Connect with us
jumanji

Along with the Gods: The Two Worlds Movie Review: The Interference Is Too Much That the Climax Owes an Apology

Along with the Gods: The Two Worlds
Lotte Entertainment

REVIEWS

Along with the Gods: The Two Worlds Movie Review: The Interference Is Too Much That the Climax Owes an Apology

This review contains no spoilers

(3/5) 

Premisnya adalah roh manusia dikawal trio pembela dunia akhirat menuju reinkarnasi. Percaya atau tidak, film produksi Korea Selatan yang mengisahkan kehidupan setelah mati ini memberi wawasan tentang proses pengadilan di alam baka. Bahwa ternyata proses tersebut ibarat proses pencarian kitab suci ke Barat ala Biksu Tong dan ketiga muridnya. Tidaklah mudah karena penuh dengan hambatan selama perjalanan, tak heran jika roh Kim Ja Hong (Cha Tae Hyun) perlu ditemani agar selamat dan tepat waktu sampai tujuan.

Namun keputusan roh siapa yang akan dikawal tidaklah dilakukan sembarangan. Semasa hidup, Ja Hong menjadi teladan bagi masyarakat. Kematiannya sendiri adalah akibat pengabdiannya kepada masyarakat; ia merenggang nyawa pasca menolong seorang korban di lokasi kebakaran. Namun ternyata, Ja Hong belum siap mati. Ia masih merasa berat meninggalkan sang ibu yang masih hidup namun sudah renta dan tak bisa bicara. Harapannya hanya satu; ia diijinkan bertemu sang ibu untuk terakhir kali sebelum berubah wujud menjadi makhluk dengan identitas lain.

Siapa sangka di tengah perjalanan, kami dihadapkan pada penguakan fakta bahwa Ja Hong ternyata tidak pantas menerima reinkarnasi. Di balik tahun-tahun pengabdiannya itu, tersimpan rahasia masa kecil yang Ja Hong pendam sendiri, yang ternyata nista alias tak terpuji. Hanya jika Ja Hong jujur mengungkapkan alasan sebenarnya ia melakukan hal tersebut, ia bisa dimaafkan dari siksaan neraka. Jikapun alasan jujurnya tak dapat diterima para dewa-dewi, ada trio pembela yang siap berupaya keras meringankan hukuman Ja Hong tersebut. Enaknya.

Along with the Gods: The Two Worlds

Sejauh yang kami tahu, kisah film ini adalah fiktif, berdasarkan webtoon seorang kartunis ketimbang pengalaman nyata mati suri maupun indera ke-6 seseorang. Jikapun kejadian ini benar adanya, sulit dipercaya jika ada semacam profesi pengacara di dunia akhirat. Dengan kata lain, roh manusia memiliki kesempatan untuk menjelaskan setiap duduk kesalahan yang mereka lakukan dan dosa mereka berpeluang mendapat remisi. Yang jadi pertanyaan, apakah sungguh para dewa, dewi, apalagi penjaga neraka mau mendengar yang namanya alasan? Apakah mata mereka tak cukup sakti menerawang ke dalam niat setiap makhluk di dunia?

Bukan kapasitas kami untuk menentukan apa yang benar dan apa yang salah dari materi film berjudul Along with the Gods: The Two Worlds garapan Kim Yong Hwa (Mr. Go) ini. Apakah benar ketika manusia meninggal, rohnya akan dijemput ketimbang bergentahyang sendirian mencari jalan? Apakah benar ada 7 pengadilan di dunia akhirat yang harus dijalani hingga tuntas selama 49 hari lamanya? Tidak lebih, tidak kurang? 

Bukan kapasitas kami pula untuk menentukan apakah plot dalam film ini bergerak kurang atau terlampau jauh. Bukankah setiap makhluk memiliki karma masing-masing yang seyogyanya tak saling bersinggungan? Apakah karma ternyata bisa diwariskan? Walau pertanyaan-pertanyaan tak terjawab ini membuat kesan fiktif itu masih kental terasa, film yang turut dibintangi aktor serial drama, Ju Ji Hoon (Princess Hours, Medical Top Team, Mask) faktanya mengusung genre fantasi, membuatnya masih berada dalam lingkaran radar aman.

Along with the Gods: The Two Worlds

Adapun yang jadi pengganggu selama perjalanan Ja Hong menuju reinkarnasi adalah unsur komedi yang sengaja disuntikkan namun justru seringkali merusak suasana. Ja Hong bukanlah Sun Go Kong yang nakal dan keras kepala. Kalau bukan karena ingin bertemu sang ibu untuk terakhir kali, sepertinya Ja Hong akan rela saja dimasukkan dalam neraka. Maksud kami, adegan komikal para penjaga sidang yang selalu kegirangan dalam tiap momen kekalahan Ja Hong, tak relevan.

Pengganggu lain adalahnya rumitnya subplot mengenai adik Ja Hong yang dikisahkan meninggal tak lama setelah si kakak. Adegan demi adegan nampak berusaha keras untuk membuat kami mengerti, bukan mengenai apa yang terjadi namun mengapa subplot ini harus ada dan dikembangkan sedemikian rumit, hanya dengan hasil akhir yang mana kami menilainya, lagi-lagi tak relevan. Alhasil, perjalanan Ja Hong disesaki pengalih perhatian, membuat kami perlahan namun pasti, berubah malas mengantar rohnya ke lokasi pengadilan terakhir.

Namun nasi sudah menjadi bubur dan Ja Hong harus tetap diantar jika tak mau usaha trio pembela jadi sia-sia belaka. Otomatis, klimaks diberi misi sebagai penyelamat karena di bagian inilah, rahasia Ja Hong terungkap dan keinginannya untuk bertemu sang ibu keras diupayakan. Ada sebuah twist namun tidak memberi efek kejut berkat beberapa lubang plot yang memberi peluang untuk ditebak pakai logika. Ada sebuah rasa sesal yang nyatanya mampu menciptakan adegan penutup yang mengharukan namun tetap tak bisa mengubah peta permainan. Ini adalah karma akibat membuat sang ibu menunggu terlalu lama.


Director: Kim Yong Hwa

Cast: Ha Jung Woo, Ju Ji Hoon, Cha Tae Hyun, Kim Dong Wook, Kim Hyang Gi, Oh Dal Su

Duration: 139 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

RECENTLY WATCHED

COMING SOON

AIRING NOW – KBS2

To Top