Connect with us
babydriver

The Himalayas Movie Review: Not a Fast-Paced but a Slow-Burning Drama of a Notorious Korean Mountaineer and His Apprentice

The Himalayas Movie Review
CJ Entertainment

REVIEWS

The Himalayas Movie Review: Not a Fast-Paced but a Slow-Burning Drama of a Notorious Korean Mountaineer and His Apprentice

This review contains mild spoilers

(3.5/5) 3.5 Stars

Sebenarnya, mendengar kabar rilis film produksi Korea terbaru ini di Indonesia, kami tidak begitu antusias. Well … another survival movie based on another true story? Sudah berkali-kali dan naga-naga ending-nya sudah bisa kami tebak. Ada sekelompok pendaki yang awalnya begitu bersemangat namun mengalami akhir tragis. Begitulah.

Apalagi kami pun tak terlalu puas dengan hasil Everest (2014) yang juga diangkat dari kisah nyata seorang pendaki ternama dan bertaburan bintang-bintang besar. Walau adrenalin kami terpacu, namun sayang, drama dalam film produksi Hollywood ini justru terasa alot dan tanggung.

Namun, kami juga tak bisa pandang sebelah mata kelihaian Korea dalam menggodok bumbu drama, sehingga jadi penasaran juga dengan The Himalayas. Dibintangi aktor watak Hwang Jung Min yang terakhir sukses membuat kami terhibur lewat The Veteran (2014), kali ini, Jung Min sukses membuat kami terbaru lewat kegigihan karakter nyata yang ia bawakan, Uhm Hong Kil.

The Himalayas Movie Review

Tenzing Norgay dan Edmund Hillary boleh menjadi pendaki pertama yang menaklukkan Everest di seluruh dunia. Namun, bagi Korea, Hong Kil adalah sang primadona. Menariknya lagi, bukan hanya menyandang predikat yang sama, Hong Kil memiliki pengalaman tragis yang tidak dimiliki para pendahulunya. Dan pengalaman itulah yang menjadi fokus utama film besutan Lee Suk Hoon (Pirates, Dancing Queen) ini.

Pengalaman Hong Kil termasuk unik. Karena ketika pendaki tenar lain mendaki dengan misi mencapai puncak, ia justru mendaki karena tidak rela membiarkan kolega juniornya, Park Moo Taek (Jung Woon) terkapar tewas sendiri di ketinggian 8,700 meter.

Film ini dimulai ketika Hong Kil pertama kali bertemu Moo Taek dalam sebuah misi penyelamatan. Percaya atau tidak, kesan pertama Hong Kil pada Moo Taek sungguh buruk. Ceroboh, naif, dan tak berpengalaman mendaki, begitu kira-kira yang ada di benak Hong Kil saat itu. Namun, jodoh keduanya bergulir ke banyak kesempatan manis, termasuk mencapai banyak puncak pegunungan Himalaya sepanjang tahun 2000-2002, termasuk K2, Shishapangma, dan Everest.

Namun ketika Hong Kil memutuskan untuk pensiun akibat penyakit yang diderita kakinya, Moo Taek kecewa. Kekecewaan ini memang tak lantas membuatnya bermusuhan, namun jodoh keduanya justru terhenti. Singkat cerita, Moo Taek akhirnya menggantikan Hong Gil menjadi kapten sebuah ekspedisi baru menuju Everest. Siapa sangka, ekspedisi yang berlangsung pada Mei 2004. menjadi ekspedisi terakhir Moo Taek.

Kisah Persahabatan Sejati

Jujur saja, kami tak terlalu terkesima dengan penampakan pegunungan Himalaya ketika semata menjadi objek indah di sini. Serupa dengan apa yang ditampilkan film serupa lain, kami justru lebih fokus pada fenomena alam sekitar ketika menjadi latar interaksi antar karakternya. Terjaga sambil bergelantungan selama 10 jam hingga akhirnya menyaksikan matahari terbit begitu teriknya adalah momen yang mungkin tak bisa didapat lokasi pegunungan lain.

The Himalayas Movie Review

Kami juga tidak terlalu berharap adanya pacuan adrenalin di sini, dan faktanya memang nyaris tak ada. Hanya adegan longsor salju beberapa kali saja yang membuat kami sempat antipati, namun tak sampai bergidik. Mengapa? Karena The Himalayas mengedepankan aspek dramanya, terutama kisah persahabatan sejati antara Hong Kil dan Moo Taek.

Semula tidak disukai hingga akhirnya menjadi anak emas Hong Kil, Moo Taek memanglah sosok yang istimewa. Gigih serta memiliki selera humor yang pas dalam segala situasi genting, Hong Kil perlahan melihat ada sesuatu yang menarik dalam diri anak didiknya itu. Saling menjanjikan sesuatu, hubungan keduanya pun kian akrab.

Maka, ketika mendengar kabar tewasnya Moo Taek di tahun 2004, Hong Kil bersikeras berupaya melakukan misi penyelamatan. Bahkan setelah 1 tahun berlalu, semangat Hong Kil masih membara walau dalam prosesnya, misi berbahaya ini ditolak banyak pihak.

Bagi yang Kurang Puas Menyaksikan Everest

Ulasan ini menjadi kesempatan yang pas untuk kami merekomendasikan The Himalayas bagi MuviBlaster yang kurang puas menyaksikan Everest. Pemandangan yang nyaris sama indahnya, namun dengan drama yang lebih terasa, kemungkinan Anda bisa mengucurkan air mata yang sebelumnya sulit keluar itu.

Kredit tambahan, seperti layaknya film Korea pada umumnya, di tengah-tengah drama ini, selalu disisipkan banyak adegan kocak serta hangat yang membuat kami merasa menjadi bagian filmnya, terlepas fakta bahwa kami sebenarnya hanya penonton.

The Himalayas Movie Review

Lengkap dengan akting menawan Jung Min sebagai seorang pemimpin karismatik dan Jung Woon sebagai anak didik berdedikasi, akting para bintang pendukung lain yang tak kalah mantap, (termasuk Kim In Kwon (Apostle, Clown of a Salesman) dan Ran Mi Ran (Ode to My Father, The Tiger)) tak heran kalau The Himalayas sukses menggeser tahta Star Wars: Episode VII – The Force Awakens di tangga box office Korea sana. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Dibawa masuk oleh Jive Entertainment, saksikan The Himalayas mulai 20 Januari 2016 di jaringan CGV Blitz, Cinemaxx Theatre, dan Platinum Cineplex seIndonesia.


Director: Lee Seok Hoon

Cast: Hwang Jung Min, Jung Woo, Ra Mi Ran, Jo Sung Ha

Duration: 125 mins


Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

PLAYING NOW

thorragnarok

To Top