Connect with us
thorragnarok

Spotlight Movie Review: The Subject Itself Is Already an Achievement and the Movie Unsurprisingly Just Follows

Spotlight Movie Review
Open Road Films

REVIEWS

Spotlight Movie Review: The Subject Itself Is Already an Achievement and the Movie Unsurprisingly Just Follows

This review may contain mild spoilers

(4/5) 4.0 Stars

Mengangkat kasus pidana super sensitif serta memuat ensemble cast yang solid, rasanya lebih mudah mengulas Spotlight sebelum kemenangan Best Picture-nya di ajang Oscar beberapa minggu lalu. Karena setelah akhirnya kami memutuskan menyaksikan film ini di layar lebar, ada beberapa elemen yang menurut kami ditampilkan secara tanggung, bahkan disembunyikan.

Tak perlu kami beberkan satu per satu ini karena beberapa pertanyaan berikut sudah mampu menjadi parameter jelas. Mengapa kasus penganiayaan seksual yang pernah dibuka secara gamblang beberapa tahun sebelumnya, mendadak jadi begitu sensitif di tahun 2001? Saking sensitifnya, semua tindak-tanduk tim jurnalis Spotlight di bawah naungan The Boston Globe pun dinilai nekat oleh banyak pihak. Apa iya kasus ini sempat dianggap mediocre sehingga akhirnya lenyap ditelan waktu? Atau kasus ini begitu penting sehingga butuh pemikiran super matang sebelum akhirnya mulai diusut? Oh come on, tak mungkinlah kasus ini terabaikan karena ada pihak berkepentingan yang mendadak hilang ingatan kan?

Apapun alasannya dan siapapun yang bertanggung jawab, Spotlight besutan Tom McCarthy (The Visitor, The Cobbler) tak begitu mengindahkannya dan lebih fokus pada proses pengusutan kasus ini oleh 4 anggota tim Spotlight. Untungnya, walau film ini bergerak dari starting point yang kami nilai kurang legit, perlahan namun pasti, jalan menuju pintu kasus ini dibangun dengan baik oleh keempatnya. Adalah Walter “Robby” (Michael Keaton), si bos Spotlight yang punya nama dan skill jurnalistik mumpuni seantero Boston bersama 3 sidekick-nya yang tak pantang menyerah, terutama Mike Rezendes (Mark Rufallo).

Kasus Rekomendasi dari Editor Baru

Namun, bukan berarti tim Spotlight adalah tim yang segigih MuviBlaster bayangkan karena awal mula kasus ini kembali dibuka adalah atas permintaan editor baru The Boston Globe yang baru hijrah dari The New York Times bernama Marty Baron (Liev Schreiber).

Sebagai editor yang berpengalaman, Baron membawa cara berpikir holistik, dengan tujuan membuat para pembaca kembali tertarik membaca. Singkat kata, tak ada cara yang paling ampuh selain menerbitkan berita berbobot yang membawa dampak bagi banyak pihak, berita yang faktual, menggegerkan, dan belum dituntaskan.

Spotlight Movie Review

Oleh karena itu, ketika Baron membaca sebuah kolom berita pada The Boston Globe terkait kasus penganiayaan seksual yang terjadi di kota tersebut, ia tak bisa tinggal diam. Lebih jauh lagi, kasus ini melibatkan gereja dan pastor Katolik yang notabene begitu dihormati di Boston, membuat Baron memutuskan bahwa pengusutan kasus ini haruslah ekstra hati-hati dan hanya tim Spotlight yang bisa melakukannya.

Bagaimana kemudian reaksi masyarakat penganut Katolik ketika akhirnya berita ini diterbitkan? Dan apakah kasus ini terjadi hanya di Boston saja? Dampak-dampak inilah yang kemudian menambah daftar panjang tugas serta kualifikasi tim Spotlight, yang sebelumnya hanya mengusut secara gerilya, namun akhirnya juga memberi konseling bagi masyarakat yang terguncang akan ugly truth ini.

Tak Mendapat Pesaing yang Pas

Jika MuviBlaster membaca lengkap ulasan The Revenant kami di sini, kami ternyata tak salah beropini dan berasumsi. Namun, apakah Spotlight yang sudah menang Oscar, pantas bisa kami ragukan juga? Sayangnya, ya.

Karena terlepas penampilan solid Keaton dan Rufallo bersama Rachel McAdams (The Notebook) dan John Slattery (Ant-Man, Mad Men), pengusutan kasus ini sudah lebih dulu mendulang prestasi. Memenangkan Pulitzer Prize atas penerbitan yang lugas dan berani, masyarakat (dunia) sungguh merasakan manfaat, bahkan bisa melakukan tindakan pencegahan terhadap anak-anak mereka.

Dan dibandingkan dengan kisah-kisah para pesaingnya (baca: terutama The Revenant, Room, dan Bridge of Spies), kasus ini jelas memiliki dampak, terutama bagi para penganut Katolik (baca: terutama yang taat) yang selalu menganggap pastor sebagai role model ideal. Dan kasus ini bukanlah mengenai seorang anak manusia atau menjadi sekedar sejarah, namun sebuah momok yang memalukan namun juga penting untuk dibeberkan.

Spotlight Movie Review

Namun, fakta bahwa kasus ini begitu penting dan menarik-lah yang menjadikan Spotlight bersinar sendiri tahun ini. Tak menemukan pesaing yang pas, tak heran Spotlight dengan mudah mencuat. Dan kalau boleh jujur, poin kami adalah bahwa Spotlight terlihat seperti rekonstruksi dari fakta yang sudah sempurna dari sananya.

Menguak kasus sesensitif ini ke publik adalah sebuah keberanian yang patut diacungi jempol. Kesediaan tim Spotlight menanggung segala resiko mental selama mengusut dapat dikategorikan tindakan heroik. Dari sudut pandang jurnalistik, pengusutan kasus ini jugalah sebuah prestasi intelektual. Sehingga apapun yang dikerjakan McCarthy, jajaran cast, dan segenap tim produksi tinggallah memastikan bahwa mereka me-reka ulang kasus ini dengan tepat. Dan ketika mereka melakukan apa yang perlu dilakukan, kemenangan itulah yang terjadi.


Director: Tom McCarthy

Cast: Michael Keaton, Liv Schreiber, Mark Ruffalo, Rachel McAdams, John Slattery

Duration: 129 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top