Connect with us
thorragnarok

Star Trek Beyond Movie Review: Despite the Slow Start and Sentimental Mood, This Chapter Carefully Warps Fast Before It’s Too Late

Star Trek Beyond Movie Review

REVIEWS

Star Trek Beyond Movie Review: Despite the Slow Start and Sentimental Mood, This Chapter Carefully Warps Fast Before It’s Too Late

This review may contain mild spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Awalnya sempat cemas Star Trek Beyond disulap menjadi arena balap (baca: gara-gara adegan Captain Kirk (Chris Pine) ber-motocross ria dalam sebuah trailer) oleh Justin Lin (Fast Five, Fast & Furious 6), ternyata keseruan jilid ke-3 dari remake modern film Star Trek ini masih pada jalurnya. Lebih jauh lagi, Star Trek Beyond memberikan nuansa nostalgia; termasuk adegan-adegan analitis khas, yang efektif membuat kami merasakan nafas franchise yang sudah berumur 50 tahun ini (baca: sejak 1966), walau sudah berpindah kemudi, apalagi tidak dibintangi satupun pemain seniornya.

Kembali soal cemas. Kami juga sempat cemas ketika 10 menit pertama film ini dipenuhi dengan kalimat-kalimat filosofis Kirk yang sedang galau. Dan 10 menit selanjutnya pun tak banyak berubah; memperlihatkan drama keluarga para kru yang sudah nyaris 3 tahun melanglang buana di angkasa luar dan memperkuat sinyal Kirk pensiun jadi kapten Enterprise.

Dan bukan hanya Kirk saja yang dilanda kegalauan, rekan bangsa VulcanSpock (Zachary Quinto), juga tengah bingung menentukan masa depannya (baca: termasuk hubungannya dengan Uhura (Zoe Saldana)) pasca mendengar berita kematian Duta Besar Spock (Leonard Nimoy). Apakah Spock akan fokus mengurusi Vulcan dan meninggalkan Enterprise untuk selamanya?

Star Trek Beyond Movie Review

Tidak ada kaitan konflik antara Star Trek Beyond dan jilid pendahulunya. Apa yang menyebabkan Enterprise hancur terbakar murni ulah villain baru sehingga wajar kami mendapat kesan konflik di jilid ini out of nowhere. Namun kesan ini tak berlangsung lama, karena seiring plot berjalan, pertanyaan demi pertanyaan mengenai sosok alien bersisik di atas bermunculan. Memberi kesan asing namun dengan pengetahuan ekstensif tentang Starfleet, apalagi Enterprise, asal usulnya patut jadi pertanyaan.

Dan kami tease sedikit, bahwa mirip Khan (Benedict Cumberbatch), villain bernama Krall (Idris Elba) ini didorong motivasi balas dendam akibat rasa sakit hati di masa lalu. Terkait kemiripan ini, silahkan MuviBlaster berharap adanya twist menarik menjelang klimaks yang semakin membuat sosok Krall menarik, walau kami nilai belum bisa menyaingi kesangaran, kelicikan, dan kejeniusan Khan.

Great Solo and Team Performance

Jika dalam Star Trek Into Darkness (2013), hubungan Kirk dan Spock begitu diuji secara emosi, dalam Star Trek Beyond, justru hubungan Spock dan Bones (Karl Urban) yang banyak dicobai. Namun, jangan khawatir, karena hubungan keduanya tak pernah serius, melainkan selalu kocak, jika disebut sinis terasa menyindir. Mulai dari asumsi Bones bahwa Spock diputusi Uhura hingga keengganan Bones menjaga Spock, yang nyaris sepanjang durasi, sedang tidak fit.

Hubungan Kirk dan Spock sendiri cenderung membaik. Tidak lagi saling defensif, melainkan berusaha saling membuka diri, walau kesempatan itu sulit dicari. Bahkan Kirk merasa bahwa ia tak bisa menjadi kapten tanpa Spock dan Spock merasa tidak tega meninggalkan Kirk sendiri. Berita bagusnya, walau tulisan kami terkesan sentimental, don’t worry, no bromance di sini.

Karakter pendukung lain yang tak kalah penting; Chekov (Alm. Anton Yelchin), Scotty (Simon Pegg), Sulu (John Cho), dan Jaylah (Sofia Boutella), juga tampil baik, secara solo maupun tim. Masing-masing mendapat porsi seimbang memperlihatkan ciri khas dan keahlian, membuat keyakinan Kirk pada setiap krunya terbukti nyata dan pengorbanannya tak sia-sia.

