Connect with us
thorragnarok

Collective Invention Movie Review: Celebrating Medical Malpractice Polemic by Giving the Victim a Slight Chance of Rebirth

MUVIBLAST - movie website for movie enthusiasts. Movie reviews, film ,trailers, box office, cinema, japan, korea, Hollywood, horror, heist, found footage, romcom, animation

Home

Collective Invention Movie Review: Celebrating Medical Malpractice Polemic by Giving the Victim a Slight Chance of Rebirth

Overall Rating: 3.5 Stars

Premisnya mungkin terdengar agak aneh, seorang pria perlahan namun pasti berubah menjadi “seorang” ikan dan disebut mutan. Apapun itu sebutannya, pria ini, Park Gu, mengalami kelainan genetika. Namun, kelainan yang ia alami tidak kronis, melainkan efek samping instan sebuah percobaan ilmiah.

Gu, demikian ia dipanggil, mendadak mengalami gejala aneh pada tubuhnya. Kulitnya bersisik, jari-jari tangannya berselaput dan kepalanya berubah menjadi kepala seekor ikan. Namun, bukan proses kelainan genetika ini yang disorot di film berjudul Collective Invention, melainkan gejolak publik terhadap wujud barunya itu.

Dianggap sebagai mutan, bukanlah sebuah situasi yang menguntungkan bagi Gu, namun tidak dengan rekan-rekan jurnalis di luar sana yang rela melakukan apa saja demi mendapat sebuah berita sensasional. Tidak hanya itu, diduga pula bahwa ayah Gu menginginkan uang kompensasi yang akan didapat Gu jika ia berhasil memenangkan tuntutan terhadap klinik yang melakukan malpraktek ini.

Didera faktor eksternal bertubi-tubi dan kurangnya dukungan dari orang-orang terdekat alhasil membuat tingkat kepercayaan diri Gu turun drastis, membuat dirinya begitu pasrah dengan keadaan barunya dan nyaris bunuh diri. Sempat ia menghilang, tersesat hingga akhirnya memutuskan kembali untuk berada di dekat orang-orang yang peduli padanya, terutama Sang Won, seorang reporter stasiun TV yang menyamar.

Satu-satunya cara untuk menyelamatkan Gu dari dilema ini adalah dengan mengembalikan dirinya ke wujud semula. Namun ternyata, melakukan hal ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan apalagi memundurkan waktu yang sudah berjalan. Hingga akhirnya Gu dihadapkan pada sebuah pilihan lain, mungkinkah jika ia hidup dengan wujud barunya, sebagai ikan di lautan bebas yang jauh dari usikan manusia?

Collective Invention Movie Review

Kesempatan Terlahir Baru, dalam Wujud Baru

Walau di satu sisi, peristiwa yang dialami Gu terlihat ironis, namun di sisi lain, peristiwa ini memberikan Gu kesempatan untuk terlahir kembali. Prosesnya memang tidak mudah. Gu sempat dimanfaatkan, sempat pula menjadi idola sekaligus inspirasi bagi publik, hingga akhirnya kembali dicemooh dan dikucilkan. Bukan orang, bukan pula ikan, ke mana Gu harus mengadu kegundahannya ini?

Dinamika yang bermain dalam plotline inilah yang membuat Collective Invention menjadi sebuah karya visual unik. Tidak begitu memusingkan mengapa malpratek semacam ini bisa terjadi (apalagi jika dibayangkan terjadi di kehidupan nyata), fokus film yang dibintangi oleh Lee Kwang So dan Park Bo Young ini adalah moralitas orang-orang di sekeliling Gu, terhadap situasinya. Apakah mereka akan membela atau justru mengambil keuntungan darinya?

Disisipi intervensi isu politik di Korea, premis unik ini juga bisa beradaptasi dengan baik, membuat konflik dan solusi yang satu per satu dihadirkan, terasa masuk akal untuk terjadi di dunia nyata. Apakah mungkin malpraktek ini merupakan bentuk intervensi pihak-pihak tak berkepentingan yang ingin mengacaukan keteraturan di negeri gingseng tersebut?

Film ini dibesut oleh Kwon Oh Kwang yang salah satu film pendeknya, Safe, pernah menang di ajang Cannes International Film Festival 2013. Dan kali ini, film terbarunya tak kalah menarik perhatian. Film yang sebenarnya lebih kental genre dramanya ini disuntikkan elemen komedi satir yang beberapa kali membuat kami tertawa tak tega. Gerak-gerik Park Gu yang pasif membuat karakternya terlihat menyedihkan, namun  disisipi fakta bahwa aktor yang berada di balik kepala ikan itu adalah Kwang Soo, kami pun tak bisa tak tertawa geli ketika terdapat adegan-adegan konyol bercampur ironi.

Collective Invention Movie Review

Hubungannya dengan Ju Jin (Bo Young) dan Sang Won (Lee Chun Hee) juga cukup emosional. Walau sempat mencelakai Gu, belakangan Jin malah menaruh simpati pada kondisi pria yang menyukainya itu. Tak sempat melihat wujud asli Gu, Sang Won juga merasa simpati serta dilema mendalam antara kode etiknya sebagai reporter dan nilai-nilai moralnya sebagai manusia. Jalur manakah yang akan ia pilih nantinya?

Ditayangkan khusus pada saat upacara pembukaan KIFF (Korea Indonesia Film Festival) 2015 serta pada tanggal 30-31 Oktober di lokasi CGV Blitz tertentu (baca: cek di sini), Collective Invention sebenarnya bukanlah tipe film yang mudah dicerna. Namun dengan struktur plot yang dibangun cukup rapi dan sebuah twist menarik yang disuntikkan di bagian klimaks, film ini sukses mengetuk pintu moral penontonnya jika polemik Gu terjadi pada diri mereka.

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top