Connect with us
thorragnarok

Geostorm Movie Review: The Disaster Isn’t Natural Yet Still Makes Sense

Geostorm Movie Review
Warner Bros. Pictures

REVIEWS

Geostorm Movie Review: The Disaster Isn’t Natural Yet Still Makes Sense

This review contains mild spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Plotnya mudah ditebak; besar kemungkinan karena pola cerita film bencana tak jauh-jauh dari kemarahan alam yang mendadak diikuti usaha keras manusia untuk bertahan, namun di luar bencana badai global yang santer menyerang, Geostorm memiliki akar pemasalahan; politik, yang sukses memberi angin segar untuk genre ini.

Masih lekat dalam ingatan kami betapa absurd anomali alam serta usaha penyelamatan dalam 2012 (2009) yang hingga kini masih dianggap film bencana paling membawa kiamat. Disusul oleh film-film serupa The Wave (2015) dan San Andreas (2016) dengan skala bencana lebih kecil dan otomatis, klimaks standar. Bukan memuji Geostorm berlebihan karena berhasil keluar dari zona nyaman, faktanya, film debut sutradara Dean Devlin ini berhasil mengantisipasi label klise yang sering melekat pada film bencana, sekaligus memberi wawasan baru, jika bukan mengingatkan, bahwa manusia masihlah musuh terbesar di muka bumi.

Alih-alih alam sedang marah, Geostorm memplot adanya motif jahat pihak penguasa untuk menciptakan kiamat melalui sabotase teknologi. Namun sebelum menguak siapa gerangan, kami dibawa berkenalan dulu dengan sosok Jake Lawson (Gerard Butler), seorang ilmuwan satelit, dan mahakaryanya, Dutch Boy.

Usut punya usut, pada tahun 2019, bumi memang dilanda bencana alam besar, memaksa seluruh kepala negara bersatu lewat program satelit raksasa yang dipanggil si Bocah Bendungan di atas. Singkat cerita, program yang seharusnya menjaga agar kondisi cuaca bumi tetap stabil, malah dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Malfungsi sengaja pada satelit-satelit anak di Afghanistan, Hong Kong, disusul negara-negara lain diketahui berujung pada sebuah kondisi fatal bernama Geostorm.

Geostorm Movie Review

Tak melulu berkutat soal politik dan bencana alam, seperti film-film serupa, Geostorm juga menghadirkan drama keluarga yang cukup haru, terutama antara Jake dan adiknya, Max (Jim Sturgess). Dan seperti film-film serupa, Geostorm juga menghadirkan beberapa situasi kocak guna mengurangi ketegangan, termasuk hubungan romansa terselubung antara Max dan seorang agen rahasia mirip boneka Barbie hidup bernama Sarah (Abbie Cornish).

Menghibur dan menghibur. Plotnya tetap berjalan walau sesekali tersendat detail teknis yang masih dangkal, efek visualnya tetap megah walau juga terlihat kasar. Geostorm diselamatkan premis politiknya serta akting para bintang yang tetap bernyawa walau syuting dalam ruangan layar hijau lengkap dengan perangkat CGI. Ada potensi Devlin membuat Geostorm menjadi cengeng seperti Armageddon (1998) maupun lebay seperti 2012, untung saja ia memutuskan untuk memberi eksekusi yang pada porsinya, membuat kami masih bisa menyematkan rating cukup tinggi.


Director: Dean Devlin

Cast: Gerard Butler, Jim Sturgess, Abbie Cornish, Ed Harris, Andy Garcia, Daniel Wu

Duration: 109 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top