Connect with us
princessmononoke

Let’s Go, Jets! Movie Review: Minus the Movie, the True Story Is a Sleeper Hit in Japanese Sport History

Let's Go Jets! Movie Review
Toho

REVIEWS

Let’s Go, Jets! Movie Review: Minus the Movie, the True Story Is a Sleeper Hit in Japanese Sport History

This review contains no spoilers

(3/5) 3.0 Stars

Tema tarian pemandu sorak dalam format manapun identik dengan gadis-gadis cantik berpakaian minim warna warni sambil memegang pompom di tangan kanan dan kiri. Let’s Go, Jets! garapan Hayato Kawai (My Brother Loves Me Too Much, Suzuki Sensei) pun tak luput dari trademark ini walaupun para murid baru yang berpartisipasi dalam klub pemandu sorak Jets tak terlalu menunjukkan minat. Pasalnya, klub satu ini dipimpin seorang guru wanita killer, Kaoruko Saotome (Yuki Amami), serta diprediksi tidak memiliki masa depan pasca ditinggal seluruh murid seniornya.

Beruntung tak semua murid baru pesimis; sebagain melihat adanya sinar terang di balik impian Guru Saotome yang terdengar muluk-muluk itu; meraih gelas juara pemandu sorak di Amerika Serikat ketimbang sekedar menjadi klub penyemangat klub sepak bola di sekolah. Padahal, faktanya, kejuaraan nasional di kota Fukui saja tak pernah klub ini raih lalu bagaimana ceritanya para murid baru yang belum saling mengenal, cenderung egois, dan tak pernah berpengalaman menari secara kelompok ini akhirnya bisa menyukseskan impian sang guru?

Let's Go Jets! Movie Review

Tak hanya menyelaraskan irama dalam gerakan, para murid yang digawangi Ayano (Ayami Nakajo) dan Hikari (Suzu Hirose) juga harus menyamakan visi dan misi mereka bergabung dalam klub ini. Diberi sebuah impian yang sama besarnya, mereka belajar untuk mengejar, saling menyemangati agar mindset menyerah itu jauh dari pikiran. Hingga akhirnya mereka berhasil menjadi juara di adegan klimaks, kami terharu bahwa kemenangan tersebut bukanlah sekedar proses fiktif belaka.

Tak ada yang tak mungkin, Let’s Go, Jets! terinspirasi dari kisah nyata perjuangan klub pemandu sorak Fukui Chuo High School untuk menjadi juara USA’s NDA Cheerdance Championship pada tahun 2009. Didirikan pada tahun 2006, butuh 3 tahun lamanya untuk klub ini menunjukkan tajinya. Hasilnya, tak hanya menuai prestasi global namun juga menjadi inspirasi bagi para remaja Jepang yang mungkin berpikir bunuh diri saking stres menjalani kehidupan sekolah.

Jajaran pemain yang didominasi para aktris remaja asal Jepang ini juga terlihat bersungguh-sungguh berakting, walau banyak karakter yang terjebak dalam stereotipe. Ayano yang idealis, terus menerus berujar ingin menjadi ketua klub yang lebih baik lagi. Hikari yang sosialis, terus menerus berujar kalimat positif walau kami tahu ia sebenarnya sakit hati. Yui (Hirona Yamazaki) yang labil, terus menerus menunjukkan gengsi walau mentalnya rapuh. Guru Saotome pun kebagian karena terus menerus bersikap keras padahal diam-diam peduli pada masalah luar sekolah murid-murid barunya itu. Alhasil, ketika kedok masing-masing dibuka, kami sudah tak kaget, merasa durasi film ini banyak dihabiskan untuk dramatisasi karakter di atas.

Berita baiknya, paling tidak, usaha Nakajo dan Hirose di atas tak sia-sia karena sukses menjadikan keduanya pentolan sekaligus andalan anggota lain dalam klub. Keduanya memiliki kepribadian yang jauh berbeda namun saling melengkapi. Walau sebenarnya keduanya sedang berkompetisi menjadi yang terbaik, namun demi kepentingan klub, ego tersebut seringkali ditinggalkan. Singkat kata, lewat keduanya, Lets Go, Jets! memberi cukup banyak tips dan trik membangun sebuah tim kerja yang solid.

Soal koreografi, hanya tarian di babak final USA Cheerdance Championship saja yang dapat kami puji. Tidak banyak tarian utuh yang diperlihatkan saat adegan latihan. Tarian saat JETS mengikuti kejuaraan nasional juga gagal total karena irama yang tidak kompak. Terlepas apakah koreografi ciamik itu memang sengaja disimpan untuk menutup filmnya atau tidak, kami yakin bahwa di periode awal berdirinya, JETS mengalami masa-masa gelap, masa di mana gerakan tarian mereka kacau, tak layak untuk dipertandingkan. Untung, JETS tidak menyerah atau film adaptasi ini tak mungkin ada.


Director: Hayato Kawai

Cast: Ayami Nakajo, Suzu Hirose, Yuki Amami, Mackenyu, Hirona Yamazaki, Miu Tomita, Yurina Yanagi, Kentaro

Duration: 121 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top