Connect with us
princessmononoke

Lights Out Movie Review: The On-Off Terror Is Scary but the Reason of Humble yet Unexpected Medium of Choice Scares Us More

Lights Out Movie Review
Warner Bros. Pictures

REVIEWS

Lights Out Movie Review: The On-Off Terror Is Scary but the Reason of Humble yet Unexpected Medium of Choice Scares Us More

This review contains no spoilers

(4/5) 4.0 Stars

Walau sebuah saklar rusak terpampang di posternya, Lights Out bukanlah kisah tentang petugas PLN yang memperbaiki arus listrik putus sebuah rumah. Namun dengan genre horor yang diusung, silahkan MuviBlaster berharap akan sebuah kisah rumah berhantu di film besutan David F. Sandberg (Attic Panic, Closet Space) ini. Dan khusus Anda para penggemar genre ini, kemungkinan besar Anda berasumsi bahwa apapun makhluk/kekuatan supernatural yang ada di sini takut pada yang namanya sinar. Namun apa berarti sepanjang durasi, sesuai judulnya, kisah ini diselimuti gelap?

Well … jika Anda perhatikan dengan seksama, saklar tersebut mungkin tidaklah rusak, melainkan tidak boleh diganggu gugat. Mudah untuk berasumsi bahwa tidak diperkenankan terjadinya arus buka-tutup dengan maksud arus listrik yang mengalir tidak boleh terputus. Namun siapa sangka skema inilah yang kemudian dimodifikasi, jika bukan sengaja dirusak, untuk kemudian dipakai guna mencapai gol dari film yang ternyata diproduseri oleh James Wan (Insidious, The Conjuring). Bukan konsep yang rumit alias simple namun dengan eksekusi out-of-the-box yang mengerikan.

Dan menariknya, tanpa banyak embel-embel atribut horor maupun backstory mistis, Lights Out dengan sangat mudah membuat kami bergidik, secepat lampu nyala dan mati. Tanpa banyak cerita kenapa karakter-karakter ini dipilih untuk kisah ini, sedari film dimulai, kami langsung dibuat fokus pada ride-nya, yang mana sangat bergantung pada ada tidaknya sinar. Ya … kami tak enggan menggunakan kembali istilah rollercoaster ride untuk Lights Out, karena rollercoaster kali ini bisa berhenti kapan saja, di mana saja, termasuk di puncak lengkungan tertinggi sekalipun, hanya untuk membuat penontonnya merasakan sensasi horor akibat mesin mati. Lanjut?

The Horror Is Straightforward

Tolong maafkan saja durasi singkat film ini (baca: hanya 81 menit) jika Anda termasuk kategori penonton yang betah berlama-lama namun takut rugi. Karena, singkatnya durasi justru membuat Lights Out fokus mengejar golnya, membuat Anda untung berlipat ganda. Sadar bahwa penonton akan bosan menyaksikan the same kind of family story sebagai sajian pembuka, Lights Out tanpa basa-basi memangkas elemen ini dan mengajak penonton sesegera mungkin ikut naik ke atas wahana yang sudah berisi Rebecca (Teresa Palmer) dan Sophie (Maria Bello).

Lights Out Movie Review

Let’s talk just a bit of the story. Adalah Rebecca yang cemas dengan keadaan adik angkatnya, Martin (Gabriel Bateman) yang mengalami insomnia pasca melihat arwah gentayangan sekitar ibunya, Sophie. Pasalnya, Sophie, bukanlah wanita waras. Ia mengalami gangguan jiwa kronis yang membuat dirinya kerap terlihat berbicara sendiri (baca: dengan teman imajinasi). Hingga akhirnya diketahui bahwa “teman” Sophie ini adalah arwah manusia bernama Diana (Alicia Vela-Bailey) yang menyimpan dendam luar biasa hebat namun takut dengan yang namanya sinar.

Yang tentunya jadi pertanyaan, terlepas minimnya penjelasan siapa ini siapa itu di awal, adalah mengapa Sophie bisa berteman dengan arwah Diana, bukan anaknya (Martin) yang masih bocah? Apa motifnya? Mengapa pula arwah Diana hanya bisa muncul dalam kegelapan absolut, sedangkan arwah-arwah film horor lain masih bisa survive dengan sinar yang redup? Apakah ada penjelasan yang masuk di akal, membuat konsep yang di atas sudah kami puji itu tidak terasa mengada-ada?

Make Sure You Have Guts Watching This

Walau Wan hanya duduk sebagai produser dan nama Sandberg tidak familiar di telinga Anda, jangan kira Lights Out berakhir seperti Annabelle (2013). Sandberg ternyata sutradara yang lihai mengarahkan, terutama peka mengatur scene sekaligus time sequence. Walau tanpa creepy backstory seperti rentetan kasus nyata rumah berhantu milik pasangan Warren, momen mati lampu yang diikuti penampakan arwah Diana sukses menakuti, walau berkali-kali, bahkan terus-menerus terjadi.

Dengan konsep yang simple, strategi jump scare gaya old-school Wan yang sudah kami kenal, serta arwah yang sebenarnya bisa dinamai apa saja, rasanya sulit membayangkan kalau Lights Out sukses lepas dari status mediocre horror. Parameter yang jelas adalah betapa kuatnya sensasi takut yang ditinggalkan Lights Out pasca film ini berakhir.

Bagaimana tidak? Situasi mati lampu adalah situasi yang real, bahkan termasuk situasi gangguan rumah tangga yang tidak perlu menunggu kedatangan arwah bergentayangan di dalam rumah. Lebih jauh lagi, mungkin banyak dari Anda yang hanya bisa tidur dalam ruangan gelap gulita. Bukan bermaksud menakuti, bisa jadi Anda tidur dalam ruangan terang menyala beberapa hari setelah menonton film ini. Singkat kata, semakin dekat sebuah situasi rekaan dengan realita, semakin dekat pula dengan misi sebuah film horor membuat ketakutan para penontonnya menjadi akut.

An Humble Yet Unexpected Medium to Call Evil Out

Kalau diperhatikan lebih seksama, ada konsep lain yang sebenarnya tersembunyi di balik mati nyalanya lampu ini. Sekilas hanya terlihat sebagai saklar pada umumnya, kami melihat saklar dalam Lights Out adalah representasi dari medium pemanggil arwah yang sudah kita kenal seperti papan Ouija dan mantra pemanggilnya.

Dengan menyadari adanya layer lain di bawah konsep ini, dengan demikian kami menilai Lights Out bukanlah sebuah film horor yang golnya menakuti saja, namun juga mengingatkan penontonnya akan sebuah insight bahwa arwah bisa dipanggil lewat medium apa saja; termasuk yang paling tidak mereka perhatikan atau kira sekalipun; Annabelle dan Chucky lewat boneka, Babadook lewat dongeng sebuah buku, bahkan Toshio-Kayako lewat kunjungan orang-orang di depan rumah terkutuk mereka. Anda semakin ngeri menonton? Just make sure you have guts. Real guts …


Director: David F. Sandberg

Cast: Teresa Palmer, Gabriel Bateman, Billy Burke, Maria Bello

Duration: 81 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top