Connect with us

Point Break Trailer: Without Kathryn Bigelow, Any Remake Means a High Risk Business

Warner Bros. Pictures

PREVIOUS HIGHLIGHT

Point Break Trailer: Without Kathryn Bigelow, Any Remake Means a High Risk Business

Masih ingatkah MuviBlaster dengan film action thriller lawas di tahun 1991 besutan sutradara Hurt Locker (2008) dan Zero Dark Thirty (2012), Kathryn Bigelow? Ya, film karya mantan istri James Cameron (Titanic, Avatar) yang berjudul Point Break, memang pantas diingat karena intrik cerita yang menawan, adegan ekstrem pemacu adrenalin, serta penampilan memukau para bintang utamanya yang membuat karakter rival, Johnny Utah dan Bodhi, begitu berkesan dan menjadi idola.

Kalau bukan sutradara sepiawai Bigelow, Point Break mungkin hanyalah ajang pamer pria berotot dan adegan menantang maut tanpa klimaks dan makna berarti. Karena Bigelow pula, Point Break terdaftar sebagai film dengan adegan surfing dan car racing terbaik yang pernah ada, bahkan jauh sebelum publik mengenal The Fast and the Furious (2001).

Lebih jauh lagi, kami menilai, di balik adegan-adegan olahraga ekstrem tersebut, tersimpan sebuah kisah persahabatan yang memiliki kedalaman tak lekang waktu, walau Bodhi tiada dalam gulungan ombak tinggi di akhir cerita. Bahwa betul Johnny dan Bodhi adalah sepasang rival, namun mereka juga adalah sahabat sejati yang dipertemukan oleh alam.

Point Break

Berhasil meraup keuntungan sebanyak 3 kali lipat dari ongkos produksinya merupakan prestasi tersendiri untuk film yang dibintangi aktor Speed (1994), Keanu Reeves bersama mendiang Patrick Swayze. Selain menjadi hantu Sam Wheat dalam Ghost (1990), akting Swayze dalam Point Break ini juga merupakan yang paling berkesan.

Memainkan tokoh antagonis bernama Bodhi, Swayze menjelma menjadi sosok yang sombong dan menyebalkan, namun untung banyak menuai pujian karena aktingnya begitu lepas meyakinkan. Reeves pun bermain apik, namun tidak dapat mengalahkan pesona Swayze. Sulit disalahkan karena ia kebagian peran seorang anggota FBI yang menyamar (Johnny), yang notabene merupakan peran yang biasa dilakoni aktor yang juga tenar lewat trilogi The Matrix.

Tapi jangan salah, ingatkan Anda dengan adegan di mana Utah terjepit di antara 2 pilihan sulit; tetap ngotot menodongkan senjata pada kepala Bodhi atau melepaskan senjata tersebut demi menyelamatkan dirinya dan Bodhi dari terjun bebas mematikan? Gara-gara adegan emosional sekaligus nekat inilah, Reeves mengalahkan Swayze memenangkan predikat Most Desirable Male di ajang MTV Movie Awards tahun 1992.

Proyek Remake yang Tak Kalah Nekat

But what’s the point of remembering this movie anyway? Tentu saja penting jika remake yang sudah digarap sejak tahun 2014 lalu oleh pihak Warner Bros dan Alcon Entertainment, siap rilis dalam hitungan hari saja. Pertanyaan selanjutnya, siapakah sosok sineas yang menggantikan Bigelow? Well … sosok tersebut adalah Ericson Core, seorang sinematografer yang pernah menangani The Fast and the Furious. Dengan pengalaman penyutradaraan yang jauh berada di bawah Bigelow, apakah Core akan berhasil membuat sebuah remake yang lebih baik dari pendahulunya atau justru menuai kritik tajam karena kalah saing? Ini yang akan menjadi masalah.

Lupakan sejenak potensi kuat munculnya masalah di atas karena sebenarnya hal paling menarik yang ada dalam remake ini adalah keterlibatan Gerald Butler (300, Olympus Has Fallen) sebagai Bodhi sebelum akhirnya ia memutuskan hengkang dan digantikan oleh aktor asal Venezuela, Edgar Ramirez (Vantage Point, Zero Dark Thirty). Sedangkan tongkat estafet Utah diberikan pada Luke Bracey, aktor Australia yang lebih dulu dikenal melalui serial TV Home and Away. Melihat karakter ikonis yang ia perankan di sini, mungkin saja Utah akan menjadi breakthrough yang dinanti oleh aktor yang sebelumnya lebih sering kebagian peran sidekick, dengan catatan jika berhasil.

Back to the problem. Dengan hengkangnya Butler dan minusnya Bigelow, seperti apakah hasil remake ini nantinya? Terlebih lagi, setelah melihat trailer-nya, apakah remake ini akan naif mengandalkan sederet adegan pemacu adrenalin dan pengalaman Ramirez bekerjasama dengan Bigelow saja untuk membungkam kritik pedas para penggemar setia versi aslinya?

Menurut asumsi kami, terlepas apakah remake ini akan sukses atau gagal, kami yakin seyakinnya, menyaingi predikat cult classic yang disematkan pada Point Break versi Bigelow amatlah sulit. Dengan kata lain, proyek remake yang hanya didukung oleh nama-nama mediocre ini amatlah nekat. The worst, kami cemas kalau-kalau remake ini diberi verdict tak perlu dibuat, dan sungguh ironis jika kami adalah salah satu pihak yang memberikan verdict tersebut.

Release Schedule: December 2015


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

thorragnarok

To Top