Connect with us
transformersthelastknight

Hidden Figures Movie Review: Praising How Segregation and Feminism Coexists Beautifully Necessary in This Visual

The Hidden Figures Movie Review
20th Century Fox

REVIEWS

Hidden Figures Movie Review: Praising How Segregation and Feminism Coexists Beautifully Necessary in This Visual

This review contains no spoilers

(4/5) 4.0 Stars

Hidden Figures mengingatkan kami betapa ekstremnya aksi segregasi di AS di tahun 1960-an, jika masalah sebenarnya bukanlah tentang anti-feminisme di era itu. Bahwa rasisme warna kulit hitam-putih ini tidak mengenal abu-abu alias mutlak. Bahwa setiap individu dengan kulit warna hitam diberi akses khusus jika diasingkan dianggap sebagai sebutan yang kasar. Tak peduli apakah mereka berasal dari kaum intelek atau bukan, mereka yang berwarna kulit hitam dianggap bak Muggle-nya dunia Harry Potter. Keturunan tak murni, berdarah campuran, semacam itulah.

Padahal ruang lingkup film biopik ini termasuk sangat beradab. Bahwa trio wanita kulit hitam yang diangkat kisahnya ini adalah para staf ahli yang bekerja di NASA. Sungguh miris melihat bagaimana mereka diperlakukan secara tak adil oleh para senior yang notabene kulit putih dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Apakah sungguh ego mematahkan rasa kemanusiaan hingga demikian bobroknya? Faktanya ya, membuat Hidden Figures menjadi sajian visual yang penuh makna dan pesan moral.

Adalah Katherine Goble (Taraji P.Henson) yang merupakan matematikawan dan kami nilai paling pintar dibanding kedua rekannya. Dibandingkan kedua rekannya pula, kami melihat Goble mengalami diskriminasi paling mencolok. Alih-alih menghargai bakat matematika alaminya, para rekan seniornya di tim Space Task Group pimpinan Al Harrison (Kevin Costner) justru menganggap Goble patung berjalan. Kehadirannya tak dianggap hingga Goble merumuskan sebuah formula jitu yang membuat rekannya serta Harrison tercengang.

Di tim lain, Dorothy Vaughan (Octavia Spencer) yang juga adalah seorang matematikawan dan mengerti operasi komputer, mendapat pelecehan dari bosnya yang berusia lebih muda, Vivian Mitchell (Kirsten Dunst). Sedangkan Mary Jackson (Janelle Monae) tengah memperjuangkan hak persamaan untuk menimba ilmu di University of Virginia. Yang kemudian menjadi menarik tentunya perjalanan ketiganya di NASA, bukan hanya meniti karir profesional, namun juga mendobrak benteng segregasi yang konyol dan mengekang itu.

Trio Kuat yang Membuat Siapapun Akan Ingat

Ketiga aktris utama tampil begitu kuat secara solo dan kompak sebagai trio. Mereka adalah teman baik yang lebih mirip kakak beradik, saling mendukung satu sama lain. Performa ini tentunya memberi efek positif mengingat dunia nyaris tak mengenal sosok dan prestasi Goble, Vaughan, dan Jackson. Mereka adalah pihak di belakang layar yang jarang mendapat kredit, terutama dalam konteks harus bersaing dengan para astronot yang rela bertaruh nyawa di luar angkasa sana.

Namun, dalam film ini, kami jadi tahu bahwa para astronot ini adalah sosok yang tahu diri. Mereka tahu bahwa misi yang mereka ikuti tak akan sukses tanpa persiapan dan perhitungan teknis yang matang. Nama-nama berikut; Neil Armstrong dan Buzz Aldrin, tentunya sangat berterima kasih pada ketiganya yang telah membantu menyukseskan misi perjalanan manusia pertama ke bulan. Kini kami pun mendapat wawasan baru, lebih dari sekedar Armstrong mendarat di bulan, lebih dari sekedar fakta bahwa astronot adalah pahlawan luar angkasa satu-satunya.

The Hidden Figures Movie Review

Penampil terbaik adalah Henson yang begitu meyakinkan sebagai Goble yang paling cerdas dan paling kompleks jalan hidupnya. Ia adalah seorang orang tua tunggal dengan 3 anak perempuan yang masih bocah. Pergi pagi, pulang malam, ada beban moral hinggap di dalam hatinya serta rasa sepi yang tak pernah mampu ia buang. Diperparah dengan lingkungan kerja yang tidak kondusif, kesuksesan Goble yang sosok aslinya masih hidup hingga saat ini, adalah buah manis kegigihannya. Penampil pendukung juga mampu memberi konflik berarti untuk ketiganya, membuat usaha persamaan warna kulit ini terlihat sangat layak untuk diperjuangkan. Sikap tegas Harrison pada Goble serta ego tinggi Mitchell pada Vaughan memberi greget yang dibutuhkan untuk mengembangkan kedua karakter ini.

Yang jadi menarik adalah bahwa jaman sekarang, jaman di mana warna kulit bukan lagi sebuah isu di AS, feminisme menjadi sebuah topik yang tak pernah habis dibahas. Berkaca dari kisah trio ini di masa lalu, yang sebenarnya juga berkutat pada masalah persamaan, miris kami menyadari bahwa masalah itu selalu saja muncul dalam konteks yang berbeda. Seakan tak akan pernah dicabut sampai akarnya, seakan warna kulit cuma dijadikan tameng untuk menutupi sinisme para oknum terhadap perbedaan jenis kelamin.


Director: Theodore Melfi

Cast: Taraji P. Henson, Janelle Monae, Octavia Spencer, Mahersala Ali, Kevin Costner, Kirsten Dunst, Jim Parsons

Duration: 127 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

despicableme3

dunkirk

baywatch

To Top