Connect with us
thorragnarok

Moana Movie Review: Regardless of Disney Princess Formula We All Know, Moana Successfully Delivers the Power of Her Kind

Moana Movie Review
Walt Disney Studios Motion Pictures

REVIEWS

Moana Movie Review: Regardless of Disney Princess Formula We All Know, Moana Successfully Delivers the Power of Her Kind

This review may contain mild spoilers

(4/5) 4.0 Stars

Terlepas sudah cukup banyak film animasi yang mengangkat tema girl power, kami akui bahwa Frozen (2013) adalah si breakthrough itu. Dengan duet solid karakter Elsa dan Anna yang diplot sebuah hubungan persaudaraan emosional serta OST Let It Go-nya yang fenomenal, Frozen membuat parameter baru, bukan hanya untuk paket film animasi ideal, namun juga citra para Disney Princess di masa depan. Karena, walau sudah berkali-kali mengeksplor kisah-kisah lain di luar kisah putri raja yang digembleng luar istana, kisah para putri ini selalu saja membuat banyak pihak homesick AKA kangen.

Pasalnya, kisah dari setiap Disney Princess selalu dibuat unik dan menarik. Walau secara garis besar atau benang merahnya sama, penonton tak pernah menolak diperkenalkan dengan karakter-karakter baru, yang bukan hanya memiliki latar belakang baru, namun juga penampilan yang tak pernah ditampilkan sebelumnya. Beberapa yang menonjol adalah Mulan dengan gaya oriental dan rambut hitam pekatnya, Merida dengan gaya medieval dan rambut keriting merahnya, serta Elsa-Anna, kakak-beradik blondie dengan gaya musim dingin mereka. Sebagai anggota baru adalah Moana, putri kepala suku Polinesia yang jiwanya berada di lautan. Siapa gerangan?

Mudah ditebak bahwa Moana adalah Hawaian Disney Princess yang sepak terjangnya tak jauh-jauh dari perairan dalam. Kata Moana sendiri dalam bahasa Hawaii bermakna lautan dan di Kepulauan Hawaii sana memang ada garis keturunan keluarga Moana yang masih dianggap agung dan suci hingga sekarang.

Sinkron dengan fakta di atas dan untuk menambah greget dalam kisah Moana, diberikanlah sentuhan magis berupa kebangkitan legenda nenek moyang suku Polinesia (baca: meliputi Hawaii) yang sudah lama terkubur. Singkat cerita, mirip Mulan dan Merida yang dipaksa keluar dari zona nyaman mereka, Moana juga harus mengarungi lautan luas, bukan hanya untuk menyelamatkan pulaunya, namun juga untuk menemukan jati dirinya. Benang merah inilah yang kembali ditawarkan Moana, bahwa Disney Princess seyogyanya melewati proses pendewasaan diri sebelumnya akhirnya dinobatkan menjadi sang putri sejati.

Tembang-tembang Menyenangkan

Wajar saja jika sebuah film animasi dipenuhi banyak adegan musikal. Namun percayalah, tak semua lagu yang mengiringi adegan-adegan itu dapat mengiang-ngiang di benak penonton begitu lama. Dan beruntung, walau tak sefenomenal Let It Go dan Do You Want to Build a Snowman, Moana besutan duo sutradara Ron Clements – John Musker (Aladdin, The Little Mermaid, The Princess and the Frog), sukses menyajikan beberapa tembang yang menurut kami cukup enak didengar maupun dilantunkan sendiri.

Favorit kami, How Far I’ll Go, memberi kesan tangguh, bebas, dan pantang menyerah untuk karakter Moana. Kami juga dengan mudah menyukai You’re Welcome bernada ceria yang merupakan lagu kebangsaan Maui, karakter demigod yang disuarakan oleh Dwayne Johnson (San Andreas, Central Intelligence). Sebagai honorable mention, tembang berjudul Shiny yang merupakan lagu kebangsaan seekor kepiting mafia bernama Tamatoa juga memiliki tone menyenangkan walau liriknya berisi deretan kalimat menyindir ngeri.

Dan tembang-tembang di atas bukanlah sekedar penggembira namun juga sebuah media untuk menarasikan lebih jauh latar belakang dan problem yang dihadapi setiap karakter yang menyanyikannya, sebuah strategi yang selalu efektif untuk mengefisiensikan durasi dan mengurangi berbagai drama dunia nyata yang tidak perlu.

Film Animasi Cantik Luar Dalam

Seperti halnya Moana, visualisasi CGI yang ditampilkan filmnya juga tampak cantik. Lebih jauh lagi, Moana memberi kesegaran di rana Disney Princess yang biasanya berkutat antara hutan liar dan istana yang penuh aturan. Dengan setting lautan luas yang terhampar biru sejauh mata memandang, mata kami pun tak bosan-bosan menyaksikan perjalanan Moana menuju Pulau Te Fiti yang sebenarnya penuh hambatan.

Kesan cantik di luar ini pun sinkron dengan karakter inner beauty yang dimiliki Moana. Berwajah manis, berperangai ramah dan suka menolong, serta berbakat memimpin hebat, Moana adalah interpretasi dari para pemimpin wanita sejati di dunia nyata. Menariknya, inner beauty yang dimiliki Moana ini digambarkan telah mengalir dalam darahnya sejak lahir, membuktikan bahwa faktor X sebagian besar para pemimpin sukses memang berasal dari bakat. Tinggal dilatih dan dipertajam, rasa tanggung jawab atas apa yang mereka pimpin akan muncul dengan sendirinya.

Moana Movie Review

Soal voice cast beda generasi, kami menilai Auli’i Cravalho yang baru berusia 16 tahun dan Johnson terdengar kompak. Adegan sahut-menyahut mereka ketika bersitegang soal misi ke Pulau Te Fiti disuarakan seru. Adegan-adegan lainnya? Kami rekomendasikan MuviBlaster cari tahu sendiri.

Pesan-pesan terakhir kami. Bukan diberi sidekick seorang prince charming, Moana jauh dari premis romantis. Diberi sidekick seorang demigod pecicilan berhati baik seperti Maui, Moana justru berkesempatan belajar melihat keindahan dari lautan luas yang tak ternyata tak seindah bayangannya selama ini. Berenang-renang ke hulu, berakit-rakit ke tepian, kira-kira peribahasa inilah yang pas disematkan pada Disney Princess baru satu ini.


Director: Ron Clements, John Musker

Cast: Auli’i Cravalho, Dwayne Johnson, Jemaine Clement, Nicole Scherzinger, Alan Tudyk

Duration: 107 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top