Connect with us
thorragnarok

Planetarium Movie Review: The More We Follow the Plot, The More We Drift Away From It

Planetarium Movie Review
Ad Vitam Distribution

REVIEWS

Planetarium Movie Review: The More We Follow the Plot, The More We Drift Away From It

This review contains no spoilers

(2.5/5) 2.5 Stars

Bagi kami, sosok Natalie Portman (Black Swan, Jackie) adalah faktor X mengapa Planetarium memiliki daya tarik. Baru menonton trailer saja, kami tahu bahwa garis wajah Portman yang cantik namun keras akan sukses menjadi karakter dominan dalam kisah yang mengusung unsur magis dan romantis ini. Walau hanya kebagian peran sebagai perantara pertemuan arwah yang digawangi indera ke-6 sang adik (Lily-Rose Depp), karakter yang Portman mainkan nampak jelas ingin jadi si pusat perhatian. Benarkah demikian yang terjadi?

Tak mudah untuk mengimbangi kualitas akting Portman apalagi menyaingi kilaunya. Singkat kata, Depp yang kebagian peran sebagai Kate, tampil sebagai si pasif, walau memang tidak selalu menurut perintah sang kakak, Laura (Portman). Kami melihat Depp hanya memainkan perannya sebagai adik yang baik dan rapuh. Lebih jauh lagi, Kate seperti memiliki dunianya sendiri, membuat dirinya seringkali tidak kompak dengan Laura. Namun, apakah perbedaan karakter ini sengaja disiapkan sebagai kuda-kuda untuk sebuah konflik yang sukses memberi angka imbang bagi keduanya nanti?

Belum juga mendapat keyakinan atas jawaban pertanyaan di atas, seorang kepala studio film Perancis bernama Andre (Emmanuel Salinger) dihadirkan di antara keduanya, namun memberi konflik baru hanya bagi salah satunya. Andre tertarik dengan kemampuan Kate dan mengundang keduanya untuk terlibat dalam produksi film bertema supernatural.

Lagi-lagi, belum usai kami mendapat pemahaman apa motif di balik ajakan Andre ini, Planetarium menciptakan cabang baru dalam plotnya yang berfokus pada perintisan karir Laura sebagai seorang aktris yang sukses. Alhasil, yang terjadi selanjutnya adalah penampilan gemilang Portman menjadi seorang rising star di industri perfilman Perancis tahun 1930-an. Desain kostum glamor, setting menawan setiap lokasi syuting, serta tata rias wajah yang membuat wajah cantik Portman nampak makin cantik. Namun, apalah arti semua usaha fisik ini jika tidak dibarengi dengan usaha untuk menuntaskan konflik-konflik yang tersebar di atas?

Planetarium Movie Review

Film besutan Rebecca Zlotowski (Bella Epine, Grand Central) ini mengangkat premis yang langka dengan elemen-elemen yang tak biasa disorot Hollywood. Jelas sekali ada nilai lain yang ingin ia tampilkan namun dalam eksekusinya terseret-seret dalam kejanggalan yang (tak sengaja) ia ciptakan. Buktinya, semenjak bertemu Andre, Laura dan Kate kehilangan misi hidup mereka alias larut dalam kenyamanan materi yang Andre sediakan. Walau secara solo, penampilan Portman sebagai Laura gemilang, namun eksistensinya dalam plot menjadi tidak esensial. Sebaliknya, Kate malah menjadi batu loncatan bagi kisah Andre, membuat paruh durasi terakhir Planetarium bak milik Andre seorang.

Planetarium seakan tak pernah peduli pada karakter kakak beradiknya; menggunakan kecantikan Laura yang kuat dan kepolosan Kate yang alami untuk mengangkat tokoh sentralnya, Andre. Terlepas tak ada larangan untuk menggunakan pendekatan cerita macam ini, benang merah dalam sebuah plot harus tetap ada untuk menghindari segala macam deviasi lewat dari batas toleransinya. Karena, berkat Portman dan Depp, Planetarium tampil sebagai film yang cantik dan masih dapat dinikmati. Dan, karena tanpa keduanya, Planetarium hanya meninggalkan sebuah pertanyaan besar yang jawabannya tak terlalu menarik untuk dicari tahu.


Director: Rebecca Zlotowski

Cast: Natalie Portman, Lily-Rose Depp, Emmanuel Salinger

Duration: 106 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top