Connect with us

Resident Evil: Vendetta Movie Review: For Diehard Fans and Those Curious Without Much Expectation

Resident Evil: Vendetta Movie Review
Sony Pictures Entertainment Japan, Kadokawa

REVIEWS

Resident Evil: Vendetta Movie Review: For Diehard Fans and Those Curious Without Much Expectation

This review contains no spoilers

(3/5) 3.0 Stars

Secara umum, jika dibandingkan dengan format live action, film adaptasi video game dengan format 3DCG lebih mudah diapresiasi. Pertama, plot yang kaku karena terlalu fokus pada gameplay selalu dapat dimaklumi. Kedua, visualisasi animasi menyerupai wujud asli selalu saja mencengangkan mata. Ketiga, walau dengan lubang cerita sana-sini dan emosi minim, penonton seakan maklum bahwa aspek non-teknis memang bukanlah kodrat format dari film yang sedang kami bahas ini.

Resident Evil: Vendetta tidak menawarkan sesuatu di atas rata-rata. Jalan ceritanya mudah ditebak dan pencapaian efek visualnya tergolong standar di era ini. Lubang ceritanya pun banyak dan kami tidak merasakan emosi dengan satupun karakter yang ditampilkan. Beruntung, kami adalah satu dari sekian banyak penonton yang sungguh maklum bahwa film yang juga dikenal sebagai Biohazard: Vendetta ini memang tidak bisa menyalahi kodrat formatnya.

Setting-nya walau gelap dan memuat banyak sudut misterius, tetap saja menyiratkan kesan kaku dan hampa. Karakternya, walau cantik dan tampan, tidak berinteraksi secara emosional. Dalam adegan-adegan vulgar, warna yang ditampilkan (baca: darah) juga tidak terasa nyata. Pertanyaannya, dengan fakta demikian, apa yang bisa kami nikmati sebagai penonton awam dari film produksi Jepang ini?

Resident Evil: Vendetta Movie Review

Tak diragukan lagi, film ini digarap dengan target utama para penggemar berat video game, yang juga notabene mengikuti jilid-jilid film sebelumnya; terutama Resident Evil: Degeneration (2008) dan Resident Evil: Damnation (2012). Yang menarik, dengan target demikian jelas, penting rasanya untuk mengungkapkan alasan mengapa kami sebagai penonton awam masih bisa menikmati terlepas keabsenan mengikuti plot video game-nya secara utuh.

Pertama, kami selalu menikmati rasa penasaran terhadap perkembangan berbagai aspek film format ini dari waktu ke waktu, terlepas apapun hasilnya. Kedua, kami selalu tertarik melihat serealistis apa ketampanan dan kecantikan karakter animasi ini ditampilkan. Terbukti, karakter tentara Chris Redfield (Kevin Dorman) dan dokter Rebecca Chambers (Erin Cahill) tak pernah luput dari perhatian, bahkan membuat kami membayangkan siapa sosok pemeran di dunia nyata yang cocok untuk mereka berdua. Ketiga, adanya sisipan drama yang membuat kehadiran setiap karakter menjadi penting dan plotnya masih bisa mengalir. Memang hanya ala kadarnya namun kami asumsi cukup efektif membuat kualitas si film selevel lebih tinggi dari video game-nya.

Resident Evil: Vendetta berputar pada serangan virus zombie yang masih saja menghantui Amerika Serikat. Semakin merajalela, seluruh pihak harus kembali bekerja, termasuk agen khusus penumpas zombie bernama Leon S. Kennedy (Chris Mercer), Redfield, dan Chambers. Usut punya usut, virus zombie kali ini adalah ulah sengaja seorang pebisnis kejam bernama Glenn Arias (John DeMita) yang menyimpan dendam kesumat pada pihak pemerintah.

Plot tak jauh-jauh dari urutan gameplay ketiganya mengalahkan satu demi satu zombie menggunakan senjata api maupun baku hantam tangan kosong di lorong sempit maupun ruang terbuka. Namun usaha mereka tidaklah mudah karena Arias memiliki banyak sekutu dan tipu muslihat yang membuat ketiganya cukup kewalahan, mengindikasikan bahwa kemenangan apapun di akhir film bukanlah sesuatu yang mudah diraih. Alhasil, durasi 97 menit yang tergolong singkat pun tak terasa berlalu cepat.


Director: Takanori Tsujimoto

Voice Cast: Matthew Mercer, Chris Mercer, Erin Cahill, John DeAmita, Kari Wahlgren

Duration: 97 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

thorragnarok

To Top