Connect with us
thorragnarok

Ghostbusters Movie Review: Granting a New Team and New Level of Fun, the Classics Are Never Left Behind

Ghostbusters Movie Review

REVIEWS

Ghostbusters Movie Review: Granting a New Team and New Level of Fun, the Classics Are Never Left Behind

This review may contain mild spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

First things first, kami senang bisa melihat Bill Murray (Zombieland, Aloha) lagi walau perannya bukanlah sebagai salah satu dari Ghostbusters. Ya … Murray bukan lagi si Peter Venkman karena Ghostbusters yang kami ulas di sini adalah sebuah reboot versi wanita. Bayangkan Venkman digantikan oleh Abby Yates (Melissa McCarthy) dan Winston Zeddemore digantikan Patty Tolan (Leslie Jones), lho … lalu Murray jadi siapa?

Ghostbusters Movie ReviewWell, … bukan seorang Ghostbuster, karakter Murray yang sekedar cameo pun tidak berada di kubu mereka. Arwah yang akhirnya berhasil ditangkap Abby cs dan secara tidak sengaja terekspos secara live di TV, dianggap palsu oleh Dr. Martin Heiss (Murray).

Ya, sayang, walau berstatus ahli di bidang metafisika, Heiss justru menyangkal eksistensi arwah-arwah jahat yang menganggu kota New York tersebut, menganggap Ghostbusters tak lebih dari sekelompok penipu.

Parahnya, walikota New York (Andy Garcia) serta PR-nya yang bermuka dua (Cecily Strong) menyebarkan berita yang sama publik, bahwa Ghostbusters hanyalah pencari sensasi lewat trik ilusi kacangan. Baru hingga akhirnya publik melihat sendiri ratusan arwah jahat berkeliaran bebas, Ghostbusters berkesempatan unjuk gigi menyelamatkan kota.

Plot yang Mirip

Dirancang sebagai sebuah reboot, jangan heran jika plot Ghostbusters besutan Paul Feig yang selalu sukses mengaplikasikan formula komedi dalam nyaris tiap proyeknya (baca: Knocked Up (2007), Bad Teacher (2011), Bridesmaids (2011), Spy (2015)) sebelas dua belas dengan film pendahulunya. Adalah 4 sekawan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan minat di bidang metafisika, membuka layanan pembersihan arwah gentahyangan bernama panjang; Department of the Metaphysical Examination.

Walau tidak keempatnya, Abby dan Erin Gilbert (Kristen Wiig) juga mengalami pemecatan dari universitas tempat mereka mengajar. Bersama insinyur teknis nyentrik yang lihai menciptakan alat-alat canggih, Jillian Holtzmann (Kate McKinnon) dan seorang mantan penjual tiket kereta bawah tanah yang energik, Patty, mereka harus mengusut tuntas misteri dalang di balik berkeliarannya arwah-arwah ini.

Dan mirip film pendahulunya, klimaks reboot ini juga terjadi di sebuah gedung tinggi yang digunakan sebagai gerbang antar dimensi. Pertanyaannya, jika dalam Ghostbusters (1984) adalah Gozer the Gozerian, si dewa perusak yang jadi biang keladi, siapakah Rowan North (baca: mungkinkah terinspirasi dari Rowan Schow, si pesulap?), seorang janitor culun yang diperlihatkan mampu memanggil arwah-arwah jahat tersebut? Apa motifnya? Bisakah kita berharap banyak pada villain yang dirancang baru untuk reboot ini? Opini kami, villain atau karakter baru Ghostbusters bukanlah letak kekuatan reboot ini. Apparently, it’s all about preserving the classics.

Atribut Klasik yang Masih Lestari

Dengan konten horor bercampur komedi, Ghostbusters ternyata dianggap serius sebagai sebuah karya cult classic. Walau bukan penggemar berat, namun kami tak bisa tak menikmati lagu pembuka yang dengan nada dan lirik menghentak berikut,“If there’s something strange in your neighborhood. Who ya gonna call? Ghostbusters!” 

Lebih jauh lagi, logo arwah putih yang mirip Fatso, kakak si Casper, dengan tanda larangan masuk, juga begitu membekas di ingatan kami. Plus, jangan anggap remeh mobil dinas Ghostbusters, Ecto-1, yang merupakan hasil modifikasi sebuah mobil jenazah.

Ghostbusters Movie Review

Bisa dibilang, semua atribut klasik di atas dengan baik ditampilkan, bahkan diberi improvisasi backstory yang sebelumnya tak pernah kami lihat, namun sukses menyuntikkan nuansa baru di reboot ini. Siapa yang sangka kalau ternyata paman Patty memiliki bisnis pengantaran jenazah dan Jillian diam-diam terinpirasi oleh sebuah logo yang dibuat seorang wall artist di tembok stasiun kereta bawah tanah?

Dan walau tampilan CGI untuk berbagai arwah yang notabene adalah karakter-karakter legendaris dunia Ghosbusters; Stay Puft Marshmallow Man dan Slimer, masih agak kasar dan skalanya agak berlebihan, well … mereka masih saja terlihat klasik, sebuah indikasi adanya retaining power yang tidak kami sangka bisa terjadi.

Ghostbusters Movie Review

Masih Tetap Lucu?

Bukan ensemble cast yang sempurna namun 4 sekawan versi wanita ini memiliki chemistry yang membuat reboot ini work out. Walau kadar humor dalam guyonan McCarthy tidak setinggi biasanya dan Wiig juga cenderung berakting baper karena karakter Erin-nya adalah seorang yang jenius namun korban bully, namun McKinnon dan Patty mampu memberikan aliran proton ketika keempatnya beraksi, membuat kami melihat Ghostbusters sukses tampil sebagai sebuah kesatuan.

Kalimat yang mereka ucapkan kami nilai lucu, walau tidak semua. Beberapa adegan juga sempat membuat kami menganga lebar, walau tak selalu berakhir dengan tawa. Namun, overall, Ghostbusters tidaklah buruk, apalagi ada penampilan Chris Hemsworth (Thor, Avengers) yang tetap macho dan tampan tapi super menyebalkan, memerankan sebuah karakter pendukung, seorang operator telepon yang awalnya terlihat standar, namun ternyata memegang peranan penting di bagian klimaks.


Director: Paul Feig

Cast: Melissa McCarthy, Kate McKinnon, Leslie Jones, Kristen Wiig, Chris Hemsworth, Bill Murray, Andy Garcia

Duration: 134 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top