Connect with us
thorragnarok

Midnight Special Movie Review: An Essential Guide to Understanding of Unconditional Love, Even of an Extraterrestrial

Midnight Special Movie Review
Warner Bros. Pictures

REVIEWS

Midnight Special Movie Review: An Essential Guide to Understanding of Unconditional Love, Even of an Extraterrestrial

This review may contain mild spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Midnight Special besutan Jeff Nichols (Taking Shelter, Mud) mengingatkan kami pada banyak film dari berbagai genre terutama E.T (1982) dan Mercury Rising (1998), karena karakter utamanya, Alton (Jaeden Lieberher) memiliki identitas duo berikut; alien berwujud anak manusia yang mencari jalan pulang dan anak manusia dengan kecerdasan intelektual di atas rata-rata yang tengah diincar. Identitas yang ambigu sekaligus menarik untuk membuka sekaligus mengupas misteri yang menyelubungi sebuah hal penting lain di balik kemasan genre sci-fi-nya, sebuah ciri khas karya-karya milik Nichols.

Yang pasti, Alton bukanlah seorang autis seperti Simon Lynch di Mercury Rising. Sebaliknya, Alton menyadari betul apa yang terjadi pada dirinya sehingga harus pasrah hidup dalam pelarian bersama sang ayah, Roy (Michael Shannon) dan berpisah dari sang ibu, Sarah (Kirsten Dunst). Alton pula yang memutuskan bahwa ia harus melakukan pelarian ini, terlepas beban moral orang tua yang tak tega melihat putranya hidup serba sulit begini.

Midnight Special Movie Review

Filmnya sendiri dibuka dengan adegan Alton bersama Roy dan seorang sahabat masa kecil, Lucas (Joel Edgerton) tengah menjadi buronan polisi dan pihak pemerintah AS. Adegan selanjutnya bergulir pada sebuah gereja berisi perkumpulan aliran agama tertentu yang mendadak didatangi pihak FBI. Ada apa gerangan?

Ternyata, FBI mengincar Alton terkait urutan ayat Alkitab dan tanggal yang diramalkan Alton mengandung sebuah peristiwa penting, jika bukan kiamat. Siapa sangka kalau ramalan Alton yang berisi angka-angka ini merupakan kata sandi sebuah satelit komunikasi milik pemerintah AS which is mengingatkan kami pada ketidaksengajaan Simon memecahkan teka-teki permainan puzzle angka dalam sebuah majalah. Padahal, bagi Alton angka-angka itu merujuk pada sebuah tempat dan waktu ia harus kembali pulang ke asalnya, sebuah tempat selain bumi yang kini ia huni.

Bagaikan Superman di Dunia Nyata

Bagi kami, pengincaran Alton ini hanyalah sebuah salah paham. Namun, kesalahpahaman inilah yang membuat misteri dalam Midnight Special menarik diikuti. Bagaimana reaksi FBI ketika mengetahui bahwa Alton memiliki misi tak seperti yang mereka kira dan kekuatan lebih besar dari mereka? Bagaimana pula kalau penangkapan Alton nantinya justru semakin membahayakan kondisi bumi?

Tempo alurnya sebenarnya lambat namun matang dipikirkan dampaknya. Akting solid Shannon sebagai seorang ayah, dilengkapi Dunst sebagai ibu memasuki paruh film ini, membuat kami kian penasaran apa betul Alton adalah anak kandung keduanya. Bagaimana bisa sepasang manusia biasa memiliki anak biologis dengan kekuatan supernatural bak Superman padahal tak ada batu kryptonite di sini? Namun, keduanya menyayangi Alton tanpa syarat, memberi indikasi bahwa kemungkinan besar salah satu dari mereka memiliki masa lalu yang sengaja tak diungkap.

Ya … alih-alih batu kryptonite, Alton memiliki kelemahan pada sinar matahari. Mungkin itulah mengapa judulnya Midnight Special dan nyaris sepanjang film, Alton menggunakan kacamata renang lensa biru gelap, terutama di kala langit sedang terang. Jangan pusingkan dari mana kekuatan mata laser milik Alton ini berasal jika MuviBlaster tak ingin terjebak dalam debat dunia fiksi superhero itu. Sebagai ayah, Roy pun tak memperkenalkan Alton bahwa Superman itu nyata terlepas aktivitasnya membaca komik Superman nyaris sepanjang malam di mobil, sebuah sindiran bagi metode pengajaran orang tua pada anaknya di jaman modern ini.

Esensi yang Sulit Dilihat

Jika Anda tak bisa melihat apalagi menghargai kuatnya hubungan Alton dan kedua orang tuanya, mungkin Anda sulit menikmati Midnight Special. Lebih jauh lagi, kedewasaan Alton yang sebenarnya masih bocah adalah yang paling kami acungi jempol.

Terlepas usianya yang dikisahkan baru 8 tahun, Alton sadar bahwa bumi bukanlah tempatnya, walau ia begitu menginginkannya. Roy dan Sarah pun demikian. Begitu menyayangi sang putra, mereka pun berbesar hati jika merelakan Alton berarti menyelamatkan nyawanya. Di sinilah kami melihat Midnight Special meletakkan esensinya, pada setiap karakter dan relasi emosi di antara mereka.

Midnight Special Movie Review

Dan jika Anda tidak melihat, yang lebih parah, mengesampingkan esensi di atas, kemungkinan besar Anda akan terjebak pada sederet detail yang memang tidak dijelaskan secara gamblang di filmnya. Dan kalau sudah terjebak sikap tak peduli dan rasa bingung ini, sekeras apapun usaha Anda untuk mengerti situasi Alton di akhir cerita, sudahlah terlambat.

Dengan penjelasan di atas, Anda yang sudah terlanjur kegirangan berharap adanya twist atau paling tidak peperangan manusia VS alien di sini tak perlu merasa bersalah, karena semua hal tersebut tak ada. Unsur drama dalam Midnight Special memang lebih kental dan efek sampingnya film ini bukanlah untuk dinikmati semua kalangan, termasuk Anda penyuka film dengan logika fiksi ilmiah. Midnight Special adalah sebuah film pencerah dan jika Anda adalah salah satu dari yang tercerahkan, beruntunglah Anda.


Director: Jeff Nichols

Cast: Michael Shannon, Kirsten Dunst, Joel Edgerton, Adam Driver, Jaeden Lieberher

Duration: 112 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top