Connect with us
princessmononoke

Batman V Superman: Dawn of Justice Movie Review: Despite Whoever Screws Up, the Versus Idea Has Gone Wrong Since the Beginning

Batman V Superman Movie Review
Warner Bros. Pictures

REVIEWS

Batman V Superman: Dawn of Justice Movie Review: Despite Whoever Screws Up, the Versus Idea Has Gone Wrong Since the Beginning

This review may contain mild spoilers

(2.5/5) 2.5 Stars

Tidak ada salahnya mempertemukan 2 ikon superhero dalam sebuah film, apalagi keduanya masih berada dalam kubu yang sama. Namun, ketika Batman dan Superman yang masing-masing sudah punya fanbase bahkan kota sendiri diadu, many things can go wrong, apalagi jika salah satunya sengaja dibuat terlihat bodoh hanya untuk membuat yang satunya bersinar.

Tak perlulah kami membodohi MuviBlaster dengan menjatuhkan salah satu superhero karena judul Batman V Superman sudah otomatis membuat Anda berasumsi sendiri siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Lagipula, isu terpenting sebenarnya bermuara pada pemicu kompetisi keduanya. Mengapa Batman ingin sekali melihat Superman berdarah dan apa iya Superman membuat Batman marah? Sekedar salah paham karena rumor-rumor tetangga?

Yang pasti, jangan harapkan ada bromance di sini karena kompetisi di film ini sengit. Sayang saja, kesengitan yang tersalurkan lewat adegan-adegan pertarungan epik namun juga melelahkan, tidak dilatarbelakangi motif yang kuat. Kemarahan Batman ternyata sepihak sehingga aksi brutalnya kami nilai lebay. Lucunya, semua kemarahan Batman malah membuat Superman sebagai sosok manusia super berhati emas. Namun, kemarahan ini justru membuat Batman lebih mengolah fisik dan berhati-hati mengatur strategi. Apakah mungkin Superman jadi sombong karena mengira dirinyalah yang terkuat di sini?

Ben Affleck Is Not the Batman We Expect

Motif kemarahan yang tidak kuat, plus akting dan aura Ben Affleck (Argo, Gone Girl) yang jauh dari sosok Batman, apalagi ketika kami memiliki Christian Bale (American Hustle, Knight of Cups) sebagai pembanding. Singkat kata, pupus sudah harapan kami melihat Affleck bangkit dari Daredevil-nya. Batman milik Affleck minim karisma, lemah, dan tua sesuai plot usia Bruce Wayne-nya.

Batman V Superman Movie Review

Berbeda dengan rival-nya. Henry Cavill (The Man From U.N.C.L.E) mengungguli Affleck dalam hal karisma, stamina, dan ketampanan, walau sebenarnya kami tidak melihat progres kualitas berarti semenjak Man of Steel (2013). Beruntung juga, Cavill diberi plot percintaan yang berkembang dengan Lois Lane (Amy Adams), membuat karakter Superman-nya tak melulu merah dan biru.

Wonder Woman, the Sweet Between the Bitter

Mari kita bahas si pemanis kepahitan antara Batman dan Superman. Adalah Wonder Woman (Gal Gadot) yang latar belakangnya masih disimpan rapat di film ini. Terlepas ia berada di pihak Batman atau mengenal Superman, yang jelas superheroine pionir DC Comics ini tak tahan melihat ketidakadilan. Sehingga wajar saja jika ia kemudian membantu kedua superhero kepala batu yang baru ia kenal itu tanpa banyak tanya.

Sinkron dengan slot tampil yang minim, kami jadi sulit menilai akting aktris Israel cantik ini secara objektif. Wajahnya cantik, tubuh modelnya tinggi semampai, adegan aksinya cukup meyakinkan. Ia bahkan sempat berdiri di tengah, di depan, dalam sebuah adegan penting yang ditransfer dalam poster. Jika memang Wonder Woman milik Gadot akan dijadikan spin-off, well … until then, then.

Batman V Superman Movie Review

Lex Luthor Goes Curly

Mungkin karena rambutnya yang panjang keriting, otak Lex Luthor milik Jesse Eisenberg mengalami kerusakan. Tak bisa berpikir jernih karena tertutup rambut tebal, ia sempat dikatai psikopat. Bicara dengan kalimat penuh teka-teki, nekat menghidupkan si keji Zod (Michael Shannon), Luthor versi baru ini kami nilai cocok diperankan Eisenberg.

Kekurangan hanya terletak pada fisik Eisenberg yang kurang mengintimidasi. Pilihannya antara Eisenberg bermain watak segila karakter Joker atau ia diberi motif baru yang lebih kuat ketimbang berfilosofi mengenai aspek terkuat di alam semesta. Yang pasti, perubahan gaya rambut Luthor di akhir cerita memberi harapan untuk prediksi ini.

Epic Yet Tiring Battle

Dengan nama Zack Snyder (300, Suckerpunch, Man of Steel) sebagai sutradara, jaminan pertarungan epik sudah di tangan. Namun, ketika pertarungan ini terlalu lama, tak terkontrol, efek melelahkan kami rasakan juga. Awalnya berharap melihat pertarungan sengit Batman dan Superman yang meninggalkan rasa puas, kami justru merasa tak tega karena sebenarnya, pertarungan ini tak perlu sampai terjadi.

Dan ketika kami menyadari bahwa pertarungan akbar keduanya adalah melawan kegilaan Luthor dan ciptaan gilanya, kami pun kehilangan selera. Lengkap dengan efek visual yang tumpang tindih, porsi serang menyerang antara trio manusia super yang tidak seimbang, jelas sudah bahwa ide versus Batman V Superman tidak dieksekusi baik sehingga harus menggunakan pertarungan akbar ini sebagai pengalih perhatian.


Director: Zack Synder

Cast: Henry Cavill, Ben Affleck, Amy Adams, Gal Gadot, Jesse Eisenberg, Diane Lane

Duration: 183 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top