Connect with us

Jack Reacher: Never Go Back Movie Review: No Longer a Lone Wolf, Jack Reacher Turns Into a Kind of Bryan Mills

Jack Reacher Never Go Back Movie Review
Paramount Pictures

REVIEWS

Jack Reacher: Never Go Back Movie Review: No Longer a Lone Wolf, Jack Reacher Turns Into a Kind of Bryan Mills

This review may contain mild spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Seakan menyadari bahwa Jack Reacher harus segera dipensiunkan, sekuel ini pun diberi tajuk Never Go Back. Namun, dalam sekuel yang kali ini dibesut Edward Swick (Legends of the Fall, The Last Samurai), Reacher tak pernah sedikit pun lelah. Sebaliknya, usahanya membasmi para kriminal semakin menggebu-gebu, terutama setelah mengetahui bahwa ia mungkin saja adalah seorang ayah. Naga-naganya, Reacher jadi generasi baru Bryan Mills? We only say it.

Ya … terlepas adegan baku hantam tangan kosong serta senjata ala Cruise yang biasa MuviBlaster lihat, Jack Reacher: Never Go Back menambahkan bumbu drama keluarga, yang paling tidak bisa Anda kenang manis jika memang franchise ini tak dibuat trilogi seperti indikasi kami di atas. Selain itu, Reacher juga dihadapkan pada konflik antar gender dengan Susan Turner (Cobie Smulders) yang membuat sekuel ini mengandung sedikit ketegangan yang romantis. Singkat kata, sekuel ini membuat kami membayangkan andai Reacher memiliki sebuah keluarga yang harus ia lindungi. Apa ia akan kerepotan?

Jack Reacher Never Go Back Movie Review

Berita baiknya, karakter Turner yang dimainkan Smulders adalah versi wanita Reacher. Maksudnya, Turner adalah seorang wanita yang tangguh mental-fisiknya. Lebih jauh lagi, Turner juga adalah seorang Mayor Angkatan Darat yang sangat dihormati, sehingga ketika ia dijebak oleh departemennya sendiri atas sebuah tuduhan yang tidak ia lakukan, ia tahu apa yang harus dilakukan. Namun jalan cerita sekuel ini tak akan berkembang seru jika Reacher tak ikut campur. Dan dengan demikian, Reacher merusak rencana Turner sambil membuat rencana baru.

Berita baik lain. Setelah menyadari kemungkinan bahwa ia adalah ayah dari seorang gadis remaja bernama Sam (Danika Yarosh), Reacher mulai mengkhawatirkan keselamatan Sam. Dan benar saja, Sam turut menjadi incaran pihak jahat yang awalnya hanya mengincar Reacher dan Turner. Beruntung Reacher, Sam adalah gadis yang banyak akal, seperti ayahnya. Walau dari luar terlihat nakal dan tak bisa diatur, Sam sebenarnya justru bermaksud menolong. Pertanyaannya, mirip Reacher, apakah Sam sungguh putrinya?

Fisik Tom Cruise yang Masih Prima

Jangan banyak berharap Cruise mengeluarkan bakat akting dramanya walau sudah diplot menjadi pelindung kedua wanita di atas. Karena mirip Reacher yang sudah biasa hidup sendiri, Cruise jadi ikut sulit mengeluarkan emosinya. Ia peduli atau tidak pada Turner dan Sam hanya bisa dilihat dari aksi bertarungnya yang mati-matian. Sempat sekali Reacher dan Turner berdebat karena Reacher tak mau melibatkan Turner dalam bahaya. Sempat pula sekali Reacher terlihat sangat lega sekaligus marah ketika mengetahui Sam membahayakan diri demi Reacher. Paling tidak kami melihat Cruise berusaha memberikan ekspresi rasa peduli dan sayang yang wajar bagi seorang Reacher yang lama hidup merantau tanpa tujuan hidup yang jelas.

Jack Reacher Never Go Back Movie Review

Soal fisik, Cruise memang tak perlu diragukan lagi. Setangguh dan secerdas apapun musuhnya, Cruise selalu bisa menjadi karakter yang satu langkah lebih kuat dan lebih cepat. Walau sempat jatuh, bak besi baja bertulang, Cruise selalu membuat karakternya bangkit lagi tanpa memberikan kesan lelah yang berarti. Kontribusinya di sekuel ini adalah membuktikan bahwa Reacher milik Cruise tetaplah yang terdepan walau Turner milik Smulders berusaha melampaui dan Sam milik Yarosh berusaha mencuri perhatian.

Well … kami senang melihat akting tough Smulders yang di sini terlihat semakin prima, membuktikan bahwa ia bukan sekedar gadis tangguh yang hanya melulu hebat di belakang meja. Turner miliknya cantik, tegas, dan keras kepala, mampu mengimbangi nyaris semua aspek dalam diri Reacher. Sedangkan Yarosh, jujur,akting aktris yang sebelumnya pernah terlibat dalam Project Almanac (2015) ini memang menyita perhatian. Ia mirip seorang Reacher remaja dengan warna rambut pirang dan perangai nekat namun cerdas. Terlepas apakah nantinya mereka sungguh diplot menjadi ayah dan anak, menarik melihat perkembangan hubungan keduanya di sepanjang film.

Kehabisan Ide Cerita?

Walau jalan cerita sekuel ini mengalami penyegaran namun hal ini justru memberi indikasi bahwa tim belakang layar mulai kehabisan ide cerita untuk Reacher. Bukan seperti Mission: Impossible yang bisa dengan bebas mengangkat misi baru untuk setiap jilidnya, Jack Reacher lebih mirip Taken yang harus mengedepankan kesinambungan cerita. Pertanyaan selanjutnya, apakah jika nanti jilid ke-3 Reacher digarap, ceritanya menyambung drama di sekuel ini? Jika tidak, apa lagi?

Mirip Taken pula, Jack Reacher bukanlah film aksi yang bisa seenaknya memamerkan teknologi mutakhir. Selain senjata api yang berukuran lebih besar dengan ledakan lebih dashyat dan gerakan tarung baru, rasanya tak mungkin melihat ada mobil-mobil super cepat atau teknologi komunikasi instan bisa dihadirkan dalam film aksi konservatif macam ini. Tak ada gedung tinggi yang bisa dipanjat seenaknya atau pesawat tinggal landas tanpa Benji mengatur segala persiapannya, Reacher harus menerima bahwa nasibnya memang tak semujur si Ethan Hunt. Tapi jika sekali lagi Reacher harus beraksi, itu hanyalah demi kepuasan para penggemarnya semata. Apa ada yang keberatan?


Director: Edward Swick

Cast: Tom Cruise, Cobie Smulders, Danika Yarosh

Duration: 118 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

thorragnarok

To Top