Connect with us
transformersthelastknight

Beauty and the Beast Movie Review: The Lovable Elements and Darling Performance of Emma Watson Can’t Help the Unfortunate Anti Climax

Beauty and the Beast Movie Review
Walt Disney Studios Motion Pictures

REVIEWS

Beauty and the Beast Movie Review: The Lovable Elements and Darling Performance of Emma Watson Can’t Help the Unfortunate Anti Climax

This review contains mild spoilers

(3/5) 3.0 Stars

Di atas kertas, kisah si Cantik mematahkan kutukan si Buruk Rupa lebih menjual. Namun di layar lebar dengan format live action, visualisasi Cinderella (2016) mendobrak kungkungan upik abunya, kami nilai lebih unggul dalam banyak hal. Tak sekedar menjual wajah cantik Lily James (Downtown Abbey, Pride, Prejudice, and Zombies) yang kala itu namanya belum terlalu santer, Cinderella memberikan nuansa dongeng yang lebih kental dan klimaks yang lebih menggigit.

Trademark khas sepatu kaca itu juga digambarkan misterius dan sakral, memberikan objek cantik ini sebuah peran penting bagi keberlangsungan jalan cerita. Lebih jauh lagi, ada drama menarik sang ibu tiri yang belum pernah diceritakan di format Cinderella manapun juga, membuat Cinderella mudah memberi jawaban jika diberi pertanyaan “Apakah versi live action ini perlu dibuat?

Sayang, walau Beauty and the Beast juga memiliki elemen baru serupa, elemen tersebut digarap klise. Walau elemen musikal yang ditampilkan menarik, namun porsinya terlalu banyak jika tak ingin disebut sengaja untuk menghabiskan durasi. Konsep penggarapan yang diusung memanglah musikal, namun pasca gagal menemukan klimaks dari kisah cinta yang timeless ini, kami melihat konsep ini tak lebih dari sebuah strategi pengalihan. Bahwa Bill Condon (Dreamgirls, Mr. Holmes) sebagai sutradara kurang piawai membangun ketegangan serta mengarahkan si kedua karakter utama menuju sebuah chemistry. Singkat kata, Beauty and the Beast kami nilai gagal meneruskan tongkat estafet kesuksesan format live action Disney (Anti) Princess ini.

Imbasnya, Beauty and Beast terlihat tak lebih dari sebuah proyek untuk mengangkat nama seorang Emma Watson (Harry Potter, Noah, The Circle), dan memang demikianlah yang terjadi. Watson tampil sangat cantik dan cerdas sebagai Belle yang digambarkan sebagai seorang gadis berjiwa bebas dan berpikiran kreatif which is sesuai dengan kepribadian asli si pemeran Hermione Granger ini. Namun, di saat yang sama, kami juga melihat Watson bermain aman, terlepas ada adegan menyanyi, menari, serta berkuda yang sebelumnya tak pernah ia lakoni ini. Berita baiknya, gerak-gerik Watson memang menyenangkan dilihat, suaranya juga ternyata merdu, membuat usahanya tidak sepenuhnya sia-sia. Tak dipungkiri, Watson memang memiliki kualitas anti-princess mengalir dalam dirinya.

Beauty and the Beast Movie Review

Cast terbaik menurut kami adalah Luke Evans (Dracula, F6), si pemeran Gaston. Biasa melihatnya jadi jagoan atau penjahat, Evans kali ini keluar dari zona nyamannya; bernyanyi, menari, dan memuji diri sendiri. Ia adalah si narsis yang mengejar cinta Belle secara posesif. Ia juga adalah si narsis yang selalu ingin menjadi idola Desa Villeneuve. Dengan kualitas rendahan seperti ini, tak diduga, Evans mampu memberi kesan flamboyan sekaligus perlente untuk Gaston miliknya. Chemistry-nya dengan rekan setia, LeFou (Josh Gad) juga selalu klik, baik itu sedang sepaham maupun berbeda pendapat.

Cast pengisi suara barang-barang antik di istana Beast juga semuanya baik. Diplot sebagai sebuah tim, sahut-sahutan setiap karakter terdengar sempurna dan menyenangkan, sukses menjadi sahabat terbaik untuk Belle di dalam istana. Dukungan moral para suara ini untuk kepribadian Beast juga sangat berpengaruh, terutama menjelang sisa beberapa kelopak terakhir mawar merah itu.

Namun sayang, performa para bintang yang terlibat tetap tak bisa menghilangkan kekecewaan kami terhadap fakta betapa anti-klimaksnya akhir film ini. Ada emosi yang tersampaikan dan chemistry yang tak terbentuk. Konflik demi konflik dihadirkan begitu cepat, sedekat jarak Desa Villeneuve dan istana Beast yang seharusnya jauh itu. Watson tampil cantik sendiri sementara Beast tampil seperlunya, memberikan kekasihnya itu ruang gerak lebih banyak. Lagi-lagi, jelas terlihat apa yang sedang dijual di sini.


Director: Bill Condon

Cast: Emma Watson, Dan Stevens, Luke Evans, Emma Thompson, Ewan McGregor, Josh Gad, Ian McKellen, Kevin Kline, Nathan Mack, Stanley Tucci

Duration: 129 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

despicableme3

dunkirk

baywatch

To Top