Connect with us
princessmononoke

Attack on Titan: End of the World Movie Review: Unlike Other Successful Closing Chapters, Walls in Part 2 Are Even More Crumbling

MUVIBLAST - movie website for movie enthusiasts, based in Indonesia. Movie reviews, movie review, film review, review film, movie trailer, movie trailers, trailer movie, movie news, coming soon movies, playing now movies, box office movies, indie movies, cinema movies, independent movies, japanese movies, korean movies, hollywood movies, asian movies
Toho

Home

Attack on Titan: End of the World Movie Review: Unlike Other Successful Closing Chapters, Walls in Part 2 Are Even More Crumbling

This review contains mild spoilers

(3/5) 3.0 Stars

Kembali kami tekankan bahwa alih-alih dari sudut pandang seorang fanboy manga dan anime Attack on the Titan, ulasan ini murni berdasarkan pandangan kami sebagai pihak penikmat film pada umumnya.

Pasca menyaksikan Attack on Titan: Part 1 bulan Agustus lalu, kami sungguh berharap akan melihat sebuah gebrakan di bagian keduanya. Sebuah gebrakan yang memang seyogyanya ditampilkan, senada dengan sub judulnya End of the World. Sayangnya, sekali lagi kami kecewa dan yang lebih menyayangkannya lagi, segudang potensi yang sebenarnya bisa dikeluarkan tersebut, sekali lagi, terkubur rapat.

Ibarat sebuah masakan, kami sulit menjabarkan apa rasa Part 2 ini. Semua rasa seakan bercampur jadi satu, namun tidak harmonis. Tidak ada rasa yang menonjol, namun juga tidak ada rasa yang saling mendukung, membuat elemen-elemen dasarnya secara kasat mata terlihat tidak dimasak dengan baik.

Senada dengan perumpamaan masakan di atas, kami menilai Shinji Higuchi sebagai sutradara makin kehilangan kendali kapalnya. Entah mungkin karena begitu banyak konflik yang harus diselesaikan namun waktunya singkat atau karena terlalu terburu-buru ingin mencapai klimaks, semua strategi yang ia terapkan tidaklah berhasil.

Padahal, kalau Higuchi lebih cermat memperhatikan alur demi alur kisah, Part 2 bisa lebih dinikmati tanpa harus banyak menimbulkan kebingungan sana sini. Kalau pula Higuchi lebih bijaksana memanfaatkan ruang durasi, maka ia akan memilah mana adegan yang menjadi bagian main plot, mana yang menjadi bagian side story, dan mana yang menjadi deleted scenes.

Too Much Uncanny Scenes

Ruang durasi yang terbilang pendek untuk bagian akhir sebuah film, 87 menit, kami nilai cukup sesak memuat semua kisah perjalanan Eren cs melawan para Titan. Ditambah dengan prolog mengenai jalinan cerita di Part 1 yang cukup panjang, 87 menit jadi cepat berlalu.

Anggap saja kalau kami bisa maklumi prolog tersebut namun beberapa adegan dalam Part 2 ini juga banyak yang kami anggap tak perlu. Di tengah kegentingan menuju klimaks, di mana ketegangan yang harusnya lebih ditingkatkan intensitasnya, malah berubah menjadi sebuah drama sekaligus perdebatan yang kurang begitu penting. Kalimat-kalimat mengecam namun juga puitis Shikishima (Hiroki Hasegawa) dengan Eren (Haruma Miura) menjadi distraksi terhadap misi penting yang seharusnya mereka lakukan.

Adegan minim substansi lainnya, lagi-lagi, terjadi di antara kedua jagoan utama namun berbeda kubu ini. Bukannya segera menemukan kata sepakat untuk bersama-sama membangun dunia baru yang damai, keduanya malah kembali terlibat dalam konflik personal yang cukup mengganggu jalinan cerita. Come on guys, grow up and be a man at least for once.

Attack on Titan: End of the World Movie Review

An Improved Visualization

Sempat juga kami kemukakan pada ulasan Part 1 bahwa Attack on Titan memiliki masalah visualisasi. Efek visual Titan serta lansekap yang menjadi setting peperangan manusia vs raksasa ini kurang meyakinkan, apalagi untuk film live action sekelas ini.

Untungnya, kami melihat dalam Part 2, segalanya tampak membaik. Walau tidak mencapai taraf mencengangkan mata, paling tidak, Titan jelmaan Eren dan Shikishima, serta Colossal Titan yang kembali muncul di akhir film (baca: pardon us for the spoiler) tampil lebih maksimal dan meyakinkan. Masalah proporsi dan sudut pengambilan gambar yang banyak kami temukan di Part 1, juga banyak diperbaiki di Part 2.

Attack on Titan: End of the World Movie Review

Namun, kalau boleh jujur, sungguh disayangkan bahwa kesempatan mengadaptasi manga dan anime setenar Attack on Titan tidak dimanfaatkan dengan baik. Mungkin masih bisa kami maklumi jika terjadi beberapa plot holes akibat begitu banyaknya volume yang sudah terbit sehingga memuat detailnya ke dalam 2 bagian film bukan sebuah tugas yang mudah.

Namun, jika masalahnya terletak pada orang-orang di belakang layar yang kurang piawai mengaplikasikan CG, rasanya tidak masuk akal. Kami pun tidak mau berasumsi lebih lanjut soal penyebab kekurangan di aspek satu ini.

How About the Love Triangle?

Percayalah, tidak ada banyak intrik cinta segitiga yang bisa MuviBlaster harapkan di Part 2 ini. Selain fokus utama mengalahkan Titan dan Eren yang bergumul dengan wujud barunya, hanya Mikasa (Kiko Mizuhara) yang tertangkap galau memikirkan Eren di sepanjang film.

Chemistry antara Eren dan Mikasa tidaklah semakin kuat, hanya cenderung kembali normal, tidak lagi ngambek seperti dalam Part 1. Namun, bukan berarti chemistry antara Mikasa dan Shikishima semakin kuat karena keduanya akan berbeda kubu nantinya. Singkat kata, tidak banyak adegan romansa yang sempat dimuat dalam 87 menit, membuat Part 2 lebih padat adegan aksi.

Attack on Titan: End of the World Movie Review

Untungnya, bagi Anda kaum Hawa penggemar Miura, Anda akan lebih banyak melihat wajah tampannya di sini. Adegannya dalam sebuah ruang bawah tanah misterius bersama Shikishima juga dijamin banyak mengundang perhatian.

Namun, let’s be fair, Part 2 tidak bisa selamat hanya karena penampilan Miura semata. Cukup banyak elemen penting yang dilalaikan, tidak diperhatikan dengan baik untuk mendapat hasil yang diharapkan. Walau tidak runtuh total, namun dinding yang tersisa tidak mampu menahan banyaknya kritik yang perlu kami sampaikan di ulasan ini. Well … paling tidak Part 2 berakhir bahagia dan Eren cs bisa melihat dunia lebih luas lagi.


Director: Shinji Higuchi

Cast: Haruma Miura, Kiko Mizuhara, Kanata Hongo, Hiroki Hasegawa

Duration: 87 mins


Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top