Connect with us
thorragnarok

Rurouni Kenshin: The Legend Ends Movie Review: The Best Live Action Manga-Anime Adaptation in 2014

MUVIBLAST - movie website for movie enthusiasts, based in Indonesia. Movie reviews, movie review, film review, review film, movie trailer, movie trailers, trailer movie, movie news, coming soon movies, playing now movies, box office movies, indie movies, cinema movies, independent movies, japanese movies, korean movies, hollywood movies, asian movies
Warner Bros. Japan

REVIEWS

Rurouni Kenshin: The Legend Ends Movie Review: The Best Live Action Manga-Anime Adaptation in 2014

This review may contain mild spoilers

(4.5/5) 4.5 Stars

Jilid ke-3 live action si Samurai X besutan sineas Keishi Otomo yang berjudul Rurouni Kenshin: The Legend Ends akhirnya tayang juga di Indonesia. Kisahnya melanjutkan perjuangan Kenshin (Takeru Sato) di Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno yang berusaha menghentikan langkah samurai jahat, Shishio Makoto (Tatsuya Fujiwara), yang ingin menggulingkan pemerintahan Jepang.

Dikisahkan, untuk dapat menyelesaikan misi ini, Kenshin harus meminta bantuan gurunya, Hiko Seijuro (Masaharu Fukuyama), untuk mengajarkan ilmu pamungkas yang selama ini belum pernah diturunkan padanya. Kenshin rupanya sadar, untuk dapat mengalahkan sang manusia mumi, ia harus meng-upgrade kemampuannya, lebih dari yang selama ini ia miliki. Sebab dari pertarungannya dengan salah seorang anak buah Shishio, Sojiro (Ryunosuke Kamiki), sakabatou-nya saja sudah dibuat patah. Singkat kata, jika menghadapi anak buah saja sudah kewalahan, bagaimana nanti saat menghadapi sang majikan?

Namun pertanyaannya, bersediakah Seijuro sebagai guru, mengajarkan ilmu tertinggi miliknya pada Kenshin? Sebab, usut punya usut, sang guru rupanya selama ini kecewa dengan kelakuan Kenshin semenjak ia tak lagi berada di bawah pengawasannya. Ya, 15 tahun semenjak Kenshin kabur dari perguruan, rupanya sang guru terus memantau kelakuan Kenshin ketika ia menjadi masih menjadi Battousai Sang Pembantai, hingga akhirnya kini menjadi rekan pemerintahan Meiji.

kenshin5

Sembari Kenshin meminta bantuan pada sang guru, di seberang sana, Shishio yang mengetahui bahwa Kenshin ternyata selamat dari pertarungan terakhir mereka di atas kapal, menyusun sebuah rencana licik lain. Dengan kekuasaan tiraninya, Shishio memaksa pemerintah Jepang untuk membuat pengumuman palsu. Isinya adalah pernyataan bahwa selama ini yang meneror kedamaian di Jepang adalah Kenshin. Untuk itu, bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan si Battousai, diminta untuk melapor ke polisi. Mengetahui sahabat mereka difitnah, salah satu teman Kenshin yang paling setia namun gegabah, Sanosuke (Munetaka Aoki), tidak terima. Dengan segera ia pun pergi menuju Tokyo untuk meluruskan kabar bohong ini.

Sementara itu, petarung hebat lainnya, Aoshi (Yusuke Iseya), rupanya masih belum puas memburu keberadaan Kenshin. Dendam masa lalu membuat pria temperamental ini sangat terobsesi mengalahkan si Samurai X. Sudah jelas pertarungan keduanya sangat dinanti mengingat ilmu pedang keduanya nyaris setara. Lalu siapa yang memenangkan pertarungan ini jika keduanya ditakdirkan bertemu nanti?

Kejutan di Adegan Pertarungan Final

Berbeda dengan jilid ke-2 nya di mana kisah cinta antara Kenshin dan Kaoru (Emi Takei) mendapat porsi lebih, kini di jilid ke-3, porsi tersebut cukup banyak dikurangi. The Legend Ends lebih banyak dipenuhi adegan pertarungan maut, yang rata-rata membuat wajah Kenshin pun berlumuran darah. Mulai dari adegan pertarungan hidup matinya dengan sang guru, adegan heboh adu pedang Kenshin dengan Aoshi, dan tentu saja yang paling dinanti, pertarungan Kenshin dan Shishio. Dan untuk pertarungan terakhir yang bakal akbar ini, Otomo sengaja menghadirkan gimmick yang akan memuaskan para penggemar setia franchise ini. Perlu diketahui bahwa gimmick yang kami maksud ini tidak pernah muncul, baik di manga maupun anime-nya. Gimmick apakah itu?

