Connect with us
princessmononoke

Macbeth Movie Review: A Physically Strong yet Heartily Fragile Michael Fassbender and Menacing Marion Cotillard Is Beyond the Classic

Macbeth Movie Review
The Weinstein Company

REVIEWS

Macbeth Movie Review: A Physically Strong yet Heartily Fragile Michael Fassbender and Menacing Marion Cotillard Is Beyond the Classic

This review may contain mild spoilers

(4/5) 4.0 Stars

Mungkin banyak yang tertarik menyaksikan film adaptasi terbaru dari kisah Macbeth karya sastra William Shakespeare ini karena dibintangi seorang Michael Fassbender, terutama setelah ia tampil cemerlang sebagai Steve Jobs ke-2. Namun, tidak dengan kami.

Sebaliknya, kami justru bergegas karena ada Marion Cotillard (La Vie en rose, Inception, The Dark Knight Rises) dipasang sebagai lawan mainnya. Bukan karena wajah cantik dan sex appeal tinggi, melainkan peran istri ambisius yang dilakoninya di sini mengingatkan kami pada peran-peran wanita antihero yang sebelumnya Cotillard mainkan.

Meski wajah cantiknya menyiratkan aura lembut, Cotillard ternyata memiliki taji untuk memainkan karakter-karakter penuh misteri dengan motif udang di balik batu, bahkan labil. Ingat saat ia menjadi istri Leonardo DiCaprio yang mendadak sinting hingga akhirnya bunuh diri? Ingat juga aktingnya yang super innocent hingga mengecoh Batman? Dan kali ini, menjadi Lady Macbeth, Cotillard kembali kebagian peran istri yang membuat suaminya gelap mata haus kekuasaan.

Macbeth Movie Review

Strong Performance of the Main Pair

Bagi Anda yang mengenal baik alur Macbeth, tak akan melihat sesuatu yang baru di ini. Semua detail dalam ke-5 babaknya nyaris divisualisasikan sehingga bagi Anda yang mengenal baik kisah Macbeth, bisa mengikuti secara runtun. Rasanya pun tak ada sineas yang berani mengutak-ngatik detail kisah aslinya karena saking kompleks dan klasik. Kalaupun dibuat berbeda, hanya sebatas lokasi dan periodenya saja seperti yang dilakukan dalam Macbeth (2006) yang terjadi di Australia modern dan beberapa film TV-nya.

Ya … Macbeth milik Fassbender tetaplah diplot sebagai seorang pejuang hebat yang diramalkan oleh trio penyihir akan menjadi raja Skotlandia di masa depan. Lady Macbeth milik Cotillard juga diplot sebagai istri ambisius yang meracuni pikiran sang suami agar mengikuti ramalan trio penyihir demi mendapat tahta kerajaan itu.

Namun, berkat kerapuhan Fassbender menjadi seorang pria yang terpaksa menjadi raja serta kemampuan intimidasi Cotillard menjadi seorang istri dengan ambisi tak terkontrol, film ini memiliki nilai yang kuat, terutama bagi MuviBlaster yang awam dengan film-film adaptasi sebelumnya.

Sedari awal, gaung ramalan Macbeth sudah diperkenalkan, membuat ia dan istrinya terus dibayang-bayangi ketakutan kalau-kalau ramalan itu tak terlaksana sepanjang durasi. Dan peran Cotillard-lah yang sangat penting dalam menghapus keragu-raguan Macbeth, walau hanya lewat tatapan mata nanar, namun mampu “menghipnotis” keyakinan suaminya itu.

Dan ketika menjelang klimaks, situasi keduanya harus bertukar tempat, baik Fassbender dan Cotillard mampu beradaptasi dengan baik. Lihat saja bagaimana kuatnya tekat Fassbender ketika bergumam seorang diri kalimat khas “Tomorrow, and tomorrow, and tomorrow.” setelah mendengar berita kematian tak jelas sang istri dan menjelang serangan Malcolm (Jack Reynor) dan Macduff (Sean Harris). Cermati juga akting rapuh meyakinkan Cotillard yang merasa bersalah di babak ke-5, terutama setelah melihat Lady Macduff (Elizabeth Debicki) dan anak-anaknya dihukum bakar oleh Macbeth.

Beautiful Super Slo-mo Battle Scenes

Sedikit berbeda dengan 300 (2007) di mana Fassbender turut bermain, Macbeth menyajikan deretan adegan peperangan dengan teknik super slow motion alias jauh lebih lambat, namun juga lebih cantik.

Walau adegan perang Macbeth juga didominasi warna merah, namun ada tambahan kabut tipis pegunungan, sebagai pengganti warna emas milik 300, yang membuat adegan ini terlihat lebih mistis. Dengan wajah dicat 3 garis besar secara vertikal, Macbeth yang perlahan muncul  dan menghilang di balik kabut nampak seperti seorang chosen one untuk memimpin negerinya. Plus, adegan perang pembukanya diselingi beberapa shot dari kejauhan, membuat film in terlihat lebih dulu epik bahkan sebelum perangnya dimulai.

Secara keseluruhan, kami menilai film besutan Justin Kurzel (Assassin’s Creed) ini sangat niat dibuat. Desain produksi klasik dan lansekap perang yang indah, lengkap dengan 2 bintang utama dengan chemistry meyakinkan, kami pun tak ambil pusing ketika harus mendengar dialog-dialog puitis yang sulit dimengerti itu.

Macbeth Movie Review

Director: Justin Kurzel

Cast: Michael Fassbender, Jack Reynor, Marion Cotillard, David Thewlis

Duration: 113 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top