Connect with us
babydriver

Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno Movie Review: Epic and Hellish Awesome

MUVIBLAST - movie website for movie enthusiasts, based in Indonesia. Movie reviews, movie review, film review, review film, movie trailer, movie trailers, trailer movie, movie news, coming soon movies, playing now movies, box office movies, indie movies, cinema movies, independent movies, japanese movies, korean movies, hollywood movies, asian movies
Warner Bros. Japan

REVIEWS

Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno Movie Review: Epic and Hellish Awesome

This review contains no spoilers

(4.5/5) 4.5 Stars

Menyaksikan pertarungan Kenshin Himura di jilid Kyoto Inferno ini membuat tingkat adrenalin kami kian naik. This movie is beyond our expectation. Ibarat sebuah kendaraan, Kyoto Inferno melaju dengan kecepatan jauh lebih tinggi, lengkap dengan tikungan-tikungan tajam mengejutkan namun membuat ketagihan. Misteri di balik tikungan tersebut adalah candu yang membuat kami penasaran kira-kira masalah apa lagi dan jagoan pedang mana lagi yang akan dihadapi oleh Kenshin Himura (Takeru Sato).

Berbeda dengan jilid pertama, jilid ke-2 ini lebih banyak ditampilkan pertarungan dari jago pedang di tanah Sakura. Dan, di jilid ini bukan hanya Kenshin yang berkesempatan menampilkan jurus-jurus mautnya, namun juga Saito (Yosuke Eguchi), Sojiro (Ryunosuke Kamiki), dan Aoshi (Yusuke Iseya). Singkat kata, sudah ada tiga jagoan pedang yang siap membuat Kenshin kerepotan. Pertanyaannya, sesuai tajuknya, apakah trio ini yang diplot menjadi sumber utama masalah Kenshin sesungguhnya?

Sebelum panjang lebar membahas plot utama, kami ingatkan bahwa meski banyak subplot yang ikut dimasuk dalam jilid ini, Keishi Otomo sebagai sutradara tak kerepotan merangkai seluruh subplot menjadi penopang si plot utama. Intinya, meski banyak karakter jagoan yang tampil dan plot-plot sampingan disuntikkan, plot utama masih bergulir mulus tanpa gangguan. Bukan hanya nyaman ditonton oleh mereka yang belum pernah menyaksikan jilid pertamanya, jilid ini juga seru bagi Anda yang sama sekali buta dengan kisah Samurai X, yang dimulai dari format anime dan manga. Alasannya karena, masing-masing tokoh yang ditampilkan, membawa sedikit kisah masa lalunya yang ditampilkan untuk menerangkan, mengapa si A melakukan ini, mengapa si B melakukan itu, dan seterusnya.

ken1

Kenshin’s Broken Sword

Disebut Samurai X karena jagoan pedang ini memiliki tanda X di pipinya, yang merupakan hasil goresan pisau seorang samurai dari masa lalunya yang kelam. Ya, sebelum akhirnya insaf dan bertekad menolong sesama, Kenshin dahulu dipanggil Battousai, sang pembantai. Julukan ini melekat padanya, karena dulu ia adalah seorang pembunuh sadis yang tak segan-segan menebas batang leher lawan hingga putus. Saking banyaknya orang ia bunuh, musuh-musuhnya akhirnya memanggil demikian.

Namun, kini, era Jepang modern lahir, di mana samurai ditiadakan dan masyarakat dilarang membawa pedang, walau masih ada sebagian orang yang masih tidak bisa menanggalkan samurai mereka, termasuk Kenshin. Namun bagi polisi, Kenshin bukan lagi sosok yang berbahaya, karena pedang yang ia bawa adalah senjata tumpul (baca: memiliki desain mata pedang terbalik) alias pedang punggung atau Sakabatou, yang secara teknis tidak bisa membunuh lawan.

ken12

Kenshin’s Peaceful Life Gets Ruined

Kenshin yang kini senantiasa berbuat baik, sudah hidup tenang bersama sahabat-sahabatnya di padepokan milik Kaoru (Emi Takei), seorang guru beladiri, sekaligus wanita yang ia cintai. Keduanya hidup bahagia bersama Sanosuke (Munetaka Aoki) si pemarah, Myoujin Yahiko (Kaito Oyagi) si kecil nan cerdik, dan Megumi (Yu Aoi), dokter cantik yang sempat membuat Kaoru cemburu.

