Connect with us
babydriver

Tak3n: Bryan Mills’d Better Retire from This Already Predictable One Man Show

Taken 3 Movie Review

REVIEWS

Tak3n: Bryan Mills’d Better Retire from This Already Predictable One Man Show

Overall Rating : 3.0 Stars

Kami tidak menyangka film yang awalnya sempat diragukan kesuksesannya ini, mampu berkembang menjadi 3 jilid, dan membuat seorang Liam Neeson dikenal sebagai aktor laga. Bahkan, setelah digembleng lewat Taken (2008) dan Taken 2 (2012), Liam Neeson terlihat makin lihai saja memainkan karakternya, Bryan Mills. Di film ini, Mills dengan mudah menaklukkan lawan-lawannya, tanpa perlu bersusah payah apalagi berdarah-darah.

Aksi one man show yang dilakukan Mills selalu strategis, memilki kalkulasi yang baik meski dalam keadaan paling terdesak sekalipun. Kami tidak pernah lupa kalau Mills adalah mantan agen CIA yang tidak hanya memiliki kemampuan bela diri mumpuni, namun juga berbagai keahlian hebat lainnya. Siapapun yang ia kejar mampu ia tangkap dan siapapun yang ingin cari masalah dengannya, sebaiknya berpikir ulang kali.

Beruntung Lenore (Famke Janssen) dan Kim (Maggie Grace) memiliki sosok Mills dalam kehidupan mereka. Seorang Mills membuktikan bahwa hanya dirinya-lah yang mampu melindungi kedua anggota keluarga tersayangnya itu dari tangan-tangan jahat. Namun sayang, dalam sekuel terakhir berjudul Taken 3 AKA Tak3n ini Mills justru mengalami kecolongan.

taken2

Lenore, yang tengah mengalami konflik rumah tangga dengan suami barunya yang kaya raya, Stuart (Dougray Scott), merasakan gejolak CLBK terhadap Mills. Stuart yang mengendus hal ini pun memperingati Mills untuk tidak kembali masuk dalam kehidupan Lenore, walau dengan Kim sebagai alasannya. Walau Mills akhirnya berjanji kepada Stuart, janji tersebut seakan lenyap ketika Mills mendapati Lenore meninggal dengan leher tergorok di dalam apartemennya.

The Smart yet Naive Frankz Dotzler

Belum hilang rasa syoknya, Mills sudah harus berhadapan dengan kejaran para polisi dan seorang inspektur pintar bernama Frankz Dotzler (Forest Whitaker). Namun, sepintar-pintarnya Dotzler menginvestigasi dan menemukan satu demi satu titik cerah, Mills selalu selangkah lebih maju ketimbang dirinya.

Di satu sisi, Dotzler memperlihatkan sisi intelektualnya sebagai seorang inspektur, selalu mengamati secara detail dan kritis terhadap setiap laporan anak buahnya terkait keberadaan dan aksi yang dilakukan Mills. Namun, di sisi lain, Dotzler juga adalah sosok yang amat idealis.

Saking idealisnya, kami pun sempat berpikir bahwa karakter ini terlalu naif dan perlahan-lahan menjadi duri dalam daging film ini. Perannya seakan penting tidak penting, bahkan berpotensi mengganggu, ketika kami melihat Mills mampu menangani kasus ini sendirian.

Mulai dari mencari tahu posisi terakhir Lenore sehari sebelum ia meninggal, mencuri data GPS mobil dan handphone milik Lenore, hingga mengungkap siapa dalang pembunuhan ini sebenarnya, semua dilakukan Mills seorang diri. Ketika akhirnya Dotzler berhasil mencabut kenaifan itu dari dirinya dan menyadari benang merah kasus ini, (lagi-lagi) Mills sudah mencapai garis finish lebih dulu, membuat sosok Dotzler nampak seperti seorang loser di mata kami.

A Predictable One Man Show

Seperti yang sudah kita ketahui, sejak awal Mills digambarkan sebagai sosok mantan agen yang tangguh. Menghadapi semua musuh sendirian adalah perkara kecil baginya. Tak ayal, sejak Taken, penonton sudah ingat betul dengan aksi one man show Mills ini.

Namun, menonton one man show tersebut untuk ketiga kalinya, greget itu ternyata memudar juga. Sebagai penonton, kami dengan mudah menebak bagaimana akhir sepak terjang Mills. Tidak peduli sekelas kakap apakah penjahatnya maupun serumit apa kasus yang dihadapi, Mills sanggup membereskannya dengan baik.

Ya … seperti yang pernah kami tulis di sini, Neeson memang sempat menolak memerankan Mills untuk ketiga kalinya dengan alasan tidak mau bermain di plot yang itu-itu saja. Untungnya, setelah diskusi panjang, termasuk peningkatan honor dan perubahan plot, Neeson melunak. Jika sebelumnya Neeson kebagian mengejar penjahat yang menculik anak-istrinya, kini Neeson justru menjadi THE MOST WANTED karena diduga telah membunuh Lenore.

Bukannya mempersulit, kami menilai peran dikejar-kejar justru mempermudah tugas Neeson. Tak3n ibarat medan di mana Mills memamerkan jam terbangnya yang sudah begitu tinggi sehingga ia pun merasa tidak perlu banyak bernarasi kepada penonton mengenai betapa hebat dirinya. Sekali pukul, sekali tembak, musuh-musuh pun langsung K.O.

Saking gesitnya gerakan Mills ini, dirinya pun tidak sempat banyak berbasa-basi mengeluarkan dendam kesumat maupun petuah terakhir kepada para musuh tersebut. Yang ada hanyalah sorot mata Mills yang menyiratkan sebuah ancaman bagi siapapun yang berani macam-macam dengan dirinya dan keluarganya.

taken1

IT’S TIME FOR MILLS TO RETIRE

Walau hebat, namun dalam pertarungan hand-to-hand combat, gerakan Mills terlihat sedikit kurang cekatan dibandingkan 2 film sebelumnya. Maklumi saja, dirinya memang sudah memasuki usia senja. Tidak lupa, di film ini, karakternya memang tengah menikmati hidup tenteram sambil berusaha mendekatkan diri pada Lenore dan terutama Kim.

Untung saja, Mills adalah seorang profesional. Ia mampu mengimbangi gerakan yang kurang cekatan ini dengan kalkulasi yang pas, sehingga usaha pelariannya pun kerap berhasil. Bahkan, ia kerap mengecoh polisi dan membuat Dotzler kewalahan. Apa yang dilakukan Mills selanjutnya memang tidak tertebak, suatu keahlian yang membuat dirinya dikenal sebagai si hantu.

Kepiawaian Neeson memerankan Mills untuk ketiga kalinya ini pun membuat kami semakin sulit membayangkan aktor lain. Karisma seorang kepala keluarga yang baik sekaligus serial killer yang handal memang dimiliki seorang aktor yang sempat melatih Batman dalam Batman Begins (2005) ini. Sorot mata Mills yang tajam namun sendu serta mulut yang minim basa basi juga sesuai dengan karakter usia Neeson saat ini.

Singkat kata, Bryan Mills membuat karisma seorang Liam Neeson keluar tepat pada waktunya. Namun, ini juga menandakan bahwa sudah saatnya Mills pensiun, menyimpan energinya untuk hidup tentram hingga akhir hayat. Ya … sepertinya sekuel Tak4n tidak akan dan tidak perlu ada.

taken3

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

PLAYING NOW

thorragnarok

To Top