Connect with us
babydriver

Tak3n Trailer: No More Abduction, Can Tak3n Deliver a Better Action Performance?

20th Century Fox

PREVIOUS HIGHLIGHT

Tak3n Trailer: No More Abduction, Can Tak3n Deliver a Better Action Performance?

Ketika Taken pertama kali dirilis pada tahun 2008, kami yakin seorang Liam Neeson sendiri tidak menyangka kalau kesuksesan film ini akan benar-benar luar biasa. Bahkan saat pertama kali dipromosikan, studio EuropaCorp yang membekali diri dengan dana penggarapan sebesar USD 25 juta saja, mengaku bahwa mereka tak terlalu berharap banyak pada film action berkategori B-movie ini.

Namun, begitu dirilis dan mendapat respon fantastis dari penonton dunia, bahkan hingga meraih pundi-pundi nyaris 6 kali lipat bujetnya, studio yang digawangi Luc Besson ini baru mulai serius menggarap instalasi lanjutan film ini. Hasilnya? Berselang 4 tahun kemudian, Taken 2 akhirnya digarap dengan dana yang lebih masuk akal yaitu sebesar USD 45 juta.

Taken pula menjadi film pertama yang membuka jalan sekaligus pintu berkah bagi Neeson di genre action walau usianya sudah menginjak kepala 5 kala itu. Buktinya, setelah Taken sukses besar di pasaran, banyak studio film action yang menawarinya peran dalam film-film mereka. Beberapa di antaranya The A-Team (2010), Unknown (2011), dan Grey (2012).

Kesuksesan Taken otomatis mengekor di belakang Neeson. Buktinya, di akhir tahun 2014 dan di awal tahun 2015 ini, lewat Taken 3 atau Tak3n, Neeson kembali dipercaya memerankan tokoh Bryan Mills, mantan agen CIA yang lagi-lagi terlibat masalah pelik dengan gangster kelas kakap. Namun, usut punya usut, Kesediaan Neeson bermain di sekuel yang dikabarkan sebagai yang terakhir ini, ternyata sempat tidak berjalan mulus.

Tercatat pada 28 September 2012, Neeson pernah mengeluarkan pernyataan pada media bahwa tidak akan ada lanjutan film Taken setelah jilid ke-2 nya dirilis Namun, karena bujukan studio EuropaCorp yang manjur; dengan menawari Neeson bayaran senilai USD 20 juta, aktor yang pernah bermain dalam saga Star Wars tersebut akhirnya mengalah.

Seperti dugaan banyak pihak, penolakan Neeson bukanlah masalah bayaran semata, melainkan ia enggan enggan bermain dalam plot yang sama, jika bukan itu-itu saja, untuk ke-3 kalinya. Akhirnya, setelah bernegosiasi dengan Besson selaku produser franchise film ini sejak awal, plot Tak3n pun diubah. Alih-alih mengejar penjahat, kini giliran Mills yang akan dijadikan si Most Wanted Man alias yang paling diburu.

Plot Baru

Dari trailer-nya, sebenarnya digambarkan hubungan Mills dengan Lenore (Famke Janssen) tampak membaik. Kedekatan Mills dengan putrinya, Kim (Maggie Grace) yang kini sudah duduk di bangku kuliah pun semakin erat. Namun, ketenangan keluarga Mills terguncang ketika ia mendapati Lenore tewas berlumuran darah di kamar tidur rumahnya sendiri. Mendadak, LAPD datang untuk menangkap Mills. Sayang dan mudah ditebak, meski telah berkata jujur bahwa bukan dirinya yang melakukan pembunuhan itu, polisi tetap berniat menyeret Mills ke penjara.

Melihat kondisi yang tidak kondusif, Mills memutuskan untuk melawan dan melarikan diri. Dalam pelarian tersebut, ia menghubungi putrinya untuk berhati-hati dan tidak mempercayai orang lain, selain dirinya. Ia berjanji pada gadis itu, akan menemukan siapa dalang di balik pembunuhan Lenore dan akan melindungi Kim apapun yang terjadi.

taken32

Giliran Membalas Dendam?

Semenjak kabur dari penahanan pihak polisi, Mills pun diburu Franck Dotzler, seorang polisi senior yang diperankan oleh Forest Whitaker (The Crying Game, The Butler, Southpaw). Dari penyelidikan yang dilakukan oleh Dotzler, akhirnya masa lalu seorang Mills terkuak. Bahwa di usia 21 tahun, Mills masuk militer. Lalu 2 tahun kemudian, ia terpilih menjadi salah satu anggota tentara pasukan elit. Selain memiliki kemampuan bela diri mumpuni, Mills adalah ahli strategi yang andal dalam hal meloloskan diri. Tidak ketinggalan, Mills juga adalah seorang penembak jitu dan ahli pembuat bom.

Yang unik, dalam Taken (2008), ketika Kim diculik oleh gembong mafia Albania, Mills pernah mengancam akan memburu sang penculik hingga ke liang lahat. Namun dengan santai, penculik itu menjawab  “Good luck.” Kini, dalam Tak3n, ketika Dotzler mengancam Mills akan menemukan dirinya, apapun yang terjadi, giliran Mills yang berkesempatan menjawab dengan santai “Good luck.”

Ini dia bagian klisenya. Karena sulit ditangkap, LAPD pun meminta bantuan pada FBI dan CIA, lembaga penegak hukum paling ditakuti di negara Paman Sam itu. Hal ini tentunya menjadi menarik karena CIA adalah mantan lembaga spionase, tempat Mills dulu mengabdi. Kini, setelah Mills menjadi buronan, mau tak mau mereka harus berusaha membekuk mantan agen lapangan mereka sendiri. Pertanyaannya, apakah Dotzler cukup lihai untuk menangkap Mills? Atau justru Mills akan terus mengadali pihak-pihak yang ingin menangkapnya hingga kebenaran itu terkuak? Yang pasti, kali ini Mills butuh ekstra waktu dan usaha untuk menutup kisahnya agar tak lagi melahirkan konflik baru.

Release Schedule: January 2015


Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

PLAYING NOW

thorragnarok

To Top