Connect with us
thorragnarok

Fireworks Movie Review: Over-Imaginative and Convoluted as the Titular Question Remains Unanswered

Fireworks Movie Review
Toho

REVIEWS

Fireworks Movie Review: Over-Imaginative and Convoluted as the Titular Question Remains Unanswered

This review contains no spoilers

(2.5/5) 2.5 Stars

Kisah sepasang muda-mudi yang menjalani gejolak cinta semasa SMA adalah premis yang diusung film anime yang konsep dan tone posternya mengingatkan kami Your Name (2016). Namun gejolak yang keduanya rasakan bukan gejolak biasa karena ada campur tangan elemen waktu yang berputar sepanjang durasi, yang sayangnya, terus berputar tanpa arah membuat klimaks film ini tak pernah tercapai, membuat film tampil indah namun sulit diikuti alurnya.

Waktu selalu berulang bagi Nazuna (Suzu Hirose) dan Norimichi (Masaki Suda). Hal ini disebabkan oleh sebuah benda kecil berbentuk bulat mirip kelereng yang ditemukan oleh Nazuna di tepi pantai. Singkat cerita, semenjak ajakan Nazuna untuk bertanding berenang 50 meter di kolam renang sekolah, peristiwa ajakan ini dan sederet peristiwa yang terjadi selanjutnya; Nazuna kabur dari rumah, Norimichi hendak pergi melihat kembang api bersama teman-temannya, hingga orang tua Nazuna yang mengajak paksa ia pulang ke rumah, selalu berulang. Mengapa kejadian ini berulang adalah pertanyaan yang terus mengiang namun dengan jawaban yang tak kunjung datang.

Fireworks Movie Review

Terlampau imajinatif, begitulah kesan kami untuk film yang diadaptasi dari film pendek karya Shunji Iwai berjudul sama. Fireworks demikianlah judulnya karena Norimichi dan beberapa temannya, terutama Yusuke (Mamoru Miyano) bertaruh mengenai bentuk kembang api yang sebenarnya ketika sedang meledak dan dilihat dari samping “Apakah bentuknya bulat atau datar?” Terlepas pertanyaan ini esensial dijawab atau tidak, ledakan kembang api ini menjadi benang merah seluruh peristiwa yang terjadi, termasuk yang memicu perputaran waktu di dunia Nazuna dan Norimichi.

Paling tidak, benang merah inilah yang bisa kami tangkap dari keseluruhan film besutan duet sutradara Akiyuki Shinbo dan Nobuyuki Takeuchi. Imajinasi yang sebenarnya mudah dicerna jika eksekusinya tidak berbelit-belit. Padahal tata suara dan visual, termasuk pewarnaan dan animasi gerak setiap karakternya, tergolong cantik dan puitis. Lansekapnya seringkali di sebuah padang rumput yang luas dengan penampakan baling-baling yang berputar akibat hembusan angin santai. Adegan final berlansekap sebuah pantai yang bermandikan sinar bintang dan warna semarak kembang api yang sedang diledakkan, tentunya.

Nazuna adalah seorang murid idola di sekolah yang mengalami depresi terhadap ibunya. Ia tak tahan dengan kebiasaan sang ibu yang kerap kawin-cerai sehingga memutuskan kabur dari rumah. Diam-diam Nazuna naksir pada seorang murid pemalu bernama Norimichi. Norimichi sendiri tak terpikir untuk menyambut gayung cinta Nazuna hingga akhirnya waktu menakdirkan mereka berdua untuk bersama. Andai saja waktu bisa diulang, apakah Norimichi akan membiarkan Nazuna pergi atau menahannya untuk tinggal? Atau justru Norimichi mengikuti ke mana saja Nazuna pergi, seperti yang sudah ditakdirkan, ketimbang memperdebatkan bentuk kembang api meledak ketika dilihat dari samping bersama-sama temannya. Hmm … andai saja kami bisa bantu menjawab.


Director: Akiyuki Shinbo, Nobuyuki Takeuchi

Cast: Suzu Hirose, Masaki Suda, Mamoru Miyano

Duration: 90 mins


Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top