Star Trek Beyond Movie Review

Destroyed Enterprise and Revived USS Franklin

Sama halnya dengan Kirk, hati kami sempat pedih melihat Enterprise “mati konyol” gara-gara sebuah misi jebakan. Bertujuan menolong seorang kapten alien menembus nebula tebal demi menuju sebuah planet asing, siapa sangka kalau Kirk cs ditipu mentah-mentah. Bahkan sebelum mereka mencapai planet tersebut, Enterprise sudah dibuat babak belur; mesin hancur dengan bagian piringan meluncur bebas menghantam bebatuan kasar planet asing itu.

Star Trek Beyond Movie Review

Namun siapa sangka pula kalau di planet kediaman Krall itu, kapal USS Franklin yang ratusan tahun menghilang dalam sebuah misi eksplorasi, ditemukan dalam keadaan fisik utuh. Diperbaiki dan dirawat oleh Jaylah, USS Franklin menjadi harapan baru bagi Kirk cs untuk bisa kembali ke Pangkalan Yorktown, sekaligus menggagalkan misi Krall yang kami sengaja tak ungkap di sini.

Ya … terkait proses perbaikan USS Franklin di atas, silahkan Anda berharap ada banyaknya adegan pembahasan masalah teknis plus jargon-jargonnya. Dan ya … silahkan Anda berharap Kirk cs terkagum-kagum bisa berada dalam kapal pertama yang berhasil mencapai kecepatan Warp 4 dalam sejarah Star Trek, kapal yang menjadi cikal bakal dari konsep kapal eksplorasi yang notabene bisa berkelana antar bintang (baca: tipe Enterprise).

Joe Taslim Plays a Villain

Dari sekian banyak hal yang ingin kami ulas, Joe Taslim sebagai satu-satunya aktor Indonesia yang tampil di depan layar, adalah salah satunya. Kembali terlibat dalam proyek Lin, Taslim pun menambah portfolio go international-nya. Aksi tarungnya yang oke walau minim dialog sebagai Jah dalam Fast & Furious 6 (2013) ternyata membuat Lin meliriknya untuk sebuah karakter antek-antek Krall yang tak kalah jahat bernama Manas.

Namun berbeda dengan Jah, Manas diplot sebagai alien yang otomatis membuat Taslim harus didandani tebal, bahkan nyaris tidak kami kenali. Adegannya didominasi pertarungan dengan Jaylah dan sesekali berinteraksi dengan Krall dan Uhura. Anda berharap lebih? Pastikan Anda jeli memperhatikan penampakan wajah asli Taslim beberapa detik menjelang film berakhir.

RIP Anton Yelchin

Kami masih belum percaya Yelchin berpulang bahkan sebelum film ini dirilis. Walau hanya karakter pendukung, namun karakter Chekov yang ia mainkan begitu khas, bahkan mendapat banyak slot bersama Kirk di jilid ini. Pemberani, cerdas, namun juga naif, Chekov adalah salah satu kru kesayangan Kirk dan rekan kerja akrab Sulu. Sungguh sedih tak akan melihat Chekov di jilid-jilid selanjutnya, mengingat J.J Abrams selaku mantan sutradara yang kini duduk di bangku produser, tak berniat merekrut aktor baru untuk menggantikan Yelchin.

Kami pribadi jatuh hati dengan Yelchin ketika menyaksikan aktingnya dalam Like Crazy (2011) dengan Felicity Jones (The Theory of Everything, Rogue One). Berbeda dengan Chekov, karakter Jacob yang ia mainkan adalah sosok gentleman, sopan, dan romantis. Selain berhasil menyelami karakter seorang Jacob, chemistry-nya dengan Jones juga baik, walau hubungan keduanya kerap dilanda isu sosial yang tak kunjung usai. Sungguh disayangkan Yelchin pergi dengan begitu cepatnya. Kalau Kirk bingung apa jadinya ia jika ditinggal Spock, kini ia harus menelan pil pahit bahwa kini Chekov pergi meninggalkan dunia untuk selama-lamanya.


Director: Justin Lin

Cast: Chris Pine, Zoe Saldana, Zachary Quinto, John Cho, Anton Yelchin, Sofia Boutella, Simon Pegg, Karl Urban, Idris Elba, Joe Taslim

Duration: 122 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top