Connect with us
thorragnarok

NYSM 2 Movie Review: The Tricks Are Bit Over the Top and Thumbs Down for the Villains yet We Can Still Enjoy the Final Show

NYSM 2 Movie Review

REVIEWS

NYSM 2 Movie Review: The Tricks Are Bit Over the Top and Thumbs Down for the Villains yet We Can Still Enjoy the Final Show

This review contains no spoilers

(3/5) 3.0 Stars

Walau tak begitu konkrit terlihat bagaimana para pesulap yang merupakan ahli ilusi melakukan trik, aksi mereka selalu saja menarik disaksikan. Dalam konteks Now You See Me (2013), terlepas publik tak yakin semuslihat apa trik Four Horsemen memperdayai mata mereka, aksi tim sulap yang digawangi Daniel Atlas (Jesse Eisenberg) tetap disambut tepuk tangan meriah.

Ketika Four Horsemen yang terdiri dari Atlas, Merritt (Woody Harrelson), Jack (Dave Franco), dan Henley (Isla Fisher) beraksi, publik selalu terhibur dan tercengang. Mereka tampil penuh gaya dan tingkat kepercayaan tinggi, lengkap dengan aksi berujung sukses tentunya. Dan aksi mereka bukanlah kelas pesulap jalanan, namun kelas panggung megah dengan publikasi luas hingga ke seantero dunia. Singkat kata, dari segi cerita dan kualitas akting, Now You See Me memang sukses, membuat Four Horsemen bak tim superhero idola baru.

Hal lain yang tak kalah menarik. Berbeda dengan film heist namun senada dengan premisnya, Now You See Me menggunakan kedok tema sulap untuk menjalankan aksi heist bertujuan mulia. Buktinya, semua mata cenderung lebih dulu tertuju pada performance aksi sulapnya ketimbang semua pikiran tertuju pada sequence aksi demi aksi sulap yang dilancarkan untuk mencapai sebuah golnya. Well … dengan blind spot inilah penonton sukses dibuat terlena.

Intinya, di balik kemasan yang ibarat sebuah brankas berlevel sekuritas tinggi, ada banyak celah tak kasat mata yang bisa dibobol untuk membuat penonton terus penasaran. Siapa mereka? Untuk siapa mereka bekerja? Apa misi mereka? Apakah mereka berempat memiliki visi yang sama tentang konsep kebajikan VS kriminalitas ini? Dan yang paling menarik, bagaimana bisa mereka merancang sebuah aksi sulap megah sebagai senjata pembongkaran kedok para kriminal di luar sana?

NYSM 2 Movie Review

Apa yang Baru?

Begitulah kira-kira keseruan dalam film pertamanya hingga akhirnya Now You See Me 2 pun dibuat. Namun, mirip problem semua sekuel lainnya, apakah masih ada yang baru dan greget untuk ditampilkan? Apakah pengembangan cerita dan karakter yang dijual dapat berjalan beriringan dengan pengembangan trik-trik sulapnya? Atau sebaliknya, Now You See Me 2 sekedar menjual lebih banyak trik sulap untuk menutupi berbagai jawaban yang sulit dijawab secara visual?

Paling tidak, kami dapat memastikan hal berikut. Bergantinya sutradara ke Jon M. Chu (Step Up 2, Step Up 3D, G.I Joe: Retalitation) yang lebih dikenal sebagai sutradara teknis, Now You See Me tidak berakhir buruk. Walau memang ada beberapa adegan trik penting yang ditampilkan agak over the top namun detailnya cukup membuat penasaran. Plus, ada sebuah adegan penting yang dirancang memuat interaksi dan dialog Four Horsemen yang kocak, yang membuat Anda secara tak langsung dibawa kenal setiap karakter lebih dalam lagi.

Adegan final sekaligus aksi pamungkas di sekuel ini juga cukup mencengangkan. Literally sebuah twist sekaligus jebakan yang disiapkan Horsemen untuk musuh baru mereka, kami ikut senang aksi mereka lagi-lagi mendapat apresiasi tinggi, bahkan diiringi letupan kembang api.

Villain yang Payah

Ya … payah karena peran Daniel Radcliffe sebagai villain manja penggila teknologi bernama Walter Malbry, tak lebih sebagai penggembira saja. Karakternya diplot ambigu dan tak mampu mengintimidasi sehingga ketika ia habis dikerjai Atlas cs, Malbry pun tak bisa berbuat apa-apa.

Di lain pihak, Thaddeus Bradley (Morgan Freeman) yang di akhir Now You See Me dipenjara, malah diberi suntikan ambigu dan misterius. Posisinya sebagai lawan dan kawan memberi, tak hanya penonton, namun juga Dylan Rhodes (Mark Ruffalo) begitu banyak tanda tanya. Apa betul ialah yang di balik kematian ayah Rhodes, seorang pesulap pesohor, 30 tahun lalu? Kalau ya, mengapa pula hati Rhodes merasa terketuk untuk mempercayai Bradley membantunya menangani musuh balik selimut di sekuel ini?

Sekuel Pemersatu

Tak dipungkiri bahwa di sekuel ini, Rhodes masihlah menjalani peran agen dobelnya. Sebentar-sebentar di FBI untuk mengumpulkan data dan menggiring institusinya kepada Horsemen sesuai kebutuhan. Sebentar-sebentar beraksi bersama Horsemen, namun di bawah panggung alias di belakang layar. Walau demikian, Rhodes tetaplah si role model, yang tanpa ditunjuk karena secara ideal, hanya dirinyalah yang memiliki kualitas pemimpin.

Atlas memiliki ego yang sangat tinggi. Jack memiliki gaya slengean yang sulit dihormati. Merritt, walau penampakannya tua, memiliki nyali kecil dan tingkat kepanikan tinggi. Sedangkan untuk ukuran anggota baru, Lula terlampau bawel dan bakat sulap yang memang lebih cocok dipamerkan di atas panggung.

Singkat kata, tak ada alasan bagi keempatnya untuk menggantikan Rhodes kecuali memang dibutuhkan calon pemimpin baru. Dan sekuel ini menjadi pembuktian bahwa terlepas peran bolak-baliknya, in the end, Rhodes dapat mengambil sikap tegas ketika kesolidan Horseman ini dipertaruhkan. Dan sebaliknya, Horsemen pun membuktikan bahwa pengorbanan Rhodes ini tidak berujung sia-sia.


Director: Jon M. Chu

Cast: Jesse Eisenberg, Woody Harrelson, Daniel Radcliffe, Michael Caine, Lizzy Chaplan, Mark Ruffalo

Duration: 129 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top