Connect with us
thorragnarok

The Accountant Movie Review: Seemingly Playing His Real Self, Ben Affleck Creeps Slowly Towards Thrilling Victory

The Accountant Movie Review

REVIEWS

The Accountant Movie Review: Seemingly Playing His Real Self, Ben Affleck Creeps Slowly Towards Thrilling Victory

This review contains no spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Sempat cemas The Accountant menambah daftar panjang buruknya sebagai aktor namun yang terjadi justru sebaliknya, membuat kami kian yakin bahwa seorang Ben Affleck memiliki bakat akting alami. Ibarat seorang jenius namun dengan emosi tak stabil, Christian Wolff miliknya memberi banyak kejutan yang membuat kami dilema memutuskan apakah Wolff adalah seseorang yang harus dibela atau justru dijatuhkan.

Menariknya, seperti yang mungkin MuviBlaster juga sadari, Affleck mirip Wolff di dunia nyata namun dengan profesi berbeda. Seorang murid yang cerdas namun tidak fokus menjalankan pendidikan dan seorang aktor yang berbakat namun kerap mendapat proyek yang tidak tepat, siapapun akan dilema ketika menyadari fakta bahwa Affleck pernah memenangkan beberapa piala bergengsi, termasuk Oscar, untuk perannya di belakang layar (baca: penulis naskah, produser, hingga sutradara). Affleck is one of a kind.

Affleck memanglah bukan aktor bunglon namun bukan berarti pandai bermain watak. Affleck yang kami kenal adalah aktor dengan ekspresi datar jika bukan merengut. Ekspresinya itu cocok untuk peran-peran dengan trauma atau tingkat stres tinggi. Lebih jauh lagi, kami menilai ekspresinya itu adalah ekspresi seorang pemikir; karakter serius yang tidak banyak omong. Dan tanpa perlu panjang lebar mengurai apa saja peran yang sukses Affleck lakoni, Wolff adalah karakter serupa, karakter yang memang merupakan zona nyamannya sebagai aktor. Yes … he’s doing well this time.

The Accountant Movie Review

Affleck diplot sebagai Wolff, si akuntan publik jenius dengan identitas misterius. Misteri ini berawal dari masa kecil Wolff yang adalah seorang autis akut. Walau demikian, sang ayah yang adalah seorang perwira tinggi AD, menginginkan Wolff bermental tahan banting dengan cara melatihnya ilmu bela diri militer. Singkat cerita, walau dianggap aneh dan diolok-olok sekelilingnya, Wolff adalah pria yang tangguh. Ia lihai berbaku hantam tangan dan menembak jitu. Masalahnya, apa hubungannya keahlian bela diri ini dengan profesi akuntan yang notabene berurusan dengan komputer dan buku besar itu?

Ya … Wolff bukan akuntan publik biasa karena diketahui bahwa ia membunuh klien-kliennya. Jangan khawatir, Wolff hanya autis bukan psikopat. Ia hanya membunuh klien-klien kriminal yang mencari keuntungan lewat pencucian uang dan kelalaian dokumentasi finansial yang disengaja. Tak mau setengah-setengah, ia pun menjalankan 2 peran sekaligus; seorang akuntan publik yang dipercaya dan seorang pembunuh yang tak diduga-duga. Jika pertanyaannya, apakah Wolff nantinya dapat ditangkap? Well … ada Direktur Departemen Keuangan, Raymond King (J.K Simmons) yang diam-diam menguntit aksi Wolff. Namun seperti kami, King juga sempat mengalami dilema apakah Wolff harus ditangkap atau justru dibebaskan.

Anna Kendrick, Si Pemanis Ketegangan

Walau di atas kertas, karakter Wolff sepertinya kaku mengerikan, namun sebenarnya Wolff adalah seorang yang memiliki hasrat kebutuhan sosial. Sayang saja, hidup Wolff terlanjur dipenuhi rutinitas aneh dan membosankan; pulang ke rumah, memasak makan malam, melakukan latihan fisik sambil mendengar musik hardcore, kemudian tidur. Kebutuhan hidupnya pun juga sudah ditakar dan semua itu hanyalah untuk kepentingannya. Tak ada waktu untuk memikirkan orang lain apalagi bersusah payah berusaha untuk menyenangkan mereka.

Namun hasrat ini tak bisa Wolff bendung lagi setelah ia bertemu seorang kolega cantik normal namun nyaris secerdas dirinya, Dana Cummings (Anna Kendrick). Lewat beberapa momen pertemuan, Wolff merasakan adanya persamaan dengan Cummings, membuat dirinya perlahan peduli pada nasib gadis itu. Cummings pun demikian, memberi kesempatan pada Wolff untuk mengeluarkan sisi manisnya sebagai seorang pria. Singkat kata, chemistry antara Affleck dan Kendrick yang beda generasi ini cukup baik membuat The Accountant tampil tak melulu serius namun juga bisa romantis.

Selera Humor Seorang Autis Jenius

Menarik juga melihat seorang autis bisa memiliki selera humor seperti Wolff. Walau nampak kaku dan mengerikan, Wolff justru menikmati pekerjaannya dengan serius. Entah apa Wolff berpikir dirinya memiliki 9 nyawa atau back-up yang dapat diandalkan, ia selalu menjalankan setiap misi yang diberikan dengan penuh percaya diri, bahkan sesekali bercanda karena ia yakin menang dan agar targetnya tidak terlalu stres.

Selera humor yang sebenarnya masih kami nilai berada di antara selera humor seorang psikopat atau Robin Hood  inilah yang membuat Wolff terlihat semakin menarik. Terlepas ada misi yang ia emban, aksinya membunuh; apakah demi kepuasaan atau kemanusiaan, masih terlihat ambigu. Yang pasti, Wolff tak membunuh sembarang orang. Ia menunjukkan bahwa ia masihlah manusia dengan hati nurani.


Director: Gavin O’Connor

Cast: Ben Affleck, Anna Kendrick, Jon Bernthal, J.K Simmons

Duration: 128 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top