Hingga pada suatu hari Kenshin diminta datang untuk menemui Menteri Ookubo (Kazufumi Miyazawa). Sang menteri mengatakan, saat ini Jepang sedang berada dalam keadaan bahaya, karena seorang samurai jahat bernama Shisio (Tatsuya Fujiwara) telah mengumpulkan pasukan untuk membakar kota Kyoto. Hal ini Shisio lakukan untuk balas dendam pada pemerintah Meiji karena dulu pasukan tentara telah membakar tubuhnya hingga hangus.

Kenshin yang awalnya ragu untuk membantu, akhirnya memutuskan menolong dan kembali mengembara menuju Kyoto. Namun perjalanan Kenshin tidak mudah, karena belum sempat bertarung dengan Shisio, ia sudah lebih dulu kewalahan menghadapi anak buah Shisio yang bernama Sojiro. Bahkan, saking sulitnya mengalahkan Sojiro, Sakabatou milik Kenshin dibuat patah. Mendapati senjatanya rusak, Kensin pun akhirnya mendatangi ahli pedang yang dulu membuatkan samurai bermata tajam terbalik miliknya. Namun ada daya, ternyata sang sahabat telah meninggal dunia. Lalu bagaimana cara Kenshin menyelamatkan Jepang dengan kondisi pedang yang terbelah dua?

Clash of the Swordsman

2uonh1iSelain menjual kisah pertarungan sengit antara Kenshin dan Shisio, bumbu kisah pertarungan lain yang tak kalah seru dan ditampilkan film ini adalah kemunculan sosok Aoshi. Ia adalah petarung pedang tanpa tanding, yang konon jurus-jurus pedangnya tak kalah cepat dari Samurai X.

Membawa dendam masa lalu dan dengan amarah menyala Aoshi berkeliling Jepang mencari di mana keberadaan sang Battousai. Jadi, belum selesai masalahnya dengan Shisio, Kenshin sudah mendapat ancaman kematian dari musuh masa kelamnya dulu.

Selain dapat menyaksikan kehebatan jurus pedang Hiten Mitsurugi milik Kenshin, di jilid ini, kami juga berkesempatan menyaksikan jurus mematikan pedang kembar milik Cho Sawagejo. Ia adalah salah satu pemain pedang kelas wahid yang masuk dalam kelompok Juppon-Gatana. Kini, ia adalah satu dari sepuluh samurai hebat yang merupakan tangan kanan Shisio, yang setia mengikutinya kemanapun manusia mumi itu pergi.

Bertarung, bertarung, dan bertarung. Itulah suguhan menjanjikan nan vulgar yang disajikan maksimal di jilid ini. Meski masih memuat konten drama, terutama drama romansa antara Kenshin dan Kaori, dengan pas Otomo mengatur komposisi sehingga tak terjadi kesalahan prioritas apalagi tumpang tindih antar subplot. Merupakan jembatan penghubung untuk jilid ke-3 nya dalam waktu dekat, Kyoto Inferno adalah sebuah sekuel yang menghentak, membuat jilid ke-3 nya harus sanggup melanjutkan tongkat estafet yang sudah memiliki track record bagus ini.


Director: Keishi Otomo

Cast: Takeru Sato, Tatsuya Fujiwara, Emi Takei, Ryunosuke Kamiki, Yusuke Iseya, Yu Aoi

Duration: 135 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

PLAYING NOW

thorragnarok

To Top