Connect with us
thorragnarok

Ghost in the Shell Movie Review: Praising ScarJo for Fueling Up the Dormant Plot and Arousing Great Curiosity on Her Character’s Past

Ghost in the Shell Movie Review
Paramount Pictures

REVIEWS

Ghost in the Shell Movie Review: Praising ScarJo for Fueling Up the Dormant Plot and Arousing Great Curiosity on Her Character’s Past

This review contains mild spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Elemen-elemen film adaptasi anime-manga satu ini digarap dengan cukup teliti. Walau ada kesan hati-hati tersirat dalam beberapa adegan, namun kesan ini diperhalus dengan penampilan Scarlett Johansson (Lost in Translation, Avengers) yang kami nilai sukses mendalami perannya sebagai manusia cyborg yang masih linglung dengan kondisi fisik barunya itu, membuat sosok Major Mira Killian karakter yang menarik. Pengarahan Rupert Sanders (Snow White and the Huntsman) juga termasuk elegan, membuat Ghost in the Shell sebuah karya visual aksi yang memiliki kendali diri.

Kondisi Major yang terperangkap dalam sebuah ambiguitas, dipergunakan dengan baik untuk menuntun kami menuju satu demi satu petunjuk atas misteri masa lalunya. Terlihat kuat namun ternyata rapuh, memiliki wajah cantik namun dengan lapisan kulit mengerikan, terlihat alami namun ternyata nyaris 100% buatan. Kondisi pikiran Major juga sama hal terperangkap, terperangkap antara imajinasi dan kenyataan, karena semenjak ia bangun mengenal dirinya sebagai Major, ia sulit mengingat hal-hal yang terjadi sebelum ia tidur.

Yang tidak kami sangka, bahwa selain teknik CGI yang pro dan tata artistik yang ciamik, Ghost in the Shell banyak terbantu oleh kualitas akting Johansson. Tetap terlihat cantik namun tak fashionable seperti biasanya, Johansson mentransfer bakat akting wataknya untuk karakter yang aslinya bernama Motoko Kusanagi ini. Tak pula mengenakan kostum lateks seksi seperti Black Widow, kami justru melihat Johansson seksi lewat rambut pendek warna hitam yang diberi highlight biru dan hijau ala Harajuku.

Hal lain yang kami temukan tak kalah menarik menarik; terlepas berapa banyak adegan Major menanggalkan jubah untuk memasuki dimensi hologram, kami tak melihat fisik Johansson dieksploitasi di sini. Semua adegan ini murni untuk kepentingan plot, sukses membuat kami melihat ada nilai lain yang jauh lebih penting untuk disampaikan kepada penonton. Satu lagi parameter yang membuat kami harus kembali memuji kualitas akting Johansson dan pengarahan Sanders di area ini.

Ghost in the Shell Movie Review

Sayangnya, kualitas plot tidak semantap kualitas akting Johansson dan teknik CGI yang ditampilkan. Selain misteri masa lalu Major, konfliknya dengan villain bernama Kuze (Michael Pitt) kurang dibangun maksimal. Adegan demi adegan fokus untuk menguak masa lalu Major saja, membuat klimaks dari subplot-nya gagal membuat Ghost in the Shell ditutup lebih megah ketimbang saat dibuka.

Kisahnya ber-setting waktu di masa depan (baca: tahun 2029), masa di mana manusia sudah dapat menerima fakta bahwa teknologi adalah bagian dalam keberlangsungan hidup mereka. Dalam artian bahwa manusia tak merasa tabu dengan yang namanya chip ditanam maupun sambungan kabel dicolok dalam bagian tubuh mereka. Manusia ibarat mesin namun dengan otak yang lebih cerdas karena mampu menerima bahkan menolak setelah melakukan berbagai pertimbangan. Pada masa ini, Dr. Ouelet (Juliette Binoche) bahkan menyebut bahwa kualitas manusia cyborg sudah melebihi A.I (Artificial Intelligence). Major adalah buktinya.

Yang kemudian menjadi pertanyaan, mengapa Major diciptakan? Apa betul perusahaan Hanka Robotics sedemikian dermawannya membantu Major yang nyaris tewas, hidup kembali dengan gratis? Karena nyaris dalam setiap kisah mutan, selalu saja ada intrik politik dengan latar belakang perebutan kekuasaan dunia, yang memaksa para penguasa menelurkan ide membuat senjata dengan bahan baku manusia. Lalu bagaimana dengan kisah Major sendiri? Serupa namun tak sama?


Director: Rupert Sanders

Cast: Scarlett Johansson, Michael Pitt, Rila Fukushima, Juliette Binoche, Pilou Asbaek

Duration: 106 mins


Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top