Connect with us
princessmononoke

Assassination Classroom: Graduation Movie Review: Nearing the Graduation Day, the Killing Mission Is Subject to Change due to a Tedious Past of Korosensei

Assassination Classroom Graduation Movie Review
Encore Films

REVIEWS

Assassination Classroom: Graduation Movie Review: Nearing the Graduation Day, the Killing Mission Is Subject to Change due to a Tedious Past of Korosensei

This review may contain mild spoilers

(3/5) 3.0 Stars

Murid mana yang tak simpati setelah mendengar kisah masa lalu Korosensei yang tragis. Bukan hanya menjadi korban eksperimen ilegal, Korosensei juga pernah kehilangan wanita yang ia dicintai. Ya … mari kita buka ulasan ini dengan fakta bahwa dahulu kala Korosensei adalah seorang pria … dan berwajah tampan.

Tak hanya tampan, ia juga adalah seorang pembunuh yang hebat. Saking hebat, julukan Dewa Kematian pun disematkan padanya. Tak heran jika ia tahu banyak tips dan trik membunuh, yang kemudian cocok dengan profilnya sebagai guru yang memiliki murid dengan misi membunuh dirinya sebagai syarat kelulusan. Namun, apakah Korosensei sungguh ingin dibunuh murid-muridnya sendiri? Atau misi ini bergeser dengan sendirinya nanti?

Tak pakai nanti, Assassination Classroom: Graduation sudah mempersiapkan jawaban. Jawaban ini bahkan sudah dapat diprediksi melalui ending Assassination Classroom (2015). Coba saja ingat-ingat betapa sedihnya Nagisa (Ryosuke Yamada), termasuk Karma (Masaki Suda) yang biasanya cuek, ketika mengira Korosensei sudah tiada. Dan mendadak Korosensei hidup lagi, semuanya malah menangis bahagia ketimbang senang karena berkesempatan lulus lebih cepat dari jadwal.

Singkat cerita, MuviBlaster tak akan banyak melihat usaha Nagisa cs membunuh Korosensei di sekuelnya ini. Sebaliknya, mereka malah bersikeras mencari cara untuk menolong Korosensei, walau tak begitu jelas apa dan mengapa caranya harus demikian. Korosensei pun tak bisa menolak ketika ia ditolong karena, sedari awal, misi pembunuhan yang ia tugaskan pada para murid hanyalah sebuah samaran dari misi sesungguhnya.

Percakapan Klise Pengulur Waktu

Namun sayang, berkurangnya usaha membunuh di atas, Assassination Classroom: Graduation terpaksa mencari peralihan, peralihan yang kami nilai lamban dan kurang greget. Ketimbang adegan aksi para murid membunuh gurunya, nyaris setengah durasi dihabiskan untuk drama antara Korosensei dan Aguri Yukimura (Mirei Kiritani).

Alih-alih romantis, drama di atas memuat terlalu banyak percakapan klise yang kami nilai sengaja dipasang untuk mengulur waktu, walau dengan berita baik, para murid jadi terbawa suasana dan merasakan simpati mendalam untuk Korosensei mereka. Pertanyaannya, apakah kontradiksi ini membawa sebuah akhir yang melegakan bagi para penonton?

Korosensei yang ketika menjadi manusia bernama Shinigami (Kazunari Ninomiya) ditangkap dan dijadikan kelinci percobaan sebuah eksperimen berbahaya. Siapa sangka, semasa eksperimen berlangsung, ia malah bertemu tambatan hati, seorang asisten lab sekaligus guru SMP paruh waktu kelas 3 E SMP Kunugigaoka, Yukimura.

Mereka belajar mengenal diri masing-masing hingga akhirnya jatuh cinta dan dipisahkan oleh maut. Namun, sebelum maut datang, Yukimura menitipkan pesan agar Shinigami melanjutkan mengajar murid-muridnya. Tak jelas berpesan mengajarkan apa, Shinigami memutuskan mengajarkan mereka keahlian membunuh profesionalnya.

Assassination Classroom Graduation Movie Review

Yamamoto Maika, si Pencuri Perhatian

Tidak seperti film pertamanya yang berfokus pada karakter Nagisa dan Karma, sekuel ini justru menampilkan Yamamoto Maika, si pemeran Kayano, sebagai pencuri perhatian. Di film pertama, Kayano sudah menjadi karakter murid wanita paling cantik dan unik (baca: menurut kami). Dengan gaya rambut kuncir kelinci dan tingkah laku paling menggemaskan, tak heran kalau Korosensei menaruh perhatian khusus padanya.

Assassination Classroom Graduation Movie Review

Dan di sekuel ini, perhatian tersebut semakin meningkat. Pasalnya, ada sebuah kisah di masa lalu yang membuat Kayano berubah. Tak lagi menggemaskan, namun menyeramkan. Buktinya, Korosensei saja sampai sempat dibuat tak berdaya.

Berkat Kayano pula, Nagisa melakukan sebuah tindakan nekat, yang membuat para penonton riuh ramai. Walau alim dan lembut, Nagisa justru memiliki banyak akal, terutama jika terjebak dalam situasi darurat. Hmm … senekat apa tindakan Nagisa ini? Lebih jauh lagi, kini Nagisa memiliki kemampuan tarung yang jauh lebih baik. Buktinya, ia terlihat tak gentar ketika harus berduel dengan Karma yang tak terkalahkan itu. Well … apa problem mereka berdua kali ini ya?

Intinya, terlepas adanya pergeseran plot dengan efek samping drama sentimental di atas, Assassination Classroom: Graduation memiliki semua jawaban untuk semua pertanyaan yang Anda, non-pengikut anime dan manga-nya, tak tahu jawabannya. Apakah murid-murid sungguh akan lulus? Apakah Korosensei sungguh akan mati? Mungkinkah Korosensei kembali ke wujud manusianya nanti? Daripada Anda menebak-nebak sendiri, silahkan saksikan Assassination Classroom: Graduation yang kembali dibawa masuk moxienotion ke Indonesia mulai 20 April 2016.


Director: Eiichiro Hasumi

Cast: Ryosuke Yamada, Kazunori Ninomiya, Masaki Suda, Mirei Katani, Hiroki Narimiya

Duration: 118 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top