Connect with us
princessmononoke

Everest Movie Review: Regardless of the Great Ensemble Cast and Stunning Cinematography, the Icy Tragedy Is Already Inspiring

Everest Movie Review
Universal Pictures

REVIEWS

Everest Movie Review: Regardless of the Great Ensemble Cast and Stunning Cinematography, the Icy Tragedy Is Already Inspiring

This review contains mild spoilers

(3/5) 3.0 Stars

Ya … terlepas ensemble cast menarik serta sinematografi memukau mata, terutama mereka yang juga hobi mendaki gunung, Everest menyimpan segudang inspirasi yang sanggup membuatnya tegak berdiri sendiri. Bagi mereka yang belum pernah mencoba apalagi memiliki jiwa petualang seperti para tokoh di film ini, mungkin tidak bisa membayangkan seperti apa nikmatnya siksaan untuk mencapai puncak gunung tertinggi di dunia tersebut. Bangga, lega, puas, walau ketiga perasaan ini sebenarnya ambigu, sangatlah mungkin untuk dipilah dengan pasti, jika Anda sudah berada di atas sana.

Walau memang kami tidak ikut berada di atas sana, namun demikianlah kira-kira yang kami rasakan ketika Everest besutan sutradara asal Islandia, Baltasar Kormákur Samper, memasuki babak pertengahan, babak di mana akhirnya rombongan pendaki amatir yang dipimpin Rob Hall (Jason Clarke) satu per satu mencapai puncak dari perjalanan panjang dan melelahkan itu. Namun, siapa sangka bahwa di balik pencapaian di atas, tersimpan sebuah kisah pilu yang membuat seluruh pengalaman menonton film ini terasa makin nyata, menambah daftar alasan mengapa film ini mendapat predikat layak tonton.

Ya … Hall adalah sosok nyata dan pendakian yang divisualisasikan dalam film ini juga sungguh terjadi pada tahun 1996 silam. Hall adalah seorang pendaki gunung handal asal New Zealand yang menjadi salah satu pembimbing sebuah pendakian komersial yang digawangi Adventure Consultants pada bulan Mei 1996. Namun, siapa sangka kalau pendakian di tahun tersebut akan menjadi pendakian terakhir Halk, setelah sebelumnya sukses 4 kali naik dan turun gunung yang sama.

Dramatis Tanpa Bumbu Drama

Bicara soal tema bencana alam dalam sebuah film, Everest memang tidak menawarkan sesuatu yang baru. Sudah cukup banyak film dokumenter terkait Everest dirilis. Sudah cukup banyak pula film disaster drama dengan latar gunung-gunung maut di dunia diproduksi. Namun, bisa dibilang Everest adalah salah satu dari sedikit featured film era modern yang didasarkan pada kisah nyata, terutama kisah nyata yang dramatis, tragis, sekaligus heroik.

Dengan referensi buku tuangan pengalaman yang ditulis oleh seorang jurnalis, Jon Krakauer, berjudul Into Thin Air : A Personal Account of the Mt. Everest Disaster Everest, Krakauer memanglah ikut dalam pendakian tersebut, dan untungnya berhasil selamat turun setelah berhasil mencapai puncak. Dianggap sebagai salah satu momen terburuk dalam sejarah pendakian Everest, film yang cukup banyak dibintangi nama-nama besar ini, dengan gamblang menggambarkan momen demi momen buruk yang melanda pendakian itu.

Everest Movie Review

Lewat pengarahan Samper yang tahu kapan membuat penontonnya bergidik ngeri dan tercengang kagum, mau tidak mau kami ikut terlibat secara emosi dengan rasa sakit serta takut yang dialami setiap karakternya. Setiap karakter walau dengan porsi sekecil apapun terasa begitu penting karena di atas sana, nyawa menjadi taruhan. Walau mungkin terdengar biasa saja, namun pengorbanan seorang pengantar surat bernama Doug Hansen untuk menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda serta tekad seorang asal Jepang, Yasuko Namba, untuk menaklukkan The Seven Summit, patut diapresiasi.

Yang membuat film ini semakin menarik simpati kami adalah fakta bahwa selain masing-masing memiliki gol terpendam, mereka tidak melupakan bahwa pendakian ini membutuhkan toleransi dan kerjasama. Walau dari segi penceritaan, Everest sebenarnya tidak menampilkan sesuatu yang wah, detail pada berbagai momen yang menggambarkan betapa solid-nya hubungan kerjasama dan persahabatan setiap karakternya, justru membuat value film ini kian bertambah.

Singkat kata, mendaki, mencapai puncak, dan bahkan menuruni Everest jelas bukan pekerjaan mudah, terutama jika sudah memasuki yang namanya Zona Kematian, sehingga menyaksikan setiap karakter saling bahu membahu tanpa konflik di film ini, membuat kami makin tidak tega membayangkan sedramatis apa kejadian nyatanya.

Kekuatan Kerjasama

Ensemble cast film ini tergolong menarik karena masing-masing diberi porsi, yang bukan hanya pas namun juga tidak saling bersinggungan. Walau Clarke memerankan karakter utama dan mendapat porsi tampil lebih, namun kami tak bisa mengesampingkan betapa pentingnya karakter-karakter lain.

Kami tak bisa katakan bahwa bakat akting bintang-bintang lain yang hanya diberi porsi kecil wasted di sini karena pada kenyataannya, masing-masing memberikan signature pada karakter yang diperankan. Walau kecil, peran yang mereka mainkan sangat besar artinya dalam memberikan penonton pencitraan sosok aslinya.

Everest Movie Review

Mulai dari Emily Watson yang sukses mengeluarkan aura keibuan bagi seluruh ketegangan yang dialami para pendaki di lapangan, Jake Gyllenhaal yang juga sukses membuat kami membayangkan senyentrik apa gaya Scott Fischer saat mendaki, hingga secemas apa istri Hall, Jan Arnold (yang diperankan Keira Knightley) ketika menemani detik-detik terakhir suaminya hanya melalui komunikasi telepon satelit. “Sleep well my sweetheart. Please don’t worry too much.” Begitulah pesan terakhir Hall pada istrinya yang tengah mengandung anak pertama mereka.

Walau sebatas pendukung, namun kisah pendakian ini tak akan lengkap dan tidak akan menjadi sejarah dalam dunia pendakian jika karakter-karakter ini tidak ambil bagian. Dan mencari cast yang pas untuk memerankan peran-peran kecil namun penuh arti seperti ini, tidaklah semudah yang dipikirkan. It’s not about how good they are but more into how good the fit the roles.

Singkat kata, seperti kejadian nyatanya, sekecil apapun perannya, jika digabung bisa menjadi kekuatan kerjasama yang solid. Saling membantu naik dan turun, saling membantu mencapai puncak, kita tak pernah tahu bahwa setiap hal kecil di bawah sini, bernilai sungguh besar di atas sana.


Director: Baltasar Kormákur

Cast: Jason Clarke, Josh Brolin, Keira Knightley, Jake Gyllenhaal, Sam Worthington

Duration: 121 mins


Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top