Connect with us
babydriver

Senior Movie Review: With Lingering Teen Romance, the Horror Is an Easy-to-Watch

Senior Movie Review
M 39

REVIEWS

Senior Movie Review: With Lingering Teen Romance, the Horror Is an Easy-to-Watch

This review contains no spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Bagi MuviBlaster non penggemar film horor, jangan terburu khawatir ketakutan menonton film baru produksi Thailand berjudul Senior atau dalam bahasa Thailand disebut Runpee. Karena, walau sineas di baliknya, Wisit Sasanatieng, handal menangani film-film murni horor (baca: coba tonton The Unseeable (2006)), untungnya Anda tak akan dibuat merinding ketakutan setengah mati.

Faktor pertama adalah kehadiran elemen romantis ke dalam plot horor utamanya. Faktor kedua adalah kehadiran bintang muda cantik berdarah campuran Thailand – Jerman, Jannine Weigel, yang mungkin Anda kenal sebagai penyanyi cover song di YouTube. Dengan 2 faktor ini, otomatis Senior hadir dengan kadar horor lebih ringan namun memberi lebih banyak alasan bagi penonton untuk menyaksikan.

Premisnya sendiri tampak mengadopsi percintaan muda-mudi beda dunia (baca: dimensi) ala saga Twilight atau Let the Right One in. Namun, kami melihat ada sebuah pesan klise namun penting yang ingin disampaikan lewat karakter Adhiti (Weigel) dan hantu-hantu yang berada di sekitarnya. Yaitu bahwa setiap roh penasaran mencari keadilan dan keadilan itu akan mereka tunggu, walau 500 tahun lamanya.

Senior Movie Review

Menemani Weigel adalah aktor pendatang baru, Pongsakorn Tosuwan AKA Bom, yang kebagian peran hantu bernama Senior. Keduanya diplot menjadi sepasang detektif dadakan dengan misi mengungkap misteri pembunuhan yang pernah terjadi di sekolah asrama tempat Adhiti belajar.

Usut punya usut, sebelum dibangun menjadi sekolah asrama, lahan itu berisi sebuah puri tua yang ditinggali seorang putri bernama Bhannawadee. Singkat cerita, mewarisi kekayaan demikian banyak, sang putri pun menjadi target pembunuhan dokter pribadinya. Naas, bukannya si dokter yang dihukum mati, malah pegawai-pegawai sang putri dijadikan kambing hitam. Wajar saja, jika roh orang-orang tak bersalah ini bergentayangan di sekitar sekolah menuntut keadilan.

Adhiti, Gadis Pencium Roh

Asumsi kami, Adhiti adalah satu-satunya murid yang bisa merasakan kehadiran para roh ini. Pasalnya, baru lewat Adhiti-lah, dendam mereka bisa terbalas. Namun, apa sebenarnya hebatnya Adhiti yang notabene seorang gadis ingusan dengan kemampuan supranatural yang kerap membuat ia dikucilkan teman-temannya?

Kami tak bilang karakter Adhiti seorang femme fatale remaja di sini. Namun, kami akui Adhiti diberi deskripsi cukup menarik yang katanya “bisa mengubah persepsi Anda tentang hantu”. Well … alih-alih melihat roh, Adhiti justru bisa mencium mereka sehingga jangan heran melihat gadis lebih sering mengendus ketimbang membelalakkan mata.

Dan lewat anomali inilah, celah romantis itu terbuka. Sejak awal bisa mencium keberadaan Senior namun tak bisa melihatnya, Adhiti lambat laun penasaran dan merasakan keterikatan mendalam dengan teman roh barunya itu. Mudah ditebak, momen Adhiti melihat wajah Senior walau a little too late, jadi momen paling ditunggu sekaligus penutup yang pas.

Senior Movie Review

Tidak Memanjakan Penggemar Film Horor

Seperti yang kami kemukakan di atas, Senior tidak akan menakuti Anda non penggemar film horor. Namun, otomatis, Anda penggemar film horor, juga tak akan dimanjakan. Intinya, film ini bukanlah tipe film pemuas banyak kalangan.

Banyak penampakan kurang menakutkan dan adegan kurang menegangkan membuat kami cenderung santai saja menyaksikan. Apalagi dengan wajah manis Weigel, kami jadi selalu merasa optimis bahwa tak akan ada hal buruk terjadi pada karakter Adhiti yang ia mainkan. Dengan genre romantis horor yang diusung, kami pun sudah menebak bahwa Senior akan berakhir indah, walau tidak melulu harus bersama. Dibawa masuk oleh Intersolusindo Film, Senior mulai tayang 13 Januari 2015 di jaringan CGV Blitz, Cinemaxx Theater, dan Platinum Cineplex seIndonesia.


Director: Wisit Sasanatieng

Cast: Jannine Weigel, Pongsakorn Tosuwann, Sa-Ard Piempongsan, Kara Polasit

Duration: 115 mins


Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

PLAYING NOW

thorragnarok

To Top