Connect with us
princessmononoke

Money Monster Movie Review: The Balance of Humor and Thrill Adds More Values Than Flaws

Money Monster Movie Review

REVIEWS

Money Monster Movie Review: The Balance of Humor and Thrill Adds More Values Than Flaws

This review may contain mild spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Dibandingkan The Big Short, bobot kompleksitas dalam Money Monster jelas jauh kurangnya, namun bukan berarti Money Monster jadi dangkal dan tidak punya celah menjual. Di kala The Big Short memuat demikian banyak jargon dalam konflik nyatanya yang memang sulit dicerna, Money Monster justru melepas segala keribetan; memilih tema finansial yang lebih awam, kemasan yang tidak terlalu berat namun dengan kombinasi elemen menarik, dan trio cast yang dua di antaranya sudah awam dengan dunia manipulasi uang.

Namun dari semua strategi di atas, kami menilai kunci kesuksesan Money Monster terletak pada elemen humornya yang menyenangkan sekaligus dewasa. Memang bukan tipe humor yang cerdas, namun menyaksikan momen-momen konyol yang timing-nya diperhitungkan dengan tepat, memberi warna yang berbeda, membuat kami pun berhenti membandingkan film garapan ke-4 Jodie Foster ini dengan film garapan ke-7 Adam McKay itu.

Interaksi antara George Clooney (Ocean’s Eleven) dan Julia Roberts (Ocean’s Eleven) maupun Clooney dengan Jack O’Connell (Unbroken) juga solid sepanjang durasi. Walau ketiga karakter ini memiliki kepentingan yang berbeda, namun interaksi ketiganya mampu membawa Money Monster ke sebuah klimaks pemersatu, yang mana akhirnya sebuah kata sepakat mengenai apa yang sebenarnya terjadi, terjadi.

Money Monster Movie Review

Sesuai yang kami kemukakan di atas, tidak ada yang ribet di sini. Plotnya berputar pada kenekatan seorang pria muda bernama Kyle (O’Connell) yang uangnya (mendadak) raib karena diinvestasikan dalam pasar saham. Jelas saja ia jadi nekat mengingat uang sebanyak USD60 ribu ia habiskan seluruhnya untuk membeli saham sebuah perusahaan bernama IBIS Global Capital, hanya untuk sebuah investasi yang gagal.

Singkat cerita, ia tak terima dan diam-diam menyelundup dalam ruangan studio di mana seorang pembawa acara TV nyentrik, Lee Gates (Clooney) sedang on air untuk siaran live mengenai informasi perkembangan saham IBIS tersebut. Kyle menyandera Lee dan secara otomatis mensabotase acara tersebut, membuat wajahnya ditonton dan dikenal hampir seluruh warga AS. Namun siapa sangka, tindakan Kyle yang awalnya dikira berlebihan, ternyata membawa sebuah pencerahan, bahwa memang benar ada campur tangan oknum yang diduga tengah melakukan money laundry.

Dengan demikian, jelas sudah bahwa bukan hanya Kyle yang menjadi korban di sini, melainkan banyak pihak lain yang melakukan investasi serupa namun belum menyadarinya. Dan khusus Lee, ia menjadi korban spesial karena telah tertipu mentah-mentah oleh IBIS dan menyiarkan berita palsu di acara TV-nya sendiri. Lalu apa Lee mendadak berubah nekat juga seperti Kyle nantinya?

Why So Serious?

Kami menyambut baik berbagai strategi humor yang diaplikasikan genre financial drama guna menjangkau lebih banyak kalangan penonton, seperti The Big Short yang menggunakan cameo untuk menjelaskan beberapa jargonnya kepada mereka yang tidak awam.

Namun kami melihat Money Monster menerapkan strategi yang berbeda; mengkombinasikan elemen humor dengan plot penyanderaan serius, dan membagi porsi masing-masing dengan adil lewat beberapa elemen pendukung yang tidak terduga begitu efektif, seperti kebawelan Lee (yang ternyata ada gunanya), kepolosan seorang kru kamera bernama Lenny (Lenny Levito), hingga kemarahan pacar Kyle yang secara hormonal membabi buta.

Hasilnya? Alih-alih berkutat serius menebak akhir dramatis seperti apa yang akan muncul di akhir cerita, kami lebih menikmati pengembangan karakter Kyle dan Lee serta hubungan keduanya. Lebih jauh lagi, sempat kami berharap drama penyanderaan ini diperpanjang demi menikmati dialog kocak-serius menarik di antara mereka.

Lee yang masih saja bawel, walau sudah diingatkan berkali-kali untuk diam oleh Patty (Roberts) lewat kemampuan telepatinya. Sedangkan Kyle tetaplah seorang pemuda polos, walau sepanjang film memegang senjata dan pemantik bom ke sana ke mari. Keduanya kemudian dipaksa oleh waktu untuk segera menyamakan visi dan misi, kalau tidak mau salah satu jadi korban konyol di depan TV.

Emily Meade, the Scene Stealer

Sempat kami kemukakan bahwa ada kemarahan pacar Kyle melihat aksinya yang begitu nekat di TV. Alasan kami membahas karakter ini kembali adalah karena akting Emily Meade sebagai Molly begitu menyita perhatian. Walau hanya berdurasi singkat, namun adegan marah-marahnya begitu meyakinkan. Mengintimidasi namun juga mengundang tawa, Meade berpotensi mengalahkan para seniornya jika saja diberi durasi lebih panjang.

Lebih jauh lagi, secara moral ekonomi, kemarahan Molly ini juga ternyata bermanfaat dalam menjelaskan latar belakang Kyle serta mewakili satu dari sekian banyak pihak yang buta investasi hingga akhirnya menjadi korban penipuan investasi di luar sana.

Bahwa berbeda dengan krisis pasar properti dalam The Big Short yang sudah kronis sehingga dapat diprediksi waktu anjloknya, dinamika investasi saham sangat sulit ditebak. Tren naik turun bisa terjadi kapan saja sehingga penting bagi siapapun pemilik uang untuk mengalokasikan dana dan mengukur resiko, bukan seperti Kyle yang dengan naif mempertaruhkan seluruh uangnya, untuk sebuah mimpi buruk finansial, ketimbang nilai tunai berlipat ganda sesuai impian indahnya.


Director: Jodie Foster

Cast: George Clooney, Julia Roberts, Jack O’Connell, Dominic West, Emily Meade

Duration: 99 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top