Connect with us
princessmononoke

Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children Movie Review: Overwhelmed by Plot Holes, the Peculiarity Fails to Realize Our Fantasy of a New Magical World

Miss Peregrine's Home for Peculiar Children Movie Review
20th Century Fox

REVIEWS

Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children Movie Review: Overwhelmed by Plot Holes, the Peculiarity Fails to Realize Our Fantasy of a New Magical World

This review contains no spoilers

(2.5/5) 2.5 Stars

Ada seorang bocah laki-laki, dengan kehidupan cukup normal, mendadak mendapati dirinya memiliki kemampuan cenayang alias indera ke-6. Tenang saja, sesuai genre yang diusung, apa yang dilihat seorang Jacob (Asa Butterfield) bukanlah arwah tak tenang yang gentayangan melainkan makhluk tembus pandang bernama Hollows.

Singkat kata, walau premis di atas terdengar bias, Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children berpotensi memberikan nafas magis baru, di luar dunia sekolah sihir yang sudah sangat dikenal itu. Pertanyaannya, jika bukan bermaksud menyaingi, apakah film besutan Tim Burton (Charlie and the Chocolate Factory, Alice in Wonderland) ini paling tidak mampu menciptakan dunia fantasi baru yang membuat penonton secara pikiran ingin melanglang ke sana?

Sayangnya, tidak. Dunia Miss Peregrine ternyata tidak semagis yang kami harapkan apalagi senyentrik karya Burton sebelumnya. Memang ada cukup banyak hal-hal aneh yang dilakukan anak-anak itu namun hal tersebut ternyata sudah pernah kami lihat di film genre sejenis. Lebih jauh lagi, konflik yang dihadapi Miss Peregrine dan anak-anaknya terasa kanak-kanak walau sebenarnya serius berbahaya.

Kritik di atas tak hanya kami tujukan pada filmnya, namun juga pada kisahnya yang di atas kertas memang tanggung. Ada elemen baru; bukan lagi seorang bocah terasing yang mendadak mendapati dirinya adalah seorang penyihir, sekelompok anak-anak dan seorang guru yang hidup tak menua karena selalu memutar waktu; namun semua ini tak lebih dari sekedar atribut solo menarik yang tak kompak menciptakan sebuah konflik apalagi strategi penyelamatan yang seru. Kritik ini semakin diperparah oleh penggarapan Burton yang kali ini terasa membingungkan dan kaku. Banyaknya plot hole membuat kami sempat beberapa kali menertawakan adegan dan membuat para bintang yang terlibat terutama Butterfield berakting kaku (baca:kagok).

Penampilan Bintang Senior yang Sia-sia

Walau fokus pada karakter anak-anak, tetap ada slot untuk para karakter dewasa, terlepas tugasnya mendampingi atau menghakimi. Ada Miss Peregrine yang diperankan Eva Green (Casino Royale, 300: Rise of an Empire ), villain bernama Mr. Barron oleh Samuel L. Jackson (Avengers, The Legend of Tarzan), dan Miss Avocet oleh Judi Dench (Philomena, Spectre).

Namun sayang, penampilan ketiganya yang biasa terlihat prima dan meyakinkan, terasa sia-sia di sini. Wajah Green yang cantik culas tak mampu menguasai kepribadian Peregrine yang keibuan, Mr. Barron milik Jackson terlihat konyol dengan rambut ilmuwan tersetrum dan mata putihnya. Dench pun terlihat seperti karakter numpang lewat (baca: literally seorang cameo), menggenapi penilaian kami bahwa ketiganya gagal mendampingi anak-anak berjuang membawa film ini ke rana persaingan yang seharusnya.

Emma Bloom yang Menonjol

Walau Butterfield didapuk menjadi bintang utama, aktor remaja berwajah innocent ini berakting secara one dimensional, bahkan terlihat seperti tidak menguasai karakter Jacob-nya. Ekspresinya nyaris datar sepanjang film, membuat kami mengira bahwa Jacob tidak menaruh minat pada dunia barunya.

Miss Peregrine's Home for Peculiar Children Movie Review

Sebaliknya, Emma Bloom yang diperankan Ella Purnell (Maleficent, The Legend of Tarzan) tampil jauh lebih hidup dan menarik. Bukan hanya karena diberikan karakter menarik; gadis muda yang berkemampuan khusus udara dan selalu menggunakan sepatu timah, Purnell sukses memberikan aura gadis tegas dan pemberani, membuatnya seorang penerus Miss Peregrine baru, terlepas fakta bahwa ia bukanlah seorang Ymbryne.

Aktor-aktor cilik lain tampil cukup kompak secara berkelompok, sesuai dengan imajinasi kami ketika membaca novelnya. Dan seperti biasa, Burton menampilkan visualiasi yang baik walau tak sampai mencengangkan mata. Sayang saja, Burton kurang menyadari bahwa materi Miss Peregrine termasuk tricky digarap, bahwa kisah karya Ransom Riggs ini dibayang-bayangi popularitas kisah fantasi lain dan mengandung elemen-elemen bias yang tak bisa digarap setengah jalan jika mau sampai tujuan.


Director: Tim Burton

Cast: Asa Butterfield, Eva Green, Ella Purnell, Samuel L. Jackson, Judi Dench

Duration: 127 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top