Connect with us

Parasyte Part 1 Trailer: Let These Bizzare Aliens Invade Our Big Screens Soon

Toho

PREVIOUS HIGHLIGHT

Parasyte Part 1 Trailer: Let These Bizzare Aliens Invade Our Big Screens Soon

Takashi Yamazaki, sutradara film Space Battleship Yamato (2010) yang menjadi box office nomor 1 di Jepang pada tahun tersebut, hadir dengan karya terbarunya berjudul ParasyteYou heard us right. Film Yamazaki ini memanglah versi live action dari manga populer asal Jepang itu. Tidak tanggung-tanggung, Yamazaki juga turut menyutradarai sekuelnya, Parasyte: Part 2, yang rencananya dirilis pada bulan April 2015.

FYI. Jilid pertama Parasyte (baca: Parasyte : Part 1) yang akan kami warm up berikut ini sebenarnya sudah dirilis di Jepang sejak bulan November 2014 lalu. Walaupun sedikit terlambat, namun kami tetap merasa beruntung filmnya akan hadir di Indonesia melalui moxienotion pada tanggal 14 Januari 2015 besok.

Secara garis besar, filmnya akan setia mengikuti kisah manga karya Hitoshi Iwaaki yang diterbitkan dalam rentang tahun 1988 – 1995 dengan total durasi 10 volume. Saking terkenalnya, manga yang juga dikenal dengan nama Kiseiju ini mendapat banyak penghargaan. 2 di antaranya Kodansha Manga Award (1993) dan Seiun Award (1996) yang mengganjar Parasyte dengan predikat komik terbaik.

Film ini sendiri merupakan proyek produksi Toho co., setelah memenangkan hak produksi dan distribusinya dari pihak Hollywood (baca: New Line Cinema). Di tangan Toho.co, Parasyte pun dikembangkan menjadi 2 jilid. Singkat kata, setelah 27 tahun lamanya wara-wiri dalam format manga, akhirnya sebuah film live action bertelur juga. Lebih jauh lagi, serial TV anime-nya pun tengah mengudara sejak Oktober 2014 di Jepang dan beberapa negara lainnya di Asia.

para2

Plot filmnya mengambil sebagian besar kisah manga-nya yang dimulai dengan invasi makhluk asing yang ingin menguasai bumi. Ya … bumi harus dikuasai karena para makhluk berwujud parasit ini menganggap manusia tidak becus merawat planetnya sendiri. Ketimbang nanti bumi hancur oleh ulah manusia, para parasit pun memutuskan untuk mengambil alih kendali. Walau egois, namun kekhawatiran para parasit tersebut berikut masuk akal juga. Coba MuviBlaster renungkan:

“If the human population was halved, how much forest could be saved from destruction?”

“If human numbers were reduced by 99%, would that likewise reduce the poisons flowing into the sea?”

Maka pada suatu malam, tepatnya di pinggir pantai, turunlah para parasit tersebut ke bumi untuk menjalankan misi “mulia”nya. Caranya adalah dengan menyusup ke dalam tubuh manusia dan menjadikan tubuh manusia tersebut sebagai inang hidup mereka.

Dari sekian banyak manusia yang menjadi incaran para parasit ini, adalah seorang pemuda bernama Shinici Izumi. Meski sukses masuk ke dalam tubuh pelajar itu namun sang parasit rupanya gagal masuk ke dalam otaknya. Yang terjadi, si parasit malah terisolasi di tangan kanan Izumi saja. Meski awalnya kaget karena tangannya berubah wujud menjadi parasit, namun lambat laun Shinici dan sang parasit (baca: bernama Migi) menjadi teman akrab.

Keduanya lalu bersepakat untuk memburu parasit lain yang ingin menguasai bumi. Mereka juga memiliki misi untuk menyelamatkan Satomi, teman masa kecil Shinici yang berada dalam bahaya. Dengan bantuan guru Shinici, Ryoko Tamiya, mereka berusaha memenangkan pertarungan antara manusia melawan parasit.

para3

Perpaduan unsur drama ilmiah, horor, dan aksi laga memanglah kekuatan dari kisah Parasyte. Selain memiliki kekuatan di konsep cerita yang tak biasa, setiap karakter yang ditampilkan pun memiliki kekuatan masing-masing. Akan sungguh menarik melihat pendalaman cerita maupun karakternya dengan visualisasi yang lebih nyata lewat versi live action-nya. Apalagi sebagai sutradara, Yamazaki berjanji untuk menyuguhkan karya visual memukau, yang berbeda dari karya-karyanya sebelumnya.

Parasyte dibintangi Shota Sometani sebagai Shinichi Izumi dan Eri Fukatsu sebagai Ryoko Tamiya. Kedua nama ini bukanlah nama baru di industri perfilman Jepang. Kualitas akting keduanya sudah mendapat pengakuan di berbagai ajang penghargaan seperti Marcello Mastroianni Award di ajang Venice Film 2011 (Sometani) dan gelar Best Actress di ajang Montreal Film Festival 2010 (Tamiya).

Khusus Sometani, walau usianya masih terbilang muda, namun portfolio-nya sudah dimulai semenjak ia berusia 10 tahun. Lewat Parasyte, namanya pun kian tenar, apalagi ia baru saja menikahi aktris asal Jepang yang sudah lebih dulu sukses go international lewat Pacific Rim (2013) dan 47 Ronin (2013), Rinko Kikuchi. You heard us right again!

Release Schedule: Januari 2016 (Indonesia)


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

thorragnarok

To Top