Connect with us
princessmononoke

Sweet 20 Movie Review: So Well Remade That It Feels Authentic

Sweet 20 Movie Review
Starvision Plus

REVIEWS

Sweet 20 Movie Review: So Well Remade That It Feels Authentic

This review contains no spoilers

(4/5) 4.0 Stars

Merupakan remake versi Indonesia dari Miss Granny (2014) produksi Korea yang begitu populer, bukan berarti Sweet 20 dengan mudah meraih sukses. Namun berkat arahan yang baik dari sang sutradara, skrip dengan dialog yang kocaknya selalu mengena, penampilan bernyawa dari karakter utama dengan 2 dimensi waktu, dan tak lupa, elemen-elemen khas Indonesia tempo dulu, Sweet 20 adalah sebuah karya yang secara stand-alone dapat dibanggakan negeri sendiri.

Terlepas plotnya yang persis sama dan formulaic; seorang manula mendadak berusia jauh lebih muda karena sebuah situasi ajaib, namun pengalaman baru yang dialami si manula versi tiap negaralah yang menjadikan remake apapun mengundang rasa penasaran, otomatis membuat plotnya tak habis dimakan usia. Terlepas misteri di balik studio foto ajaib itu tak pernah terjawab, situasi demi situasi kocak yang harus dihadapi Nenek Fatmawati (Niniek L. Karim) versi muda terlanjur menyita banyak perhatian. Bingung, takut, namun juga senang, Fatma yang kemudian menamai dirinya Mieke Wijaya (Tatjana Saphira) bak anak hilang yang kegirangan.

Sweet 20 Movie Review

Untung saja, efek samping psikologis ini sesuai dengan kepribadian asli Nenek Fatma; bawel dan galak. Sering dianggap “preman” oleh keluarga dan teman-temannya, tak heran jika Mieke pun berperangai demikian, membuatnya dikenal sebagai si cantik namun galaknya minta ampun. Namun di balik kegalakannya, ada rasa kasih sayang dan kesan anggun terpancar, membuat para pria jadi bertekuk lutut, termasuk cucu laki-laki satu-satunya, Juna (Kevin Julio). Tak mau apes ditaksir cucu sendiri, Nenek Fatma akhirnya mengatur strategi agar perasaan ini dapat dialihkan menjadi sebuah motivasi positif untuk Juna.

Hal lain yang turut menjadi dilema dalam perubahan ini adalah ikatan batin antara Nenek Fatma dengan putra satu-satunya yang selalu ia banggakan. Merasa senang menjadi muda kembali dan berkesempatan mewujudkan impian menyanyinya, Nenek Fatma berubah galau ketika memikirkan Aditya (Lukman Sardi) terutama jika melihatnya begitu sedih selama dirinya menghilang. Apakah Nenek Fatma akhirnya memutuskan untuk kembali ke usia aslinya dan pulang ke rumah? Lalu bagaimana cara Nenek Fatma lepas dari keajaiban indah ini ketika studio foto yang ia datangi itu tak pernah kelihatan batang hidungnya lagi?

Elemen-elemen yang baik membantu menciptakan comedic timing yang pas, dalam hal ini khususnya dialog yang diucapkan dan body language setiap karakter yang mengucapkannya. Menariknya, nyaris seluruh karakter ambil andil dengan serius, membuat durasi 109 menit ini bergulir menyenangkan dan penuh tawa. Walau pujian pastinya kami berikan pada Nenek Fatma dan Mieke, namun Juna, Rahayu (Widyawati Sophiaan), Kakek Hamzah (Slamet Rahardjo), bahkan Bunga (Tika Panggabean) memiliki peran penting dalam menghidupkan adegan-adegan pendukungnya, memberi dinamika dalam pengalaman baru Nenek Fatma.

Kami tergolong cukup cepat jatuh cinta dengan remake ini. Paruh durasi pertama sudah sukses memberikan aura komedi menjanjikan, membuktikan bahwa remake ini digarap dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang teliti oleh para pihak belakang layar. Di depan, para bintangnya terlihat mampu berakting leluasa karena nyaris tanpa gangguan elemen canggung. Alhasil, ada cukup banyak adegan yang akhirnya menjadi favorit, membuat kami tak sabar ingin menonton kembali.


Director: Ody C. Harahap

Cast: Niniek L. Karim, Tatjana Saphira, Lukman Sardi, Slamet Rahardjo, Morgan Oey, Kevin Julio, Alexa Key, Cut Mini, Widyawati Sophiaan, Tika Panggabean, Karina Nadila

Duration: 109 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top