Connect with us
thorragnarok

Cinderella: Reimagining the Classic Tale in This Beautiful Enchanting Movie Adaptation

MUVIBLAST - movie website for movie enthusiasts, based in Indonesia. Movie reviews, movie review, film review, review film, movie trailer, movie trailers, trailer movie, movie news, coming soon movies, playing now movies, box office movies, indie movies, cinema movies, independent movies, japanese movies, korean movies, hollywood movies, asian movies

REVIEWS

Cinderella: Reimagining the Classic Tale in This Beautiful Enchanting Movie Adaptation

Overall Rating : 3.5 Stars

Selama 90 tahun terakhir, film dongeng animasi keluaran Walt Disney telah setia menemani publik dengan berbagai pesan moral di dalamnya. Karakter yang unik serta kisah fantasi antah berantah yang berakhir bahagia selama-lamanya (baca : happily ever after) pun sukses membuat imajinasi penontonnya berkelana.

Mulai dari Putri Salju, Putri Tidur, Si Cantik dan Buruk Rupa hingga yang akan kami ulas berikut ini, Si Upik Abu alias Cinderella. Uniknya, masing-masing dongeng ini memiliki atribut yang khas; Putri Salju dengan buah apel, Putri Tidur dan mesin pintal, termasuk Cinderella dengan sepatu kacanya yang selalu tidak pernah lengkang oleh waktu itu.

Dirilis perdana pada tahun 1950, film animasi yang diadaptasi dari novel berjudul Cendrillon (1697) karya Charles Perrault, kisah Cinderella versi Walt Disney terbilang sangat berjasa dalam memperkenalkan konsep serta paradigma dari putri cantik, pangeran tampan, ibu tiri yang kejam beserta sepatu kaca lewat tampilan serta bahasa yang lebih approachable dan mudah dipahami.

Tidak sedikit pula filmmakers dari banyak negara yang kepincut dengan kisah ini dan akhirnya pun membuat versi live action-nya. Namun, kami menilai versi live action Cinderella yang baru saja dirilis ini adalah yang paling menarik. Pasalnya, behind the scenes film ini adalah mereka yang lebih banyak berkecimpung di genre action ketimbang fantasi yang erat dengan penampakan putri, pangeran, serta ibu peri.

Adalah produser Simon Kinbeg (X-Men : Days Of Future Past) dan aktor sekaligus sutradara Kenneth Branagh (Thor, Jack Ryan), yang diam-diam ternyata berbakat juga mengarahkan film dengan ramuan fantasi lembut seperti ini.

cinder3

Ella (Lily James) adalah gadis cantik yang terlahir dalam keluarga penuh kasih dan berkecukupan. Ayahnya (Ben Chaplin) dan ibunya (Hayley Atwell) sangat menyayangi Ella dan selalu menghujani putri semata wayang mereka itu dengan kebaikan. Sayang, senyum kebahagiaan keluarga mulai memudar ketika ibu Ella meninggal karena sakit.

Beberapa tahun kemudian, sang ayah yang telah menduda sekian lama, tiba-tiba mendapat kabar bahwa rekan bangsawannya, Lord Termaine meninggal dunia dan meninggalkan seorang istri, Lady Termaine (Cate Blanchett) serta 2 orang putri, Anastasia (Holliday Grainger) dan Drizella (Sophie McShrea). Singkat cerita, demi memulai hidup baru dan memberikan ibu baru untuk Ella, ayahnya pun menikahi janda tersebut.

Namun tak disangka, ternyata dibalik kecantikan serta keanggunan Termaine beserta kedua putrinya, tersimpan rasa dengki dan iri hati. Pasca kematian sang ayah, Ella pun makin diperlakukan semena-mena oleh ibu dan kedua saudari tirinya itu. Hingga pada suatu hari, Ella tidak sengaja bertemu dengan sang Prince Charming (Richard Madden) yang menyamar sebagai seorang bangsawan bernama Kit.

cinder2

Like Watching It for the First Time

Mirip kisah dalam film Cinderella sebelumnya, rentetan peristiwa mulai dari undangan pesta dansa hingga Cinderella yang dibantu oleh si ibu peri pun menghiasi jalinan cerita film ini selanjutnya. Pertanyaannya, apa yang membuat versi live action milik Branagh ini terlihat lebih menarik?

Seperti yang telah diperlihatkan Branagh ketika menyutradarai Thor (2011),  ia kembali mengaplikasikan formula suksesnya ketika mengadaptasi dongeng klasik yang sudah mendarahdaging ini ke dalam format film. Bukan berkonotasi negatif, namun kesetiaan Branagh dalam men-copy dan paste kisah Cinderella memanglah apik. Nyaris tidak kehilangan jati diri/ trademark kisah aslinya, kami pun dibuat seakan menonton kisah Cinderella untuk pertama kalinya.

cinder2

Pengalaman menonton film ini pun menjadi berkesan dan semakin berkesan dengan visualisasi megah (mulai dari lansekap lokasi, arsitektur bangunan, hingga arsitektur gaun dan sepatu kaca milik Cinderella) namun tidak berlebihan. Hampir seluruhnya tampak pas and fits its size properly, just like Cinderella fits her glass slippers. Rasanya pun tidak berlebihan kalau kami memprediksi film ini akan menyabet nominasi untuk kategori Best Costume Design & Best Production Design  di ajang Oscar 2016 mendatang.

Tidak ketinggalan, alunan scoring klasik nan megah karya Patrick Doyle (Harry Potter and The Goblet Of Fire, Brave) yang membuat kami seakan-akan sedang hidup dan tinggal di dalam dunia dongeng si Cinderella.

Lily James’s Enchanting Performance

Mendapatkan aktris yang pas untuk memerankan karakter putri cantik dari negeri dongeng termasuk proses yang gampang-gampang susah. Secara fisik, mungkin banyak aktris yang mempunyai tampang secantik tuan putri, namun tidak semua aktris memiiki kualitas keanggunan seorang putri yang notabene flawless itu.

Untungnya, Branagh tidak salah pilih. Ketika pertama kali melihat James, Branagh knew she’s the one. Kami pun merasakan hal yang sama. Walau sempat kami membanding-bandingkan James dengan Anne Hathaway (The Princess Diaries, Ella Enchanted) ketika menonton, we finally gave up. James terlihat stand out with her own style; mimik wajah cantik innocent, akses Inggris khas, serta gerak geriknya yang selalu graceful itu.

Singkat kata, James adalah representasi Cinderella modern; baik hati, anggun, dan berani, bukan lagi cengeng dan pasrah serta berharap pada Prince Charming semata. Chemistry-nya dengan Blanchett yang baik hampir di seluruh adegan juga menunjukkan bahwa keduanya sebenarnya adalah 2 sosok wanita yang kuat, namun dengan gaya dan orientasi hidup yang sayangnya berbeda. Kalau si ibu tiri survive dengan cara memanipulasi dan menjatuhkan orang lain, Cinderella keeps it simple by being courageous and kind towards others.

cinder1

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top