Connect with us
thorragnarok

Don’t Breathe Movie Review: The Twist Succeeds in Getting Us Wrongly Sympathize With a Baddie

Don't Breathe Movie Review
Screen Gems

REVIEWS

Don’t Breathe Movie Review: The Twist Succeeds in Getting Us Wrongly Sympathize With a Baddie

This review may contain mild spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Lagi-lagi tema penyerangan di dalam rumah namun dengan plot dan twist yang membuat Don’t Breathe tampil beda. Sinkron dengan judulnya, para korban di film ini memang tidak diperkenankan mengeluarkan hembus napas jika tidak mau nyawa mereka melayang. Namun bagaimana ceritanya jika korban yang diplot di sini justru menjadi si pencabut nyawa? Sedangkan mereka yang diplot menjadi penjahat hanyalah trio remaja nekat yang sedang apes saja? Siapa yang MuviBlaster akan bela?

Sinkron dengan judulnya, cukup banyak adegan menahan napas yang membuat kami ikut sesak, dalam konotasi positif. Pasalnya, menahan napas dalam keadaan normal saja sudah sulit, apalagi dalam keadaan kaget bercampur takut. Napas berat karena habis berlari melarikan diri pun tak terelakkan, membuat 2 dari trio yang selamat; Rocky (Jane Levy) dan Alex (Dylan Mynnette) seperti sedang dipermainkan nasib. Berada antara hidup dan mati karena nekat membobol rumah seorang veteran perang yang buta (Stephen Lang), yang ternyata kondisinya tak sememprihatikan profilnya.

Si veteran ini buta, tua, dan di sebuah area perumahan yang tak berpenghuni. Otomatis, ketika Money (Daniel Zovatto) mendapat referensi rumah veteran ini sebagai sasaran rampok baru dari bosnya, kekasih Rocky ini melihat ada peluang besar. Pasalnya, walau profilnya bukanlah orang kaya, veteran ini mendapat santunan uang bernilai besar dari pemerintah. Yang jadi masalah hanyalah beban moral merampok seseorang dengan disabilitas, yang sempat membuat Alex menolak ajakan kedua rekannya menjalankan rencana nekat ini.

Singkat cerita, waktu beraksi ditentukan dan berangkatlah mereka ke rumah veteran di malam hari. Begitu kagetnya mereka bahwa ternyata rumah veteran ini memiliki sistem keamanan yang sulit ditembus. Jendela berjeruji, ukuran engsel-gembok yang besar dan notabene sulit dihancurkan, hingga pintu dengan sistem alarm tingkat tinggi. Namun dasar nekat, mencium masalah, mereka tetap mencari jalan masuk. Dan dengan demikianlah sebuah pertanyaan besar untuk setiap film tema penyerangan rumah selalu muncul, bagaimana caranya mereka keluar? Apa ada? Apa mereka bisa?

Don't Breathe Movie Review

Si Korban Pencabut Nyawa

Tak bisa kami sebut sebagai spoiler karena adegan si veteran memegang pistol mengejar-ngejar Alex dan Rocky sudah diperlihatkan di trailer-nya. Ya … wajar jika si veteran kesal karena rumahnya dibobol dan seluruh uangnya dirampok. Namun tenang, kejutan tak berhenti sampai di sini saja karena ada twist lain di pertengahan cerita yang membuat alur Don’t Breathe semakin kompleks sekaligus seru diikuti.

Yang pasti, rasa simpati bercampur benci terhadap si veteran sempat menghinggapi perasaan kami, membuat karakter veteran tak bernama ini terlihat menarik. Gerak-geriknya yang beringas walau sudah tua dan ekspresi wajahnya yang sangar walau buta begitu mengintimidasi, sukses menunjukkan bahwa ia memanglah si tuan rumah. Dan ketika ia mengisyaratkan peringatan “Dilarang masuk!” lewat jeruji tebal dan sistem alarm otomatis, ia serius. “Bagi yang sudah masuk, jangan harap bisa keluar lagi!”

Lebih jauh lagi, interior rumah yang hampir seluruhnya menggunakan kayu ini juga memberikan atmosfer yang mirip si veteran, tua dan mengerikan. Sekali melangkah, suara papan kayu berdenyit terdengar. Beberapa belokan pun membuat Alex dan Rocky antara tersesat atau menemukan pintu menuju jebakan baru. Plus, ada seekor anjing jenis Rottweiler galak yang siap mengagetkan dan melumat kedua remaja ini tanpa ampun. Singkat kata, sinematografi ruangan dari film besutan Fede Alvarez (Evil Dead) ini begitu meyakinkan sampai ke setiap sudutnya, membuat kami sempat ikut menyesal ikut masuk ke dalam.

Mirip 10 Cloverfield Lane Minus Serangan Alien

Don’t Breathe dengan mudah mengingatkan kami pada 10 Cloverfield Lane (2016) namun minus serangan alien. Selain jarak waktu rilis yang tak begitu jauh, Don’t Breathe juga menonjolkan sosok wanita yang menjadi korban sekaligus pahlawan. Lebih jauh lagi, setting-nya sama-sama berada dalam rumah di area antah berantah dengan tuan rumah yang stress dan cenderung sakit jiwa.

Walau demikian mirip, Don’t Breathe lewat karakter veteran butanya memberi warna baru sekaligus aksi perkelahian yang lebih legit. Dibandingkan dengan Howard yang gemuk dan gerak geriknya serba lamban, si veteran perang bertubuh kekar dan gerak geriknya tangkas. Bahkan dengan mata buta, ia tetap bisa menangkap basah Alex dan Rocky dan membuat usaha kabur keduanya berkali-kali sia-sia. Sepertinya veteran ini memiliki 9 nyawa dalam dirinya. Ya … sepertinya.

Don't Breathe Movie Review

Director: Fede Alvarez

Cast: Jane Levy, Stephen Lang, Dylan Minnette, Daniel Zovatto

Duration: 88 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top