Connect with us
princessmononoke

One Day Movie Review: Should There Be Another One Day, Please Work Out More Chemistry

One Day Movie Review
GDH 559

REVIEWS

One Day Movie Review: Should There Be Another One Day, Please Work Out More Chemistry

This review may contain mild spoilers

(3/5) 3.0 Stars

Sebenarnya, elemen-elemen dalam film besutan sutradara yang biasa menangani genre horor dan sekali-kali genre romantis, Banjong Pisanthanakun (Shutter, Pee Mak, Hello Stranger), ini termasuk menarik. Hubungan Satu Hari antara Denchai (Ter – Chantavit Dhanasevi) dan Nui (Mew Nittha) tergolong dinamis; penuh lika-liku alias jarang tersandung pada situasi kaku. Selain itu, wajah cantik dan akting manja Mew juga sukses membuat kami betah mengikuti Den mengejar karakternya. Lebih jauh lagi, pemandangan indah sudut-sudut kota Hokkaido – Jepang juga ditampilkan, lengkap dengan sekilas khazanah lokasi wisata khasnya. Apa lagi yang kurang?

Ngomong-ngomong, One Day adalah film romantis komedi yang formulanya sudah kami hafal. Ada sepasang muda-mudi jatuh cinta di awal, kemudian bermasalah di tengah-tengah, namun berbaikan di akhir atau sebalik-baliknya, silahkan MuviBlaster pindahkan saja posisi konfliknya. Kalaupun percikan cinta itu tidak muncul di awal seperti Denchai dan Nui, percikan itu pasti muncul di akhir.

Ya … awalnya, Denchai dan Nui tidak diplot jadi pasangan kekasih. Mereka hanyalah kolega kerja kantor yang sekali-kali berinteraksi.  Walau demikian, sekalinya mereka berinteraksi, Denchai merasa sungguh dihargai. Pasalnya, Denchai adalah staf IT yang tidak pernah dianggap karena sikap nerd-nya, sehingga ketika Nui mengingat namanya dan mengajaknya ngobrol bak seorang teman, atau paling tidak seorang yang normal, Den sontak jatuh hati.

Singkat cerita, Nui yang cantik  pun mendapat penggemar rahasia baru. Apapun Den lakukan untuk Nui; sengaja datang pagi untuk menyiapkan tempat parkir untuk Nui, sengaja pulang malam untuk men-copy file lagu-lagu romantis lawas ke dalam PC Nui, hingga membereskan meja kerja berantakan sang gadis pujaan. Mirip kisah cinta bertepuk sebelah tangan lainnya, Nui tidak tahu menahu. Parahnya lagi, Den juga tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. Lalu apa mungkin ada keajaiban menghampiri Den untuk memuluskan misinya merebut hati Nui?

Judulnya bermakna Satu Hari, karena dalam sebuah momen, Den membuat permintaan untuk bisa memacari Nui selama satu hari saja. Memang dasar pria baik dan tidak berani macam-macam, Den juga tak bisa rakus apalagi berani bermimpi di siang bolong bisa memacari Nui selamanya. Namun siapa sangka bahwa permintaannya itu sungguh terkabul. Dalam sebuah insiden yang membuat Nui mencoba bunuh diri, Den berkesempatan menolong dan menjadi kekasih pura-pura Nui. Apa yang sebenarnya terjadi?

One Day Movie Review

Lack of Chemistry

Sebelum kami memberi sedikit petunjuk mengenai konflik dalam One Day, kami mau lebih dulu mencari tahu ke mana chemistry kedua sejoli yang seyogyanya muncul ini, kabur? Apa saja kemungkinan yang membuat chemistry keduanya gagal tercipta?

Pertama. Sepertinya jam terbang Ter dan Mew di genre ini kurang tinggi untuk memberikan percikan asmara yang kami harapkan. Secara solo, Mew sukses memberikan akting menggemaskan, namun sayang usahanya ini belum mampu menembus karakter Ter yang diplot datar dan kaku mirip tembok. Tak sepenuhnya salah Mew karena kami melihat Ter (kali ini) kewalahan mengeluarkan sisi romantis dan komediknya, membuat Mew sebagai lawan mainnya jadi terlihat serba salah.

Kedua. Walau situasi kaku itu jarang muncul, bukan berarti One Day mengalir dengan mulus. Minimnya chemistry sempat membuat kami berpikir bahwa Denchai dan Nui memang tak ditakdirkan untuk bersama, memperkuat asumsi bahwa cinta Denchai pada Nui sungguh bertepuk sebelah tangan. Kesan seperti ini sungguh menganggu dan membuat bunga-bunga cinta yang digadang-gadang lewat trailer itu lenyap.

A Beast Dreaming of a Beauty

Sejak awal mengetahui premisnya, dengan mudah kami teringat pada peribahasa si punuk yang merindukan bulan. Dan seperti kisah lain yang menggunakan konsep peribahasa ini, One Day juga menyisipkan sebuah atribut magis yang membantu si punuk menjadi Cinderella sehari demi merasakan yang namanya kebahagiaan bersama pujaan. Adalah sebuah lonceng di atas gunung yang dipercaya mampu mengabulkan permintaan siapapun yang membunyikannya.

Singkat cerita, Denchai membunyikan lonceng tersebut dan membuat sebuah permintaan, walau tanpa ekspektasi bahwa permintaannya akan terwujud. Bukannya meminta kekayaan atau kesempatan menjadi seorang pangeran tampan, Denchai hanya meminta Nui menjadi kekasihnya Satu Hari saja, menjadi kekasih dari dirinya yang apa adanya. Ya … terlepas adanya beberapa adegan kocak yang menyelingi alur cerita, One Day tetaplah melankolis, bahkan berubah serius ketika kesempatan Satu Hari tersebut mulai menipis.


Director: Banjong Pisanthanakun

Cast: Chantavit Dhanasevi, Nittha Jirayungyurn

Duration: –


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top