Connect with us
princessmononoke

Doctor Strange Movie Review: Visually Conjuring Time and Space, Doctor Strange Ain’t the Typical Superhero We Know

Doctor Strange Movie Review
Walt Disney Studios Motion Pictures

REVIEWS

Doctor Strange Movie Review: Visually Conjuring Time and Space, Doctor Strange Ain’t the Typical Superhero We Know

This review may contain mild spoilers

(4/5) 4.0 Stars

Walau bukan mengedepankan teknologi canggih ataupun kekuatan super kebal seperti film superhero lain, formula jalan cerita ala Marvel dalam film Doctor Strange ini masihlah kental. Dan walau sudah mendapuk aktor watak sekelas Benedict Cumberbatch (The Fifth Estate, The Imitation Game), Doctor Strange miliknya tak bisa seenaknya menetapkan standar akting sendiri. Maksudnya? Terlepas Cumberbatch sukses tampil flamboyan dan karismatik bak hibrida Tony Stark dan Captain America, ruang akting aktor peraih nominasi Oscar ini terasa dibatasi. Are we telling you bad news? Nope.

It’s a good news actually karena kesan adanya batasan ini ternyata sinkron dengan kondisi fisik Strange yang memang terbatas. Diplot sebagai seorang dokter bedah handal, mudah ditebak kalau kedua tangan adalah harta Strange yang paling berharga, yang mungkin tak pernah ia kira akan cacat dan ia sesali tak sempat asuransikan. Sehingga ketika Strange mengalami kecelakaan mobil naas yang merusak saraf kedua tangannya, Strange jadi mati kutu.

Naas pula, setelah menjalani sejumlah operasi besar gagal yang menguras habis kekayaannya dan meminta bantuan ke sana ke mari namun tanpa hasil, harapan untuk sembuh seperti sediakala itu tak kunjung datang. Sebaliknya, Strange bangkrut dan karirnya hancur. Yang tersisa hanyalah cinta dan perhatian dari kekasihnya yang juga seorang dokter bedah, Christine Palmer (Rachel McAdams). Namun apakah ini cukup?

Doctor Strange Movie Review

Dasar memang Strange berbakat jagoan, jangan kira ia adalah tipe yang mudah menyerah apalagi mau menerima keadaan pahit dengan mudah. Lebih jauh lagi, Strange adalah seorang yang berego besar dan selalu menggunakan logika dalam menilai sesuatu. Efeknya?

Bahwa ketika Palmer menasehati Strange untuk mulai mengubah cara pandangnya terhadap konsep kehidupan, ia dengan keras menolak, membuat Palmer sakit hati. Dan ketika ia dihadapkan pada kemungkinan sembuh secara spiritual, ia menganalisis dengan sinis. Well … dengan watak lebih kepala batu dari Stark namun tanpa kemampuan menciptakan kecerdasan buatan, bagaimana ceritanya Strange bisa bertahan?

Born to Be Doctor Strange

Kami penggemar berat Cumberbatch namun bukan salah seorang Cumberbitches. Ia adalah aktor watak bunglon yang selalu bagus menjelma jadi karakter apa saja (baca: Stephen Hawking, Sherlock Holmes, Julian Assange, Alan Turing). Didukung pula dengan postur tubuh tinggi tegap dan raut wajah aristokrat nan cerdas, kami mengaku terkesima melihat penampilan fisik Cumberbatch setelah disulap menjadi Strange, terutama setelah Jubah Pengangkat (Cloak of Levitation) warna merah itu menempel lengket punggungnya.

Rambut putih dekat pelipis serta jenggot minimalis yang membingkai rahang membuat Strange milik Cumberbatch lebih mirip seorang guru besar ketimbang pahlawan super. Dan memang tak salah, karena dibanding yang lain, perjalanan Strange, si dokter, menjadi Strange, si pahlawan penolong, penuh dengan proses pembelajaran yang layak diwariskan. Dan pasca menguasai ilmu sihir mumpuni serta mantra-mantra tokcer, wajar jika Strange mengajar; sebuah profesi yang berpotensi menurunkan kadar egonya yang kelewat tinggi itu.

Anyway, kecintaannya pada dunia medis juga membuat Strange sebagai sosok yang humanis dan berwawasan luas. Terlepas pendapat bahwa Strange menjadi dokter demi kepentingan egonya pribadi, tak dapat dipungkiri kalau sudah banyak nyawa sekarat yang disembuhkan Strange. Dan inilah benih-benih kebaikan yang dilihat si Penyihir Agung (Tilda Swinton) saat pertama kali melihat Strange.

Doctor Strange Movie Review

Visually Conjuring Time and Space. Not Building Dreams

Segala macam bentuk manipulasi yang MuviBlaster lihat dalam Doctor Strange bukanlah mimpi melainkan efek kaleidoskop. Ya … jangan percaya mata Anda namun cerna saja bahwa visual efek ciamik yang memutar balik ruang serta waktu bukanlah mimpi ala Christopher Nolan dalam Inception (2010)-nya, melainkan ilmu sihir para penyihir yang memperlihatkan bahwa ada dimensi nyata lain, yang terpisah dari dimensi nyata yang kebanyakan makhluk hidup tinggali saat ini.

Namun, mirip Inception, dimensi ini juga berbahaya karena sifatnya tak stabil; bisa merusak eksistensi dimensi lain jika dimasuki sembarangan. Masalahnya, siapapun yang memasukinya sembarangan pasti memiliki maksud yang tidak baik sehingga, singkat cerita, keberadaan Strange sangatlah dibutuhkan.

Adalah Kaecilius (Mads Mikkelsen), mantan murid si Penyihir Agung yang membelot pasca salah paham mengenai latar belakang gurunya itu. Alhasil, pertarungan antara Kaelicius dengan sang guru dan Strange pun tak terelakkan, membuat hampir seluruh adegan tarung di film ini bak sebuah mobius strip ride karena melibatkan segala kemungkinan sudut jalan dan bangunan yang ada. Anda bingung seperti apa hitungan gaya gravitasi dan pola pembentukan lapisan ruang dalam adegan-adegan ini? Simpan saja pertanyaan itu untuk diskusi hardcore nanti.

Part of Thor: Ragnarok?

Bukan bermaksud memberi spoiler namun jika Anda sudah menyaksikan end-credit scene pertama Doctor Strange, Anda pasti dengan mudah menebak bahwa Strange punya andil besar dalam kisah Thor: Ragnarok. Spesifiknya, Strange akan membantu Thor mencari ayahnya, Odin (Anthony Hopkins), yang keberadaannya misterius di akhir Thor: The Dark World (2013). Lebih jauh lagi, pertemuan Strange dengan Thor juga mengindikasikan bahwa Strange akan terlibat dalam pertempuran Avengers: Infinity War (2018, 2019).

Pasalnya, sebuah pusaka yang digunakan Strange menyelamatkan dunia bernama Eye of Agamotto, merupakan satu dari total enam Batu Keabadian (Infinity Stone). Dan kini Strange sebagai penjaga dari batu tersebut, sudah barang pasti Strange akan berjodoh dengan tim Avengers untuk mencegah Thanos (Josh Brolin) menguasai keenamnya di layar lebar. Singkat kata, Marvel tahu benar bagaimana cara membuat para penggemarnya tak sabar menunggu.


Director: Scott Derrickson

Cast: Benedict Cumberbatch, Tilda Swinton, Rachel McAdams, Chiwetel Ejiofor, Mads Mikkelsen

Duration: 115 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top