka atau tidak, terlepas rumah siapa yang harus Nash sita. Memang ada resiko besar yang harus dibayar namun Carver meyakinkan bahwa resiko ini setimpal dengan materi yang mereka dapatkan.

Dilema di Ujung Tombak

Namun, ternyata Nash tidak dapat mengatasi dilemanya yang belakangan berbuntut panjang. Ibu dan putra semata wayangnya tidak setuju dengan pekerjaan baru Nash ini. Nash pun tidak sanggup mengontrol diri ketika hari penyitaan rumah Greene tiba. Nash pun akhirnya berada di ujung tombak masalah ini. Akankah dia menyerah dan merelakan rumah yang ia perjuangkan begitu saja hilang? Atau ia bisa mengubah pemikiran dan akhirnya memutuskan untuk terus bermuka tebal dan berbuat korup seperti Carver?

Perlu diketahui bahwa sineas di belakang film ini adalah Ramin Bahrani (Goodbye Solo, At Any Price), seorang kelahiran Amerika namun keturunan Iran. Namanya mungkin masih asing karena resume-nya belumlah banyak. Namun semua filmnya, walau tergolong independen, banyak menuai pujian di berbagai festival, apalagi 99 Homes ini.

99 Homes Movie Review

Kami pun puas menyaksikan karya visual terbaru Bahrani ini. Selain kisah dan ketegangan yang realistis, 99 Homes juga memberi wawasan baru mengenai aksi tipu daya yang dilakukan para agen real estate di Amerika sana.

Garfield dan Shannon pun memainkan peran ganda; rival sekaligus rekan, dengan meyakinkan. Nash yang butuh rumah, uang dan pekerjaan disambut “hangat” oleh Carver yang memiliki semua hal tersebut. Namun untuk mendapat apa yang ia inginkan, bukan hanya melakukan apa yang ditugaskan Carver pada dirinya, namun juga menerobos semua batasan moral dalam pekerjaan ini.

Saking realistisnya penggarapan konflik dalam 99 Homes, pilihan yang harus dipilih Nash pun jadi begitu sulit. Kalaupun kami berada di posisi Nash, kami pasti akan mengalami dilema yang sama cos our heart just goes out to those being homeless …

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top