Connect with us
jumanji

Jumanji: Welcome to the Jungle Movie Review: Damn Hilarious That We Face Exercise While Watching

Jumanji: Welcome to the Jungle
Columbia Pictures

REVIEWS

Jumanji: Welcome to the Jungle Movie Review: Damn Hilarious That We Face Exercise While Watching

This review contains no spoilers

(4/5) 

22 tahun berlalu, permainan Jumanji masih saja eksis. Masih lekat di ingatan kami betapa kapoknya Alan Parrish (Robin Williams) memainkan board game itu. Kala itu, Parrish yang awalnya tersedot masuk ke dalam dunia Jumanji, akhirnya pulang, walau membawa sederet malapetaka ke dunia nyata. Kali ini, yang terjadi justru sebaliknya. Siapapun yang tersedot masuk ke dalam dunia Jumanji berkesempatan mengeksplorasi setiap sudut keganasannya, namun dengan kemungkinan … betah.

Premisnya tak lagi semistis di tahun 1996. Banyak aspek dalam spin-off ini yang kadarnya dibuat lebih ringan. Contohnya, si plot yang dibuat lebih simple, jika tak mau dikatakan mirip plot video game survival kebanyakan. Aspek-aspek ini sengaja dibuat jauh lebih menyenangkan lewat bantuan para bintangnya, yang sesuai dugaan, minim resiko dan tak mengecewakan. Dan demikianlah hal yang terjadi. The cast save the movie from anything bad.

Format permainan Jumanji sengaja diubah, dari sebuah permainan papan kayu menjadi video game, lewat sebuah insiden singkat. Yang jadi pemain juga tak lagi bocah dengan masalah klasik namun sekelompok Kids Jaman Now yang tingkahnya serba ajaib. Diberi tajuk Welcome to the Jungle, dunia Jumanji yang baru ini tidaklah persis sama dengan dunia yang dimasuki Parrish dulu. Pasalnya, jika dulu Parrish cs harus menjalankan sederet misi acak demi keluar dari permainan, kali ini, Spencer (Alex Wolff), Fridge (Ser’Darius Blain), Bethany (Madison Iseman), dan Martha (Morgan Turner) harus menyelamatkan Jumanji dari yang namanya game over.

Jumanji: Welcome to the Jungle

Canda tawa itu dimulai ketika jiwa Spencer cs menghuni raga setiap karakter avatar yang mereka pilih. Mulai dari Dr. Bravestone (Dwayne Johnson) yang memiliki tatapan membara namun tak memiliki satupun kelemahan hingga Dr. Moose Finbar (Kevin Hart) yang bagaikan Dora the Explorer membawa tas ransel ukuran tak wajar ke mana-mana. Duet keduanya semakin seru dengan kehadiran Jack Black (School of Rock, King Kong) sebagai ahli baca peta paruh baya yang berperangai remaja cantik 16 tahun, dan semakin aduhai berkat Karen Gillan (Guardians of the Galaxy) dengan kostum seksi, aksi tarung menawan, dan rambut merah menyala.

Semakin yakin kami bahwa dunia Jumanji tak lagi sama. Bertubi-tubi lelucon antara 4 karakter ini terus dilontarkan walau sebenarnya situasi mereka nyaris 100% selalu genting. Mulai dari dikejar-kejar badak bercula satu, gerombolan siberat bawahan Van Pelt (Bobby Cannavale) yang obsesif hingga adu mulut keempat karakter yang dalam dunia nyata memang tak akur. Bersatu mereka teguh, bercerai mereka runtuh. Hanya misi demi misi yang mampu merekatkan keempatnya, menyadarkan mereka bahwa semuanya sama-sama ingin pulang.

Chemistry dan timing komedi antara Johnson dan Hart yang terbukti sukses dalam Central Intelligence (2016) kembali mereka lanjutkan di sini. Keduanya bak sepasang sahabat, yang saking akrabnya, sudah tak gengsi saling mencela maupun memuji, bahkan mendorong jatuh satu sama lain. Namun, bicara kualitas akting, kredit kami berikan untuk Black, yang baik secara solo maupun kelompok, menonjol dengan mudah. Black yang bertubuh tambun sukses tampil centil, penuh gaya, sekaligus percaya diri.

Gillan tampak nyaman memainkan sosok kutu buku walau sepanjang durasi, karakter Martha-nya diplot sebagai sosok yang kaku dan kurang responsif. Aksi tarung dengan tubuh semampai dan perut rata miliknya juga sedap dipandang. Namun di bawah ajaran Black-lah, adegan Gillan belajar merayu pria sukses membuat kami tertawa geli.

Dunia Jumanji yang digambarkan sebagai hutan belantara tropis sama sekali tak buruk. Beruntung ide spin-off ini dibuat sehingga kami tahu kira-kira seperti apa rasanya setelah Parrish tersedot dan tinggal di Jumanji selama 25 tahun. Sayang, kala itu, video game belumlah populer sehingga Parrish tidak memiliki kekuatan super seperti Spencer cs. Naluri bertahan hidup secara alami adalah satu-satunya nyawa.


Director: Jake Kasdan

Cast: Dwayne Johnson, Kevin Hart, Jack Black, Karen Gillan, Alex Wolff, Madison Iseman, Morgan Turner

Duration: 119 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

RECENTLY WATCHED

COMING SOON

AIRING NOW – KBS2

To Top