Connect with us
babydriver

John Wick: Chapter 2 Movie Review: Given More Reasons to Kill, This Sequel Is a Gun Fully Loaded

John Wick Movie Review
Summit Entertainment

REVIEWS

John Wick: Chapter 2 Movie Review: Given More Reasons to Kill, This Sequel Is a Gun Fully Loaded

This review contains mild spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Minus plot membalas dendam kematian si anjing kesayangan, DaisyJohn Wick: Chapter 2 dengan mudah menjadi sebuah kapal yang terombang-ambing di tengah laut. Namun, berita baiknya, franchise yang merupakan sebuah comeback menjanjikan seorang Keanu Reeves (Speed, The Matrix Trilogy) ini sudah memasang kuda-kuda kuat di jilid pertamanya; premis pertarungan intens nan vulgar mengatasnamakan balas dendam oleh Wick (Reeves), yang walau sudah berlabel pensiun namun tetap prima dan penuh gaya.

Terkesan diberi kesempatan mirip Liam Neeson (The Grey, Silence) dengan Taken-nya, Wick adalah sosok berbeda, seorang lonewolf yang tak punya tanggungan. Tak mungkin mengulang plot kematian jenis anjing yang berbeda jika nantinya John Wick dibuat trilogi, sekuel ini disuntikkan problem baru yang memiliki potensi berkelanjutan, bahkan kami nilai lebih beralasan ketimbang problem yang hadir di jilid pertama.

Walau tak sampai membuat kami miris menyaksikan kegundahan dan kekesalan Wick pasca Daisy tiada, motif yang membuat Wick sekali lagi harus kembali ke dunia mafia ini justru lebih menyita rasa penasaran. Mulai dari berbagai persiapan taktis dan modis yang dilakukan Wick hingga lapis demi lapis misteri di balik misi baru yang dipicu oleh permintaan Santino D’Antonio (Riccardo Scamarcio). Siapa gerangan D’Antonio dan hubungannya dengan Wick turut menjadi pertanyaan yang seru untuk dijawab sepanjang plot mengalir.

John Wick Movie Review

Sebagian besar durasi dihabiskan oleh sepak terjang Wick mengalahkan satu demi satu para penjahat yang ingin menghabisinya. Baik itu menggunakan senjata api, senjata tajam, senjata tumpul, bahkan tangan kosong, Wick tak pernah sekalipun terlihat payah, walau sekali-kali memberi indikasi bahwa fisiknya mulai lelah. Pasalnya, misi yang diberikan D’Antonio sukses menjebak Wick dalam situasi tak menguntungkan. Wick bahkan sampai harus sampai baku hantam dengan sesama rekan pembunuh bayaran, Cassian (Common), yang sebenarnya ia anggap teman itu.

Makin Banyak Jurus Mematikan

Wick terlihat semakin banyak mengeluarkan jurus mematikan di jilid ini. Walau terkenal lihai menggunakan senjata api serta tenar berkat prestasi membunuh seseorang dengan sebatang pensil, Wick juga jagonya berkelahi dengan tangan kosong. Lebih jauh lagi, ketahanan tubuh Wick juga semakin baik, walau memasuki menit-menit terakhir tubuh Wick sudah berlumuran darah karena terluka, sebuah kasus klise dalam film yang tidak realistis namun selalu saja mampu memberi greget yang diinginkan penonton.

Koreografi setiap adegan pertarungan, baik itu dengan maupun tanpa alat bantu, kami nilai diperhitungkan dengan baik, membuat sosok Wick tampil sebagai seorang petarung dengan tingkat perencanaan matang dan ketelitian tinggi. Dengan demikian, wajar jika John Wick dianggap sebagai franchise yang memiliki kualitas teknis tinggi, menjadi salah satu aset visual berharga di genre aksi.

Aturan Membunuh yang Ketat

Hal lain menarik yang kami temukan dalam sekuel ini adalah penerapan ketat tata krama membunuh yang harus dipatuhi semua pembunuh bayaran, termasuk Wick. Diikat dengan sebuah kontrak kerja, semua pembunuh bayaran dalam John Wick memanglah berada di bawah naungan sebuah institusi bernama Continental pimpinan Winston (Ian McShane). Bahwa sedekat apapun si pembunuh dengan targetnya, ia harus pintar-pintar menahan diri jika tengah berada di wilayah Continental.

Tata krama ini pulalah yang membuat Wick masih terlihat elegan, jika istilah beradab dinilai kurang cocok. Tata krama ini pulalah yang membuat Wick masih dihormati para pihak dalam lingkaran dunia gelap, walau tak ada satupun yang mampu menjamin keselamatan Wick jika ia dalam bahaya.

Masih ditemani seekor anjing, namun kali ini jenis pitbull dan tak diberi nama, Wick malah kehilangan berbagai sisa kenangan bersama sang istri, Helen (Bridget Moynahan). Kesal namun tak sekesal ketika ia kehilangan Daisy, sutradara Chad Stahelski (John Wick) bersama penulis naskah Derek Kolstad (John Wick) sepertinya memang sengaja menyuntikkan motif rasa kesal baru supaya sekuel ini tak terkesan mengulang apalagi mengekor kesuksesan film pertamanya semata. Dan hasilnya tidaklah sia-sia karena apapun yang terjadi di jilid ke-3 nya nanti merupakan pengembangan beralasan yang kami jamin sangat dinanti.


Director: Chad Stahelski

Cast: Keanu Reeves, Ian McShane, Common, Laurence Fishburne

Duration: 122 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

PLAYING NOW

thorragnarok

To Top