Connect with us
transformersthelastknight

Critical Eleven Movie Review: The Uplifting Duet Safely Manages the Turbulence Until Touchdown

Critical Eleven Movie Review
Starvision Plus

REVIEWS

Critical Eleven Movie Review: The Uplifting Duet Safely Manages the Turbulence Until Touchdown

This review contains no spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Kekuatan dari film adaptasi novel berjudul sama ini terletak pada jalan cerita yang realitis dan akting non-lebay kedua bintang utamanya, dan kami yakin banyak dari MuviBlaster yang berpendapat sama. Pasalnya, premis pasutri yang baru menikah dan diberi ujian kehilangan anak pertama tergolong umum sehingga kami tidak melihat perlunya alasan untuk sebuah dramatisasi berlebihan secara visual. Kegelisahan hati yang tak terucap, linangan air mata yang tak terlihat, hingga akhirnya rasa marah dalam hati itu terbentuk dan pecah adalah situasi yang runtun wajar terjadi. Sehingga ketika eksekusinya tak jauh-jauh dari realita ini, Critical Eleven dengan mudah mencuat ke permukaan, baik itu dalam konteks genre maupun skala filmnya.

Kombinasi elemen-elemen berikut juga menjadi faktor pendukung yang penting, terlepas juga tergolong umum jika dibandingkan dengan film-film Hollywood ber-setting dan ber-genre serupa; pemandangan sudut-sudut kota New York dan tata musik yang mengiringi adegan demi adegan romantis maupun mirisnya. Pasalnya, cukup jarang kami menemukan film lokal ber-genre drama/romcom dan ber-setting di luar Indonesia yang mampu memberi sensasi paket komplit dalam artian tidak membuat jalan ceritanya ketinggalan laju kereta tur pemandangan. Walau ada beberapa babak dalam Critical Eleven yang kami rasa lambat, jika bukan sengaja diulur, in the end kami rasakan slowing down ini perlu sebagai kesempatan untuk penonton lebih mengenal tokoh sentral lebih baik lagi dan untuk tokoh sentralnya sendiri saling introspeksi diri.

Faktor pendukung lain adalah penggunaan idiom Critical Eleven yang tergolong konsisten dalam jalan ceritanya. Mulai dari pertemuan 3 menit pertama Ald(e)baran Risjad dan T(A)nya Baskoro di udara hingga sisa 8 menit terakhir, yang tentu saja, tidak secara gamblang dan naif digunakan untuk menutup pertemuan mereka di darat.

Critical Eleven Movie Review

3 menit pertemuan keduanya terjadi dengan rute penerbangan Jakarta – Sydney, ketika Ale memperhatikan Anya yang duduk persis di samping kabinnya hingga akhirnya sebuah kesempatan membantu gadis itu muncul. Anya sadar 3 menit pertama ini amatlah penting untuk menentukan sisa 8 menit selanjutnya. Namun Anya juga sadar bahwa dengan Ale, 8 menit yang seyogyanya diakhiri dengan sebuah landing yang sempurna, dapat terganggu oleh turbulensi panjang yang Anya sendiri tak tahu apakah bisa melaluinya.

Memang penting bahwa idiom semacam ini tak hanya sekedar jadi tempelan di premis, melainkan menjadi sebuah filosofi hidup yang harus dijadikan tumpuan oleh jalan ceritanya. Dan tanpa perlu mengulang-ulang idiom ini sehingga menjadi sebuah jargon dalam film, Critical Eleven mampu mengeksekusi makna dari 3 menit dan 8 menit ini lewat perspektif Anya dalam menjalani lembaran baru hidupnya. Bahwa hidup Anya banyak dihabiskan di udara sehingga segala macam adaptasi mau tak mau harus ia jalani walau dengan ujung yang tak pasti. Apakah ia akan tiba dengan selamat di tiap destinasi? Atau justru berakhir kandas di udara dalam rute tertentu? Yang pasti, kami belum berkesempatan membaca novel karya Ika Natassa ini dan nampaknya kami memutuskan untuk tidak membaca karena takut merusak pengalaman menonton yang sudah baik ini.

Duet Reza Rahadian (Habibie & Ainun, Rudy Habibie) sebagai Ale dan Adinia Wirasti (Kapan Kawin?, AADC 2) sebagai Anya kami acungi jempol. Keduanya tampil alami, tanpa beban, sehingga chemistry pasutri yang seyogyanya bahagia itu, effortlessly terpancar demikian. Adegan berciuman berantai yang mungkin dianggap berlebihan dalam skala film lokal, kami nilai wajar, berkat kemampuan akting mumpuni keduanya. Mungkinkah alasan tak terungkapkan inilah yang membuat Anya ngotot tak ingin pulang ke Indonesia? Hmm …


Director: Monty Tiwa, Robert Ronny

Cast: Reza Rahadian, Adinia Wirasti, Hannah Al Rasyid, Astrid Tiar, Hamish Daud, Refal Hady, Slamet Rahardjo, Widyawati Sophiaan, Revalina S. Temat

Duration: 135 mins


 

 

 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

despicableme3

dunkirk

baywatch

To Top