Connect with us
thorragnarok

Billy Lynn’s Long Halftime Walk Movie Review: Despite the Story Is Ordinary on Paper, the Visual Storytelling Is Interesting

Billy Lynn s Long Halftime Walk Movie Review
TriStar Pictures

REVIEWS

Billy Lynn’s Long Halftime Walk Movie Review: Despite the Story Is Ordinary on Paper, the Visual Storytelling Is Interesting

This review contains no spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Plotwise, Billy Lynn’s Long Halftime Walk tidak menyodorkan kisah yang baru apalagi twisted. Plotnya normal namun dengan teknik penceritaan yang kami nilai menarik. Lebih jauh lagi, premis seorang tentara yang mengalami trauma sehabis perang bukanlah sesuatu yang bisa disombongkan, namun ketika seorang Billy Lynn yang masih berusia 19 tahun adalah tentara yang dimaksud, ada nilai plus yang membuat kami kian tertarik menyaksikan kisahnya.

Walau tidak sesanter Life of Pi (2012), film garapan Ang Lee ini tetap mencuri perhatian kami. Tidak juga menggembar-gemborkan efek visual canggih ala Pi, film Lee ini tetap menampilkan kepiawaian teknis Lee dalam membuat adegan demi adegan nampak artistik. Secara garis besar, Lee menerapkan strategi yang tepat sasaran dan tidak berlebihan, baik untuk aspek teknis maupun non-teknisnya.

Walau sumber masalah film ini datang dari sebuah perang yang dialami Lynn, film ini fokus pada kondisi psikologis Lee pasca perang yakni ketika timnya-Bravo, sedang menjalani tur promosi dan menjadi sorotan warga AS bak selebriti Hollywood. Hasilnya? Jangan bayangkan bahwa film ini disesaki adegan pertumpahan darah di medan perang. Sebaliknya, ada banyak adegan berisi guyonan menghibur yang dilontarkan para anggota Bravo serta drama antara Lynn dengan orang-orang di sekitarnya, yang membuatnya sosoknya kian matang di akhir cerita.

Singkat kata, sesuai judulnya, film ini memanglah menyorot perkembangan karakter Lynn sepanjang durasi, dari waktu ke waktu. Dan perkembangan karakternya ini tak lepas dari kepercayaan serta relasinya dengan karakter lain, terutama para senior di timnya dan keluarganya sendiri. Bahwa, terlepas predikat pahlawan yang harusnya ia banggakan, Lynn justru merasa hal ini sebagai beban. Apalagi mengingat usia Lynn yang masih remaja, ia juga bimbang dengan prioritas dalam hidupnya. Apakah ia akan terus melayani negara dengan kemungkinan kehilangan nyawa kapan saja? Ataukah ia akan memilih menikmati masa muda yang tak mungkin diulang kembali?

Karakter Pengendali Diri

Sosok Lynn berbeda dari remaja kebanyakan. Ia begitu tenang dan tak banyak bicara. Sekalinya bicara pun adalah kalimat-kalimat bijaksana yang sanggup membuat seniornya tertegun atau terkesima. Bahkan ketika ia mengalami trauma pasca meninggalnya Sersan Shroom (Vin Diesel), Lynn dengan baik menyembunyikan rasa bersalahnya. Padahal, kebanyakan rekan tim Bravo-nya suka bersenda gurau, membuat Lynn banyak kali terjebak dalam situasi tak nyaman.

Billy Lynn s Long Halftime Walk Movie Review

Lynn juga dikenal sebagai si andalan. Ia adalah tipe pemimpin yang dihormati rekannya, terlepas umur mereka sebenarnya setara. Melihat kualitas alpha dalam diri Lynn, otomatis menarik melihat sekaligus mempelajari bagaimana Lynn menyikapi dilema yang tengah menderanya ini. Bagaimana seorang yang masih muda belia seperti Lynn bersikap ketika ia diberi kasus orang dewasa yang berhubungan dengan kematian dan komitmen pula?

Karakter, karakter, karakter. Fokus Lee ini membuatnya filmnya membumi, jika tak mau dikatakan tak ambisius. Kelemahan memang sempat muncul ketika kegalauan Lee ditampilkan dalam tempo lamban, memberi kesan bahwa film ini digarap malas. Namun ketika adegan merenung penuh kegalauan Lynn disisipi nostalgia adegan pengalaman perang perdananya di Irak, bahkan sesekali dikagetkan hiruk-pikuk keramaian stadion yang menjadi lokasi tur promosi timnya, kelemahan ini berubah menjadi teknik penceritaan yang menciptakan dinamika menarik.

Who’s Joe Alwyn?

Terlepas kami belum pernah mendengar nama Joe Alwyn, film ini didukung banyak bintang besar yang kami kenal baik. Mulai dari Diesel (The Fast and the Furious), Chris Tucker (Rush Hour) hingga Kristen Stewart (Twilight). Lalu siapa Alwyn yang dipercaya memerankan karakter yang namanya paling dielu-elukan di sini?

Well … Alywn memulai debutnya di film ini, otomatis tak ada portfolio yang bisa kami jabarkan panjang lebar di sini. Namun, Alwyn memanglah seorang murid jurusan seni dan drama sehingga jodohnya dengan Lynn tak perlu banyak dipertanyakan. Dan walau sebelumnya hanya pernah terlibat dalam proyek drama sekolah, bakat dan kemampuannya akting Alywn sudah kentara.

Berkat Alywn, Lynn pun dengan mudah kami lihat sebagai role model anak muda modern baru, walau sosoknya fiktif belaka. Bahwa belajar melayani dan bertanggung jawab untuk sesama tak harus menunggu tua. Ketika kesempatan itu datang dan niat sudah dipersiapkan kuat, jangan takut melangkah jika rasa takut dan godaan mendadak datang menghadang. Anggap saja ini semua sebagai ujian pendewasaan diri.


Director: Ang Lee

Cast: Joe Alwyn, Vin Diesel, Kristen Stewart, Garrett Hedlund

Duration: 113 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top