Jangan lupakan pula pertarungan dahsyat lanjutan antara Kenshin dan Sojiro. Dilihat dari trailer-nya, Sojiro yang biasa selalu ceria, karena tidak memiliki emosi layaknya manusia lainnya, kali ini tampak sangat kesal. Walau berhasil mematahkan sakabatou milik Kenshin dan sempat membuat Kenshin kelimpungan mencari pedang baru, tampaknya Kenshin sudah tidak sabar ingin memberi pelajaran berharga yang akan mengubah jalan hidup Sojiro untuk selama-lamanya.

legend2

Seperti film keduanya, yang sukses membuka kisah Kenshin dengan plot mirip dengan manga-nya, maka di jilidd ke-3 ini, lagi-lagi Otomo dengan mulus membuat penutup yang masih setia pada manga tersebut. Poster bertuliskan The Legend Ends dengan gambar Kenshin tersungkur di hadapan sosok misterius, tentunya mengundang berbagai spekulasi. Akankan Kenshin akhirnya tewas di jilid ke-3 dari trilogi ini?

Jurus Rahasia Mematikan

Ada beberapa hal yang membuat The Legend Ends semakin menarik. Selain karena Kenshin menampilkan jurus-jurus maut yang selama ini masih tersimpan, cukup banyak gaya bertarung baru yang ia tampilkan di film ini. Selain menjatuhkan lawan (baca: kami sebut demikian karena Kenshin sudah insaf membunuh orang) dengan jurus pedang, untuk lolos dari serangan musuh-musuhnya, tak jarang si Battousai menampilkan gerakan berputar 360 derajat di bagian bawah, sesuatu yang biasanya hanya dilakukan oleh para petarung gulat.

Tak hanya bertempur di area atas (baca: kepala hingga pinggang), Kenshin semakin memaksimalkan kelemahan lawan yang jarang mengamankan bagian kaki. Sementara itu, di jilid ke-3 ini, Kenshin juga semakin lincah melompat kesana kemari serta menggunakan daya dorong balik dari tembok, untuk digandakan menjadi serangan balik yang mematikan. Selain itu, jurus bertarung Kenshin kini tampak lebih matang, terlihat dari serangannya yang tidak melulu agresif. Beberapa kali Kenshin justru menampilan gerakan lari dari musuh, yang sesungguhnya itu adalah jurus untuk menyusun kekuatan langkah kaki yang akan diakumulasi menjadi serangan balik yang mumpuni.

Sedikit beranjak dari betapa hebatnya gaya bertarung Kenshin di The Legend Ends ini, jangan lupakan juga aksi tarung hebat Saito (Yōsuke Eguchi), sang polisi berkarakter dingin, yang ikut membantu Kenshin melawan anak buah Shishio. Tidak lupa pula aksi heroik si konyol Sanosuke, yang meski sering dipukuli musuh, tanpa lelah membantu pertarungan Kenshin. Mungkin atas dasar kesetiaannya ini, Sanosuke pun mendapat porsi bertarung lebih banyak ketimbang Saito. Sahabat sejati memang tak pernah dilupakan.

kenshin2

kenshin 3

kenshin1

Tak heran jika jilid ke-3 ini kami daulat sebagai jilid terbaik sekaligus film adaptasi anime-manga terbaik tahun ini. Belum pernah kami menemukan film sejenis yang notabene sudah memiliki nama dan fanbase besar, memiliki muatan komplit namun mampu menetapkan prioritas serta memperhatikan timing dan komposisi.

Sederet pertanyaan penting yang butuh jawaban dikemas dalam plot kompleks menarik. Sederet karakter namun masing-masing diberi porsi adil dan mampu memancarkan karisma. Sederet adegan pertarungan yang tak kenal lelah namun tak pernah melelahkan untuk disaksikan. Kami pun jadi berharap ada jilid lanjutan untuk trilogi ini.


Director: Keishi Otomo

Cast: Takeru Sato, Tatsuya Fujiwara, Emi Takei, Ryunosuke Kamiki, Yusuke Iseya, Yu Aoi

Duration: 135 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top