Connect with us
thorragnarok

Death Note: Light Up the New World Trailer: Another Chapter to Unveil the Truth of Every Death

Warner Bros. Japan

PREVIOUS HIGHLIGHT

Death Note: Light Up the New World Trailer: Another Chapter to Unveil the Truth of Every Death

Siapa yang menyangka jika sebuah pembunuhan berantai bisa bermula dari aktivitas menuliskan nama-nama orang yang hendak dibunuh? Terlepas sebenarnya niat dibunuh atau tidak, yang pasti nama-nama yang sudah terlanjur ditulis, didesain untuk menemui ajalnya. Terdengar jahat? Bisa jadi tidak, jika pembunuhan berantai di atas tidak dilihat dari permukaannya saja.

Bayangkan saja jika nama-nama ini ditulis oleh tangan malaikat pencabut nyawa. Bahwa faktanya tak ada manusia yang hidup abadi sehingga wajar jika nama tiap manusia ditulis dan yang jadi satu-satunya masalah hanyalah … waktu. Yang jadi pertanyaan, ketika pengetahuan ini Anda ketahui namun tanpa dicerna, bagaimana persepsi Anda terhadap si malaikat pencabut nyawa? Apakah sungguh ia malaikat sesuai dengan gelarnya? Ataukah ia adalah pencabut nyawa sesuai tugasnya dan masa dinas Anda di dunia?

Secara umum, demikianlah premis kompleks nan menarik yang kami ekstrak dari Death Note semenjak format manga-nya diterbitkan pada tahun 2003 dan begitu cepat digandrungi publik. Saking populernya, Death Note sempat menciptakan animo yang mengkhawatirkan; murid-murid sekolah di Jepang melakukan ritual menulis nama-nama musuh sekaligus orang-orang yang tidak mereka sukai dalam sebuah buku catatan. Namun, apakah animo ini menjadi gol dari seorang Tsugumi Ohba selaku penulis?

Tentu saja tidak. Karena, jika ditelusuri mendalam, kisah Death Note memaknai perdebatan moral antara benar dan salah, baik dan jahat, bukan suka dan tidak suka. Apakah mencabut nyawa manusia yang sudah habis masa waktu hidupnya itu salah? Lalu apakah membiarkan manusia hidup lebih panjang dari yang seharusnya itu benar? Jawabannya relevan sehingga tugas Death Note di sini adalah memberi konteks sehingga pertanyaan-pertanyaan sulit dijawab macam ini, bisa menemukan jawabannya, walau ujung-ujungnya tak selalu konkrit.

Yang pasti, terlepas dalam kisahnya ada beberapa pihak yang harus dibunuh, mereka dibunuh atas dasar sebuah tujuan pencerahan. Dan menariknya, makna kisah yang sesungguhnya ini dijadikan strategi plot yang seru dan menegangkan; berkejar-kejaran dengan waktu, kebohongan, dan kebenaran. Siapa yang bisa dipercaya atau siapa yang diam-diam sedang bersekutu dengan kejahatan?

Death Note: Light Up the New World

Semua pertanyaan di atas hanya bisa dijawab jika Anda mengikuti kisah seorang Light Yagami pasca menemukan Death Note secara tak sengaja. Awalnya tidak ngeh dengan kekuatan si Death Note, pasca membuktikan sendiri kekuatan si buku catatan, belakangan Light justru menjadi si pembunuh yang dikenal dengan julukan Kira. Singkat cerita, sepak terjang Light sebagai Kira terendus oleh seorang detektif handal bernama L. Otomatis, kejar-kejaran sengit antara keduanya pun terjadi, membuat jalinan kisah ini berkembang tak terduga. Penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya?

Selain manga, format lain yang wajib Anda ikuti adalah franchise film live-action yang sudah memulai perjalanannya sejak tahun 2006. Saat itu dibintangi Tatsuya Fujiwara (Rurouni Kenshin), Death Note dianggap sebuah gebrakan visual pada masa dan genre-nya. Disusul sekuel berjudul Death Note 2: The Last Note pada tahun yang sama, kedua jilid besutan Shusuka Kaneko ini menciptakan standar tinggi untuk film live-action Jepang lainnya.

Sempat dibuatkan sebuah spin-off berjudul L: Change the World, sayang tidak mampu menyamai kesuksesan 2 jilid pertamanya. Selain ensemble cast dan pihak-pihak belakang layar yang mengalami regenerasi, banyak elemen dalam spin-off ini dinilai kurang kuat untuk menyampaikan tujuan dari si Death Note itu sendiri. Alhasil, spin-off ini semata-mata proyek pemuasan hasrat para penggemar, yang sayang jika tidak dimanfaatkan secara komersial.

Lalu apa nasib serupa akan terjadi pada sekuel terbaru Death Note: Light Up the New World yang siap dirilis di Indonesia via moxienotion pada bulan November ini? Kembali berganti pemain utama dan sutradara, namun dengan kehadiran Fujiwara sebagai Light, apakah sekuel ini mampu mencapai masa jaya Death Note dulu?

Ber-setting waktu 10 tahun pasca jilid pertama, kini dunia dikisahkan mengalami ancaman terorisme cyber. Dengan ancaman yang berbasis teknologi seperti ini, kami pun penasaran peran seperti apa yang akan dimainkan si Catatan Kematian terhadap para pihak yang terjebak dalam lingkaran kematiannya? Dan bagaimana pula ancaman baru ini mengubah peta permainan Death Note yang sebelumnya dikenal berlika-liku menegangkan itu? Mari kita prediksi lewat trailer di atas.

Release Schedule: October 2016


Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top