Connect with us

Inferno Movie Review: Felicity Jones Turns Into a Game Changer Before the Plot Turns Tedious

Inferno Movie Review
Columbia Pictures

REVIEWS

Inferno Movie Review: Felicity Jones Turns Into a Game Changer Before the Plot Turns Tedious

This review may contain mild spoilers

(3/5) 3.0 Stars

Dibandingkan dengan Angel and Demons dan Da Vinci Code, novel ke-4 seri Robert Langdon karya Dan Brown ini sepertinya kehabisan ide motif naif nan jahat yang sanggup memeras kecerdasan si pakar sejarah. Diawali dengan ide memplot seorang religius yang berubah psikopat, dilanjutkan dengan seorang pemuja aliran sesat dengan perubahan serupa, kini Inferno menampilkan seorang psikopat lain dalam wujud seorang industrialis yang notabene kaya namun bermimpi jadi pejuang revolusi.

Naasnya, revolusi yang dimaksud adalah memusnahkan populasi dunia lewat sebuah rencana yang sebenarnya awam namun dibuat rumit. Awam karena rencana ini sudah sering dipakai dalam skenario kisah akhir jaman dan rumit karena melibatkan banyak pengetahuan sejarah dan dipercaya bahwa hanya Langdon yang bisa memecahkannya. Ya … seperti biasa, Langdon mendapat kasus yang melibatkan sederet teka-teki. Bukan hanya menguras pengetahuan sejarah namun juga logika serta memori yang tajam. Dan seperti biasa,  Langdon ditemani wanita cantik nan cerdas, bahkan kali ini melebihi kecerdasannya. Secerdas apa?

Inferno Movie Review

Terlepas benar atau tidak, kami menilai Brown butuh strategi pengalihan untuk membuat pola plot lamanya itu tak terlihat usang. Karena jika tidak, maka Langdon miliknya akan berpikir bahwa setiap kasus pecah karena intelektualitas semata. Karena masalahnya, di saat tak kondusif, Langdon bisa saja lupa ingatan, namun tak boleh lupa alam bawah sadarnya. Sebuah fakta biologis yang cukup cerdas disadari dan dimanfaatkan Brown, membuat Langdon tampil sebagai manusia biasa yang bisa juga mengambil keputusan salah.

Dan di momen kesalahan inilah, Brown memunculkan sebuah karakter anti-materi yang memberi keseimbangan, jika bukan pencerahan, untuk Langdon. Bahwa setiap kasus tidak melulu tentang moral; benar dan salah, melainkan turut melibatkan emosi dan motivasi. Bahwa apa yang idealnya benar bisa menjadi salah jika diperlakukan subjektif, dan sebaliknya. Dan Inferno memberi Langdon kesempatan untuk belajar memahami, bukan mengadili, bahwa hal-hal yang berada di luar area intelektualnya, bukan dalam kendalinya.

Felicity Jones Memimpin Permainan

Mendapuk Felicity Jones (The Theory of Everything, Star Wars: Rogue One) sebagai Sienna Brooks yang diplot sebagai seorang dokter sekaligus peminat sejarah, memang tak salah. Jones memiliki aura cerdas dan tajam di ekspresi wajahnya, membuat Brooks yang ia mainkan terlihat lebih pintar dari Langdon. Buktinya, sepanjang perjalanan mencari teka teki di balik lukisan 10 Tingkat Neraka karya Dante Alighieri, Brooks banyak berkontribusi. Bahkan dalam perlawanan fisik sekalipun, Brooks dapat diandalkan. Singkat kata, sungguh beruntung Langdon mendapatkan sidekick dadakan sepotensial ini. Pertanyaannya, apa Anda percaya Brown menciptakan karakter Brooks out-of-nowhere?

Sayangnya, dibandingkan Angels and Demons dan Da Vinci Code, ketegangan dalam Inferno kami nilai banyak berkurang. Keseruan masih terasa namun dengan teka-teki yang lebih sedikit dan cepat terkuak. Sisanya adalah proses mencari tahu dan menemukan kebenaran karena kisah dalam Inferno penuh dengan jebakan karakter. Maksudnya? Terlepas karakter-karakter pendukung yang terlibat tidak terlalu menarik, namun tanpa mereka, jalan menuju Roma itu takkan bercabang.

Semuanya dimulai dari Bertrand Zobrist (Ben Foster), industrialis muda yang di awal cerita, bunuh diri. Belum jelas mengapa ia memilih rela bunuh diri (ketimbang buka mulut), kami sudah dibawa ke sebuah RS di Florence, lokasi Langdon dirawat akibat luka tembak. Di RS inilah, kami juga bertemu Brooks, dokter cantik yang akhirnya terpaksa menolong Langdon sepanjang cerita. Usut punya usut, Langdon memiliki sebuah aset yang dipercaya merupakan jawaban dari rencana gila Zobrist. Singkat cerita, Langdon dibantu Brooks menyelamatkan diri guna menuju tempat-tempat bersejarah menemukan berbagai petunjuk.

Masih ada beberapa pintu masuk rahasia yang dipercaya hanya diketahui Langdon. Masih ada pula sejumlah teka-teki anagram dan lukisan antik dengan petunjuk yang membuat Langdon harus memutar otak. Namun hanya ada sebuah ancaman yang sudah menghampiri Langdon namun sayang tak ia sadari. Ancaman apakah itu? Well … yang pasti bukan tantangan keberanian naik pesawat terbang.


Director: Ron Howard

Cast: Tom Hanks, Felicity Jones, Irrfan Khan, Omar Sy, Ben Foster

Duration: 121 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

thorragnarok

To Top