Connect with us
princessmononoke

Rudy Habibie Movie Review: Both Enriched and Disappointed by Love, Habibie Was Always a Feisty Man With Staying Power

Rudy Habibie Movie Review

REVIEWS

Rudy Habibie Movie Review: Both Enriched and Disappointed by Love, Habibie Was Always a Feisty Man With Staying Power

This review contains no spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Tidak bermaksud mensyukuri, namun berkat kepergian sang istri, B.J Habibie terinspirasi untuk menulis sebuah buku biografi yang kemudian diangkat menjadi film, dan sukses besar. Karena, menurut kami, tanpa buku ini, sepak terjang Habibie tak lebih menarik dari sosok lain yang sama-sama menjadi pesohor di negeri ini. Namun, berkat buku inilah, kami jadi mengenal cerita kehidupan Beliau yang lain, yang jarang tersorot apalagi menjadi gegap gempita; cinta sejatinya pada sang istri dan duka mendalamnya ketika ditinggalkan.

Dan yang lebih menariknya, dalam cerita cinta Beliau, terjalin pula sebagian besar cerita perjuangannya membangun industri dirgantara Indonesia. Terlepas bahwa ada fakta seorang gadis keturunan Jerman-Polandia yang begitu mendukung cita-cita Habibie semasa kuliah, Hasri Ainun Besari-lah yang setia menemani jatuh bangun Habibie mewujudkan cita-cita tersebut.

Dan seperti cita-cita lain, cita-cita Beliau juga memiliki motivasi, apalagi mengingat masa itu, pola pikir dunia pendidikan, apalagi teknologi, belumlah maju. Yang tidak disangka, motivasi inilah yang akhirnya membawa Beliau ke tanah Jerman, rumah ke-2 yang menjadi cikal bakal kesuksesan Presiden RI ke-3 ini. Di negara ini pula, kekuatan cinta Habibie dan Ainun sebagai suami istri diuji, terlepas sudah begitu beratnya masalah yang Habibie lalui saat ia masih hidup sendiri dalam Rudy Habibie.

Fakta, Masalah, Solusi

Lewat film yang diplot sebagai Habibie dan Ainun 2 namun dengan kisah jauh sebelum Habibie menikah, kami diajak mengenal sosoknya yang giat dan tak pantang menyerah, jika tak mau disebut keras kepala. Sejak kecil menyukai hal-hal berbau mekanis, tak heran jika ia melanjutkan studi di fakultas teknologi, khususnya jurusan teknologi konstruksi pesawat terbang.

Namun, bukan masalah kesulitan belajar yang biasanya dihadapi mahasiswa lain, melainkan masalah masa depan dari ilmu yang dipelajarinya itu, yang Habibie pusingkan. Faktanya, secara teknis, Habibie mampu membuatkan Indonesia berbagai tipe pesawat komersil yang membanggakan. Namun masalahnya, secara sosial politik, bakat Habibie ini justru dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan Indonesia saat itu sehingga akhirnya banyak ditentang. Solusinya? Silahkan MuviBlaster saksikan sendiri filmnya.

Namun, walau dengan kesuksesan Habibie yang sudah nyata sekarang, bukan berarti kami dengan mudah setuju dengan sikap keras kepalanya saat muda dulu. Salah satu contoh adalah ketika Habibie ngotot berada di garis keras tanpa mempedulikan nasib rekan-rekan yang mendukungnya. Namun ya … begitulah ciri orang sukses; nyentrik dan radikal yang beda tipis dengan yang namanya nekat. Pepatah “Hanya waktu yang bisa memberi jawaban …” memanglah benar.

Cita-cita VS Cinta

Seiring waktu, perjuangan memang Habibie membuahkan hasil dan mencerahkan pikiran rekan-rekan yang sebelumnya tertutup awan hitam, khususnya seorang mahasiswi yang masih keturunan ningrat Sultan bernama Ayu (Indah Permatasari). Kenapa Ayu?

Ya … Ayu yang diam-diam menyukai Habibie, sontak balik menikam ketika tahu Habibie malah menaruh hati pada Ilona Iavnoska (Chelsea Islan). Ayu yang semula mendukung program Habibie ketika menjabat jadi Ketua PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di Jerman, mendadak membelot karena dibakar rasa cemburu. Namun, kami menilai konflik cinta segitiga inilah yang (mungkin) meredam ngototnya Habibie di dunia nyata, sekaligus menetralisir one-man show-nya Reza Rahadian (Habibie dan Ainun) di layar lebar.

Rudy Habibie Movie Review

Akting Reza kembali kami acungi jempol. Pernah memainkan karakter ini sebelumnya, Reza terlihat lebih mengenal emosi dan lebih nyaman memainkan ekspresi karakternya itu. Namun, problem terjadi ketika lambat laun kami perhatikan bahwa Reza berakting total sendiri tanpa lawan yang seimbang.

Walau dengan trio pendamping Ernest Prakarsa sebagai Liem Keng Kie, Pandji Pragiwaksono sebagai Peter Manusama, dan Borisbokir sebagai Poltak Hasibuan, akting Reza tetap tak terimbangi. Hanya baru ketika para wanita beraksi; Ayu meluapkan ketidaksenangannya dan Ilona memberi gerak-gerik menghindar, karakter Habibie milik Reza mulai terbangun. Kami pun baru merasa terkoneksi secara emosi begitu karakter Habibie milik Reza ini mulai sadar bahwa ada hal lain di luar kendalinya (baca: cinta), yang bukan menjadi golnya, namun menganggu hati dan pikirannya.

Singkat kata, karakternya mulai kompleks karena tak melulu linear melainkan mulai diliputi rasa bimbang memilih antara cita-cita atau cinta. Tekadnya mulai digoyah sekaligus ditantang, khususnya oleh Ilona, lewat sebuah pertanyaan “Apakah cinta Ilona pada Habibie sebesar cinta Habibie pada negaranya?” Tak ayal, bagaimanapun akhir romansa sepasang sejoli ini, kami sulit menghakimi karena cinta mereka tak pernah didasari kepentingan pribadi.

Rudy Habibie Movie Review

Sosok Menarik Sejak Kecil

Selain lewat Ayu dan Ilona, kami juga melihat sosok Habibie menarik lewat kisah masa hidupnya di Parepare dan Gorontalo semasa kecil. Dengan penggambaran keluarga yang taat agama dan selalu mengajarkan semangat tinggi serta hal-hal santun, kami sudah yakin Habibie memang ditakdirkan jadi orang besar nan sukses.

Lengkap dengan duet Donny Damara (2014, Lovely Man) sebagai Papi dan Dian Nitami sebagai Mami, terutama dalam sebuah adegan Habibie kehilangan Papinya dan menjadikan Mami sebagai tempat mengadu ketika ia sedang putus asa, kami juga jadi yakin kalau Habibie cilik sudah berhati besar.


Director: Hanung Bramantyo

Cast: Reza Rahadian, Chelsea Islan, Ernest Prakasa, Indah Permatasari, Boris Bokir, Dian Nitami

Duration: 122 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top