Connect with us
thorragnarok

AADC 2 Movie Review: The 1st Was a Milestone. The 2nd Is a Good Reference. The 3rd Is Worth the Wait

Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2 Movie Review
Miles Film

REVIEWS

AADC 2 Movie Review: The 1st Was a Milestone. The 2nd Is a Good Reference. The 3rd Is Worth the Wait

This review contains no spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Jika saja Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) tidak dipisahkan bandara dan udara di akhir AADC (2002), mungkin sekuel ini tak akan ada. Untung juga AADC 2 dirilis berbelas tahun kemudian, menjadi referensi layak untuk genre romcom di Indonesia yang kami nilai saat ini masih saja kesulitan menemukan komposisi pas-nya.

Tak bisa kami sebut AADC 2 sebagai angin segar karena momen tersebut sudah lewat. Namun sayang, faktanya, tidak banyak film pengikut yang berhasil memanfaatkan momen kebangkitan tersebut, apalagi meninggalkan kesan membekas. Sehingga ketika AADC 2 dirilis dan hasilnya tak mengecewakan, genre romcom sekali lagi diberi kesempatan, jika tak mau dikatakan cenderung jalan di tempat setelah ratusan purnama (baca: silahkan hitung sendiri jumlahnya) sia-sia terlewat.

Ya … MuviBlaster tak salah baca. Kami menilai AADC 2 digarap baik. Dengan alur cerita yang sebenarnya tertebak dan fokus yang sudah kita bersama ketahui siapa, AADC 2 dengan hati-hati memutuskan strategi untuk atribut dan kemasannya.

Pertama, ada banyak gimmick marketing menarik, termasuk berbagai lokasi wisata indah di Yogyakarta dan performa para seniman berbakat unik seperti Papermoon Puppet Theatre. Kedua, nature karakter yang khas dari Maura (Titi Kamal), Milly (Sissy Priscillia), dan Carmen (Adinia Wirasti) kami nilai sukses menutupi celah durasi yang mungkin saja berubah jadi plot hole dan situasi awkward. Ketiga, chemistry Cinta dan Rangga yang semakin baik dan bisa dibilang, adorable, sebuah verdict wajib untuk film genre ini.

Ya … karakter Maura yang ceplas-ceplos, Milly yang masih saja telmi, serta Carmen yang kian sensitif, sudah mendarah daging dalam diri para bintangnya. Demikian pula karakter Cinta yang kian mudah galau dan Rangga yang masih  saja sinis. Seperti bertemu kawan lama, begitu kan?

Dan kami setuju jika setelah 14 tahun, AADC 2 memberi kesan demikian. Paling tidak, penonton menyadari bahwa terlepas waktu off-screen yang mengalami hiatus demikian lama, di dunia nyata, Cinta cs tak pernah melupakan momen yang dikenang baik para penontonnya, membuat AADC 2 sebuah reuni dengan momen nostalgia yang terlihat alami spontan namun sebenarnya dengan matang dipikirkan.

Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2 Movie Review

Nyaris Terjebak Ranjau Romansa Remaja yang Sudah Tak Jaman Lagi

His whereabouts is literally a problem to build up a conflict for this sequel. Namun bukan yang utama karena Cinta dan para penonton AADC sudah tahu ke mana dan ada di mana Rangga sekarang. Problemnya adalah mengapa ia stuck di New York tanpa memberi penjelasan pada Cinta. Inilah bagian kritisnya.

Karena, jika Cinta dan kami sebagai penonton, tak menyukai alasan yang diberikan Rangga, antara it’s a white lie atau cliche, sebuah langkah antisipasi untuk menyelamatkan AADC 2 dari ranjau romansa sepasang remaja yang sudah tak jamannya lagi, harus segera diambil.

Kalau mau jujur, alasan Rangga memanglah terjebak di antara 2 asumsi kami di atas. Namun yang menyebabkan alasan tersebut tak terjerumus lebih dalam lagi adalah kekuatan karakter Rangga yang membuat kami yakin bahwa ia tak berbohong. Rasanya tak perlu kami deskripsi panjang lebar aura wajah seorang Nicholas. Sorot matanya saja sudah sejati. Dapat peran Rangga yang sinis namun juga puitis, rasanya sulit percaya kalau ia punya niat iseng menyakiti perasaan seorang Cinta. Singkat kata, tak ada antisipasi melainkan keyakinan pihak di belakang layar pada kualitas akting para bintangnya.

Durasi Panjang Namun Penuh Momen Penting

Durasi 112 menit terbilang panjang jika alurnya hanya untuk mempertemukan Cinta dan Rangga. Namun, tenang saja karena durasi ini adalah hasil kombinasi berbagai momen persahabatan berharga serta proses perajutan tali cinta yang sempat terputus itu.

Walau durasi ngambeknya Cinta pada Rangga tergolong pendek, namun proses penyembuhan krisis kepercayaan itulah yang panjang. Rangga butuh waktu untuk menghapus egonya dan Cinta juga butuh waktu untuk yakin bahwa Rangga memang cinta sejatinya. Seperti proses penyembuhan yang keduanya alami, saran kami, nikmati saja selagi MuviBlaster bisa menikmati durasi penuh momen ini karena mungkin harus menunggu ratusan purnama untuk melihat Cinta dan Rangga bersua di layar lebar lagi.

Mirip Before Sunset. Mungkinkah ada Before Midnight?

Mendadak jadi teringat Before Trilogy karya Richard Linklater (Boyhood) yang legendaris itu? Perasaan Anda tak salah. Karena bukan hanya dari segi pautan timeline yang mirip, adegan percakapan Cinta dan Rangga seharian di Yogyakarta juga memberi kesan demikian. Walau konten percakapannya tidaklah sedinamis dan seluas milik Jesse dan Celine, namun kemiripan ini memberi sinyal bahwa mungkin saja ada AADC 3 ratusan purnama kemudian. See?

Apakah mungkin nanti Cinta dan Rangga akan dikisahkan menikah dan sudah memiliki anak, namun berada di ambang perceraian? Apakah sikap sinis Rangga tak kunjung hilang, membuat Cinta habis kesabaran? Tampaknya perlu ada perekat yang dipersiapkan lebih matang jika kasusnya demikian. Anyway, AADC 2 makes another sequel is worth the wait.


Director: Riri Riza

Cast: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Sissy Pricillia, Ardinia Wirasti, Titi Kamal, Dennis Adhiswara, Ario Bayu

Duration: 124 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top