Connect with us
thorragnarok

Parasyte Part 1: Not Much a Horror but Quite a Balance of Intense and Playful Adaptation

MUVIBLAST - movie website for movie enthusiasts, based in Indonesia. Movie reviews, movie review, film review, review film, movie trailer, movie trailers, trailer movie, movie news, coming soon movies, playing now movies, box office movies, indie movies, cinema movies, independent movies, japanese movies, korean movies, hollywood movies, asian movies

REVIEWS

Parasyte Part 1: Not Much a Horror but Quite a Balance of Intense and Playful Adaptation

Overall Rating : 3.5 Stars

Bagi MuviBlaster yang membaca manga populer ini semasa SD-SMP, pasti senang begitu mendengar kabar Parasyte dibuatkan film live action-nya. Tidak hanya menghargai usaha adaptasi ini, namun pastinya juga penasaran dengan visualisasi para Kiseijuu yang dikisahkan memiliki bentuk bak alien dan kemampuan mengontrol otak manusia itu.

Memang, kami menulis ulasan ini dari sudut pandang penonton awam, namun kami yakin on paper, kisah mahkluk parasit (yang ditulis pada tahun 1980 – 1990-an oleh Hitoshi Iwaaki) masih tergolong segar di era modern ini. Nyaris persis mengikuti kisah di manga-nya, tokoh sentral film ini adalah Shinichi Izumi, seorang pelajar berusia 17 tahun, yang gagal dikontrol otaknya oleh si parasit.

Tidak diceritakan secara jelas mengapa si parasit gagal mengambil alih otak manusia yang satu ini. Alih-alih otak, parasit bernama Migi tersebut hanya mampu mengontrol tangan kanan Izumi saja. Karena hal inilah, Migi, mau tidak mau, harus bersimbiosis mutualisme dengan Izumi, bukannya membunuh layaknya parasit lainnya.

Walau film ini dibuka dengan adegan parasit melahap manusia, namun sejak pertemuan Izumi dan Migi, jalinan cerita mulai dibumbui adegan-adegan penuh humor. Migi, si parasit, sangatlah tekun mempelajari segala sesuatu tentang manusia lewat internet.

Tidak hanya itu, dikarenakan Migi mempunyai kemampuan merasakan keberadaan parasit lainnya, dirinya sering memaksa Izumi yang penakut untuk mencari tahu. Sudah jelas Izumi ketakutan, namun dari sinilah kami perlahan merasakan bahwa keduanya sebenarnya memiliki naluri untuk melindungi satu sama lain.

Keadaan semakin rumit ketika ada parasit lain yang tidak menyukai simbiosis antara Izumi dan Migi ini. Usaha mereka membinasakan keduanya turut membahayakan manusia lainnya, termasuk teman kecil Izumi, Satomi (Ai Hashimoto) dan ibu Izumi sendiri (Kimiko Yo).

parasyte6

DIBAGI DUA BAGIAN

Film yang kami tengah ulas ini merupakan bagian pertama yang diberi tajuk Parasyte : Part 1. Menjelang akhir film, ketegangan mulai memuncak dan semakin membuat kami kian penasaran ingin menyaksikan akhir dari petualangan Izumi dan Migi ini. Namun sayang, rasa penasaran ini harus kami tahan hingga Parasyte : Part 2 yang rencananya baru dirilis Jepang bulan April ini.

Jelas terlihat di bagian pertama ini, Takashi Yamazaki (Space Battleship Yamato) sebagai sutradara ingin memperkenalkan awal mula invasi para parasit sekaligus karakter Izumi yang masih seorang remaja lugu. Tidak heran kalau teror parasit di awal film, sulit terbendung. Baru ketika memasuki pertengahan dan menuju klimaks, Izumi menjelma sebagai hero; berkemampuan layaknya parasit dan mengalami pengembangan karakter cukup signifikan.

HOROR VS KOMEDI FANTASI

Sulit bagi kami untuk “memandang” sisi horor film ini karena memang kisah parasit dan invasinya lebih kental unsur fantasi dan komedi. Ya … kalau penampakan parasit membelah diri dari wajah manusia dan mengular bak Medusa memanglah seram, namun sayangnya masih terbilang jauh dari realita, sehingga kami nilai masih sulit mengintimidasi film ini secara keseluruhan.

Justru dialog Izumi dengan Migi yang bak sahabat akrab cukup menyita perhatian kami. Ditambah dengan efek visual Migi yang kerap muncul di ujung jari Izumi, berbentuk dan berjalan di atas meja, hingga minta ijin tidur ketika situasi sedang genting, terlihat begitu lucu dan menarik. Kami pun jadi heran kenapa dari sekian banyak, mengapa hanya Migi yang bisa demikian berbeda?

para4

MENGENAL LEBIH JAUH SEORANG SHOTA SOMETANI

Walaupun kami baru mengenal sosok pemeran Izumi lewat film ini, namun ternyata, Shota Sometani sudah malang melintang di industri perfilman Jepang sejak usia 10 tahun. Dengan jam terbang demikian tinggi, Sometani pun sudah pernah memenangkan berbagai penghargaan, termasuk Marcello Mastroianni Award di ajang Venice Film tahun 2011 lalu. Namun, di antara semua proyek film yang pernah ia bintangi, Parasyte merupakan proyek terbesarnya.

Menariknya, selain bermain dalam film ini, sorotan publik pada dirinya semakin tajam begitu kabar pernikahannya dengan aktris asal Jepang yang sudah sukses go internasional beredar. Kini, berstatus suami dari Rinko Kikuchi (Pacific Rim, 47 Ronin), pamor Sometani semakin naik. Walau usia keduanya terpaut jauh yaitu sekitar 12 tahun, keduanya membuktikan bahwa isu ini tidak jadi masalah kalau sudah berkomitmen mencintai satu sama lain.

Dapat dipastikan, Sometani akan kebagian banyak adegan aksi di Parasyte : Part 2 nanti. Tidak ada lagi si Izumi yang lugu dan pengecut itu. Yang ada, nanti bersama Migi, ia akan membasmi para parasit naif yang ingin menguasai bumi karena berpikir manusia tidak becus merawatnya. Siapa yang akan menang dan bagaimana caranya? Kami pun penasaran …

parasyte4

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top